Connect with us

Market

Altcoin Season 2026 Bisa Berbeda, Sedikit Token Akan Memimpin

Tim Research Tokocrypto mengatakan pandangan ini muncul dari laporan over-the-counter atau OTC Wintermute untuk paruh pertama 2026.

Tivan

Published

on

Ilustrasi altcoin.

Altcoin season berikutnya diperkirakan tidak akan sama seperti siklus sebelumnya. Market maker kripto Wintermute menilai aliran modal kali ini kemungkinan tidak akan menyebar luas ke ratusan aset kripto, melainkan terkonsentrasi pada sejumlah kecil proyek besar yang lebih likuid dan mapan.

Tim Research Tokocrypto mengatakan pandangan ini muncul dari laporan over-the-counter atau OTC Wintermute untuk paruh pertama 2026.

“Data tersebut menunjukkan investor institusional kini mendominasi aktivitas perdagangan spot OTC, dengan pangsa mencapai 72%, level tertinggi yang pernah tercatat,” jelasnya.

Angka tersebut meningkat signifikan dari 59% pada H1 2024 dan 61% pada H2 2025. Menurut Wintermute, aktivitas pasar kini lebih banyak digerakkan oleh hedge funds, asset managers, investment funds, dan family offices. Sementara itu, partisipasi investor ritel belum kembali secara signifikan.

Altcoin Season Makin Selektif

Dilaporkan Coinpedia, Wintermute menilai perubahan struktural terbesar pada siklus kali ini adalah pola aliran likuiditas. Jika pada siklus sebelumnya altcoin season sering mengangkat banyak token secara bersamaan, kali ini modal justru cenderung mengalir ke aset yang lebih besar dan likuid.

Dalam laporan tersebut, Wintermute mencatat bahwa antara H1 2024 hingga H1 2026, investor institusional hanya meningkatkan jumlah token unik yang diperdagangkan sebesar 24%. Sebaliknya, investor ritel memperluas eksposur token mereka hingga 76%.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa institusi jauh lebih selektif dalam memilih aset. Mereka cenderung fokus pada token yang memiliki likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, dan dianggap lebih aman untuk strategi berskala besar.

Wintermute juga mencatat bahwa institusi biasanya mengurangi aktivitas trading satu hari setelah reli harga besar. Sementara itu, ritel cenderung tetap aktif hingga sekitar tiga hari setelah kenaikan. Pola ini menunjukkan bahwa modal institusional berputar lebih cepat dan lebih disiplin dibanding ritel.

Kondisi tersebut dapat membuat altcoin season 2026 lebih pendek, lebih tajam, dan lebih terkonsentrasi pada aset tertentu.

Baca juga: Robert Kiyosaki Soroti Utang AS, Sebut Bitcoin dan Ethereum Jadi Aset Lindung Nilai

Likuiditas Terkonsentrasi di Token Besar

Tren konsentrasi modal juga terlihat dari data industri lainnya. CEO CryptoQuant Ki Young Ju sebelumnya mengatakan bahwa pola klasik rotasi profit Bitcoin ke altcoin kecil hampir “menghilang”.

CryptoQuant juga menemukan bahwa volume perdagangan altcoin berbasis Bitcoin kini berada di dekat level terendah sejak 2021. Ini menunjukkan bahwa perpindahan modal dari BTC ke altcoin kecil tidak lagi sekuat siklus sebelumnya.

Saat ini, 10 altcoin non-stablecoin terbesar menguasai sekitar 80,5% dari kapitalisasi pasar non-Bitcoin dan non-stablecoin. Kaiko juga melaporkan bahwa 10 altcoin terbesar kini menghasilkan 63% dari total volume perdagangan altcoin, naik dari sekitar 50% hanya beberapa bulan lalu.

Menurut Wintermute, likuiditas terus menguat di aset yang disukai institusi. Sebaliknya, aktivitas di token kecil terus melemah.

Jika tren ini berlanjut, altcoin season tidak lagi berarti semua token naik bersama. Pasar kemungkinan hanya akan menghargai proyek dengan likuiditas dalam, utilitas jelas, kapitalisasi besar, dan akses institusional yang lebih kuat.

Derivatif dan RWA Ikut Menarik Minat Institusi

Selain konsentrasi di token besar, Wintermute juga menyoroti pertumbuhan pasar derivatif altcoin. Volume OTC options altcoin naik 3,4 kali lipat dalam enam bulan terakhir.

Kenaikan ini menunjukkan bahwa institusi semakin banyak menggunakan derivatif bukan hanya untuk spekulasi, tetapi juga untuk hedging dan strategi yield. Hal ini menjadi tanda bahwa pasar altcoin mulai berkembang ke arah instrumen yang lebih kompleks dan institusional.

Sektor Real World Assets atau RWA juga menjadi salah satu tema yang terus menarik perhatian. Menurut Wintermute, pasar RWA tokenisasi tumbuh hampir 50% menjadi sekitar US$31 miliar sepanjang H1 2026.

Permintaan institusional paling kuat terlihat pada tokenized U.S. Treasuries, money market funds, dan private credit. Sementara itu, tokenized stocks masih banyak menarik minat investor ritel.

Pertumbuhan RWA menunjukkan bahwa modal institusional tidak hanya mencari token spekulatif, tetapi juga aset on-chain yang memiliki hubungan langsung dengan instrumen keuangan tradisional.

Analis Masih Melihat Peluang Reli Lebih Luas

Meski Wintermute memperkirakan altcoin season akan lebih selektif, sebagian analis tetap melihat peluang reli yang lebih luas.

Michaël van de Poppe menilai ekosistem Ethereum berpotensi mengungguli Bitcoin. Ia memperkirakan ETH dapat menargetkan US$2.300 jika mampu menembus resistance US$1.975.

Daan Crypto Trades juga mencatat bahwa total kapitalisasi pasar altcoin masih bertahan di atas support penting. Sementara itu, Crypto Patel menyoroti sinyal bullish MACD crossover pada altcoin dominance, yang dalam siklus sebelumnya pernah memicu reli besar 10x hingga 20x.

Javon Marks juga menilai struktur pasar saat ini masih mirip dengan setup altseason sebelumnya.

Namun, laporan Wintermute memberi pesan penting bahwa tidak semua altcoin akan mendapat manfaat yang sama. Siklus kali ini kemungkinan lebih menguntungkan aset yang memiliki kualitas lebih tinggi, likuiditas kuat, dan daya tarik institusional.

Untuk saat ini, peluang altcoin season tetap terbuka. Namun, investor perlu lebih selektif. Jika likuiditas terus terkonsentrasi di token besar, maka pemenang utama altcoin season 2026 kemungkinan hanya datang dari segelintir proyek, bukan seluruh pasar altcoin.

Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending