Market
Rasio ETH/BTC Tembus Level Tertinggi 3 Bulan, tapi Altcoin Season Belum Terkonfirmasi
Tim Research Tokocrypto menilai sinyal ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa altcoin season sudah dimulai.
Pasalnya, dominasi Bitcoin justru ikut naik pada saat yang sama, bukan melemah.
Rasio ETH/BTC sempat menembus level 0,030 pekan ini, menjadi level tertinggi dalam tiga bulan terakhir. Kenaikan tersebut menunjukkan Ethereum mulai menguat terhadap Bitcoin setelah cukup lama tertinggal.
Namun, Tim Research Tokocrypto menilai sinyal ini belum cukup untuk menyimpulkan bahwa altcoin season sudah dimulai. Pasalnya, dominasi Bitcoin justru ikut naik pada saat yang sama, bukan melemah.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa modal pasar masih terkonsentrasi pada dua aset terbesar, yaitu Bitcoin dan Ethereum, bukan menyebar luas ke altcoin kecil dan menengah,” katanya.
Bitcoin dan Ethereum Jadi Pemenang Utama
Dikutip BeInCrypto, dominasi Bitcoin saat ini berada di sekitar 58,7% dan masih cenderung kuat. Di saat yang sama, pangsa pasar Ethereum naik ke sekitar 10,5%.
Sementara itu, kategori aset lain di luar Bitcoin dan Ethereum justru melemah. Ribuan token yang masuk kelompok altcoin kecil mencatat penurunan pangsa pasar ke sekitar 30,8%.

Artinya, meskipun Ethereum mulai menunjukkan performa lebih baik terhadap Bitcoin, aliran modal belum benar-benar masuk ke pasar altcoin secara luas.
Dalam altcoin season yang kuat, dominasi Bitcoin biasanya turun karena investor mulai memindahkan modal ke aset yang lebih kecil dan berisiko tinggi. Namun, kali ini Bitcoin tetap mempertahankan dominasinya, sementara Ethereum menjadi satu-satunya aset besar yang ikut menarik perhatian.
Hal ini membuat pergerakan terbaru lebih terlihat sebagai rotasi ke Ethereum, bukan reli altcoin menyeluruh.
Baca juga: Altcoin Season 2026 Bisa Berbeda, Sedikit Token Akan Memimpin
Altcoin Kecil Masih Tertekan
Tekanan terhadap altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum bukan hal baru. Sell pressure pada aset di luar dua koin terbesar tersebut telah berlangsung selama 15 bulan berturut-turut hingga pertengahan Juni.
Ketua BitMine, Tom Lee, tetap menilai kenaikan rasio ETH/BTC sebagai sinyal bullish untuk pasar kripto secara umum. Menurutnya, kenaikan ETH terhadap BTC menunjukkan harga kripto mulai menguat, meskipun peluang lolosnya CLARITY Act pada 2026 menurun.
Namun, pandangan tersebut lebih banyak berfokus pada Ethereum. Kenaikan rasio ETH/BTC tidak otomatis berarti token-token kecil ikut mendapat dorongan yang sama.
Akumulasi whale yang mendukung reli terbaru juga lebih banyak terkonsentrasi pada ETH, bukan pada altcoin kecil. Ini memperkuat narasi bahwa pasar masih selektif dan belum berada dalam fase altcoin season penuh.
ETH Mulai Pulih, tapi Masih Jauh dari Puncak
Rasio ETH/BTC saat ini berada di sekitar 0,02963, naik 10,52% dalam satu bulan terakhir. Meski begitu, pasangan ini masih turun 4,85% dalam enam bulan dan melemah 12,60% sejak awal tahun.
Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan terbaru memang positif, tetapi Ethereum masih memiliki jarak cukup besar untuk benar-benar membalikkan tren terhadap Bitcoin.
Dalam lima tahun terakhir, ETH juga masih turun cukup jauh terhadap BTC. Karena itu, reli terbaru bisa menjadi awal pemulihan, tetapi belum cukup untuk memastikan perubahan tren jangka panjang.

Dukungan institusional menjadi salah satu faktor yang memperkuat pergerakan ETH. BitMine dan Arthur Hayes disebut terus menambah kepemilikan Ethereum, sementara ETF spot ETH mencatat inflow baru di saat ETF Bitcoin mengalami redemption.
Pembelian oleh treasury dan fund biasanya tidak dilakukan hanya karena satu candle hijau. Hal ini menunjukkan sebagian investor besar mulai melihat peluang yang lebih tahan lama pada Ethereum.
Namun, apakah rasio ETH/BTC dapat bertahan di level saat ini atau kembali turun akan menjadi penentu utama. Jika rasio terus naik, Ethereum dapat semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin reli pasar.
Sebaliknya, jika rasio kembali melemah, kenaikan terbaru bisa saja hanya menjadi rebound sementara di tengah dominasi Bitcoin yang masih kuat.
Untuk saat ini, outlook Ethereum terlihat membaik, tetapi altcoin season belum terkonfirmasi. Pasar masih lebih memilih aset besar dan likuid dibanding token kecil. Agar altcoin season benar-benar terjadi, dominasi Bitcoin perlu turun lebih signifikan dan modal harus mulai menyebar ke sektor altcoin yang lebih luas.
Baca juga: Chairman BitMine Sebut Ethereum Masuki Supercycle Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 28 Juli 2026: Bitcoin Tertekan Jelang Rapat FED
-
Market3 days agoPasar Kripto Hari Ini 30 Juli 2026: BTC Datar, The Fed Tahan Suku Bunga
-
Market6 days agoRobert Kiyosaki Soroti Utang AS, Sebut Bitcoin dan Ethereum Jadi Aset Lindung Nilai
-
Market5 days agoSinyal Kripto 27 Juli 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

