Market
Jepang dan AS Intervensi Yen, Bitcoin Hadapi Risiko Guncangan Pasar
Tim Research Tokocrypto menilai Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$63.000 dan berpotensi terdampak oleh dinamika pasar valuta asing serta obligasi global.
Jepang dan Amerika Serikat resmi mengonfirmasi intervensi bersama untuk mendukung yen setelah mata uang Jepang melemah ke level terendah dalam sekitar empat dekade. Kementerian Keuangan Jepang menyatakan telah membeli yen pada Jumat, 31 Juli waktu AS, melalui koordinasi dengan Departemen Keuangan AS untuk meredam volatilitas berlebihan dan pergerakan yang tidak teratur di pasar yen.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama juga menegaskan bahwa Jepang tetap berkomunikasi erat dengan otoritas AS dan tidak akan ragu melakukan intervensi lanjutan jika dibutuhkan. Langkah ini menjadi perhatian besar pasar global karena intervensi yen bersama AS jarang terjadi dan dapat memengaruhi pergerakan obligasi, saham, hingga Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto menilai Bitcoin saat ini bergerak di sekitar US$63.000 dan berpotensi terdampak oleh dinamika pasar valuta asing serta obligasi global.
“Bagi pasar kripto, risiko utamanya bukan hanya penguatan yen, tetapi juga potensi unwinding carry trade yang selama ini menopang aliran dana ke aset berisiko,” tuturnya.
Baca juga: Gubernur BI Mundur, Gimana Pandangan Penggantinya Terhadap Crypto?
Intervensi Yen Jadi Sinyal Serius dari Jepang dan AS
Dilaporkan BeInCrypto, intervensi terbaru ini berbeda dengan tindakan koordinasi pada 2011. Saat itu, negara-negara G7 menjual yen untuk menahan penguatan mata uang Jepang setelah bencana gempa dan tsunami. Kali ini, arah kebijakannya berlawanan, yaitu membeli yen untuk menahan pelemahan yang terlalu tajam.
Beberapa laporan menyebut yen sempat menguat hingga sekitar 155 per dolar AS setelah intervensi, dari sebelumnya mendekati 164 per dolar AS. Pergerakan ini menunjukkan pasar merespons serius sinyal dari Tokyo dan Washington, meski analis masih menilai efektivitas jangka panjangnya bergantung pada kebijakan suku bunga Jepang.
Konteks obligasi menjadi alasan penting di balik kerja sama ini. Jepang merupakan salah satu pemegang besar obligasi pemerintah AS. Jika Jepang harus menjual US Treasury secara agresif untuk membiayai intervensi, yield obligasi AS berisiko naik dan menciptakan tekanan baru bagi pasar global.
Karena itu, koordinasi dengan AS dapat membantu Jepang memperoleh likuiditas dolar tanpa harus menjual obligasi AS secara besar-besaran. Beberapa analis menilai penggunaan fasilitas repo Federal Reserve dapat mengurangi tekanan terhadap pasar Treasury, meskipun intervensi valuta asing tetap berisiko hanya memberi efek sementara jika tidak diikuti perubahan kebijakan moneter Jepang.
Carry Trade Jadi Risiko untuk Aset Berisiko
Pasar kini mencermati apakah intervensi ini akan diikuti komitmen suku bunga yang lebih hawkish dari Bank of Japan. Jika Jepang hanya membeli yen tanpa perubahan kebijakan, efeknya bisa cepat memudar. Namun, jika intervensi diiringi ekspektasi kenaikan suku bunga, dampaknya terhadap pasar global bisa lebih besar.
Selama bertahun-tahun, yen menjadi mata uang penting dalam strategi carry trade. Investor meminjam yen dengan biaya rendah, lalu mengalokasikan dana ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk saham, obligasi luar negeri, dan dalam beberapa kondisi aset kripto.
Jika yen menguat cepat, posisi carry trade dapat terpaksa ditutup. Investor yang meminjam yen bisa menjual aset berisiko untuk menutup posisi, sehingga tekanan dapat menyebar ke pasar saham dan kripto.
Inilah risiko utama bagi Bitcoin. Secara teori, pelemahan dolar akibat pembelian yen dapat mendukung BTC, emas, dan saham teknologi. Namun, jika penguatan yen terjadi terlalu cepat dan memicu unwinding carry trade, efeknya justru bisa berubah menjadi tekanan jual pada aset berisiko.
Bitcoin Menunggu Reaksi Pasar Obligasi
Bagi Bitcoin, indikator penting yang perlu dipantau adalah pergerakan USD/JPY dan yield obligasi Jepang. Jika yen menguat secara bertahap dan yield tetap terkendali, tekanan makro terhadap BTC dapat mereda.
Sebaliknya, jika pasar melihat intervensi ini sebagai awal dari perubahan besar dalam kebijakan Jepang, volatilitas dapat meningkat. Kenaikan yield global biasanya menjadi tekanan bagi aset non-yielding seperti Bitcoin karena investor mulai membandingkan risiko dan imbal hasil secara lebih ketat.
Posisi spekulatif juga menambah risiko. Data yang dikutip dalam laporan menunjukkan posisi short yen non-komersial mencapai 163.412 kontrak pada akhir Juli. Jumlah ini mencerminkan leverage besar yang rentan terhadap pembalikan cepat jika yen terus menguat.
Jika short yen mulai ditutup secara massal, pasar dapat mengalami pergerakan tajam dalam waktu singkat. Karena pasar Asia dibuka lebih dulu, reaksi awal pada USD/JPY dapat memengaruhi kripto sebelum pelaku pasar AS sepenuhnya masuk.
Untuk Bitcoin, skenario positif muncul jika intervensi berhasil menstabilkan yen tanpa memicu kepanikan di pasar obligasi. Dalam kondisi tersebut, dolar yang lebih lemah dan tekanan yield yang terkendali dapat memberi ruang bagi BTC untuk bertahan atau rebound.
Namun, skenario negatif terjadi jika penguatan yen terlalu cepat dan memicu pelepasan posisi carry trade secara luas. Dalam kondisi itu, Bitcoin berisiko ikut tertekan karena investor mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Untuk saat ini, pasar perlu memantau tiga hal utama: arah USD/JPY, respons yield obligasi Jepang dan AS, serta apakah Bank of Japan memberi sinyal kenaikan suku bunga lanjutan. Jika ketiganya bergerak tidak stabil, intervensi yen dapat menjadi salah satu guncangan pasar terbesar tahun 2026 dan ikut menentukan arah Bitcoin dalam jangka pendek.
Baca juga: Stablecoin Institusi Naik Daun: Yen Stablecoin, Chainlink Pangea, & OpenUSD, Apa Artinya?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event17 hours agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 28 Juli 2026: Bitcoin Tertekan Jelang Rapat FED
-
Academy3 days agoRiset Kripto 27-31 Juli 2026: Bitcoin Dihantam Tiga Sentimen!
-
Market4 days agoPasar Kripto Hari Ini 30 Juli 2026: BTC Datar, The Fed Tahan Suku Bunga

