Altcoin News
HYPE Tertekan meski Revenue Hyperliquid Kuat dan Volume RWA Melonjak
Tim Research Tokocrypto mengatakan pelemahan harga ini terjadi meskipun Hyperliquid melaporkan peningkatan signifikan pada perdagangan RWA perpetuals.
Harga Hyperliquid (HYPE) masih bergerak melemah meski platform mencatat kinerja kuartal II yang kuat dari sisi volume perdagangan, revenue protokol, pertumbuhan produk real-world assets (RWA), dan burn token.
Pada saat penulisan, HYPE diperdagangkan di sekitar US$55,83, turun 2,86% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya berada di sekitar US$14,09 miliar.
Tim Research Tokocrypto mengatakan pelemahan harga ini terjadi meskipun Hyperliquid melaporkan peningkatan signifikan pada perdagangan RWA perpetuals.
“Produk tersebut kini menyumbang hampir sepertiga dari total volume perdagangan platform pada kuartal II 2026,” jelasnya.

Volume RWA Perpetuals Naik Tajam
Berdasarkan laporan Coinedition, volume perdagangan perpetual contracts berbasis RWA yang terkait HIP-3 melonjak menjadi 32,2% dari total volume perdagangan Hyperliquid pada kuartal II. Angka ini naik drastis dari hanya 1,8% dua kuartal sebelumnya.
Segmen RWA perpetuals mencatat volume perdagangan kuartalan sebesar US$213 miliar. Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap produk derivatif berbasis aset dunia nyata di ekosistem Hyperliquid.
Selain itu, tiga ETF HYPE mulai diperdagangkan pada kuartal tersebut. Dana investasi dan treasury terkait disebut secara kolektif memegang sekitar 7,7% dari total suplai HYPE.
Sepanjang periode pelaporan, HYPE sempat naik 79% hingga mencetak rekor tertinggi US$76,90. Pada periode yang sama, Bitcoin justru turun 14%.
Dari sisi pendapatan, Hyperliquid mencatat protocol revenue sekitar US$169 juta pada kuartal II. Dari jumlah tersebut, sekitar US$141 juta dialokasikan untuk buyback token.
Data ini menunjukkan bahwa aktivitas protokol masih solid, meskipun harga HYPE saat ini mulai terkoreksi dari level tertingginya.
Baca juga: Token Unlock Pekan Ini Tembus US$630 Juta: HYPE, PROVE, dan ENA
Burn HYPE Capai US$1,28 Juta dalam 24 Jam
Data on-chain dari Onchain Lens menunjukkan Hyperliquid membakar HYPE senilai sekitar US$1,28 juta dalam 24 jam terakhir. Pada periode yang sama, protokol menghasilkan fee sekitar US$1,65 juta.
Burn terbaru ini menambah total HYPE yang telah dikeluarkan secara permanen dari peredaran menjadi 47,53 juta token. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$2,68 miliar.
Secara keseluruhan, jumlah token yang telah dibakar setara dengan sekitar 4,75% dari total maksimum suplai HYPE yang berjumlah 1 miliar token.
Mekanisme burn ini menjadi salah satu faktor penting dalam tokenomics Hyperliquid. Dengan menggunakan sebagian pendapatan protokol untuk buyback dan burn, suplai token dapat berkurang secara bertahap.
Namun, meski burn memberi dukungan dari sisi suplai, harga HYPE tetap dipengaruhi oleh sentimen pasar, aktivitas derivatif, dan aksi ambil untung setelah reli besar sebelumnya.
Aktivitas Derivatif Melemah

Di pasar derivatif, aktivitas HYPE mulai menurun dalam 24 jam terakhir. Total volume perdagangan derivatif turun 16,50% menjadi sekitar US$1,68 miliar.
Open interest juga turun 4,98% menjadi US$2,27 miliar. Sementara itu, volume opsi melemah 5,66% ke US$1,67 juta, dan open interest opsi turun 3,39% menjadi US$14,92 juta.
Penurunan ini menunjukkan aktivitas trading mulai mendingin setelah periode reli yang kuat. Pada awal Juni, open interest HYPE sempat naik di atas US$3,5 miliar ketika harga mendekati US$75. Namun, pada 6 Agustus, open interest turun ke sekitar US$2,3 miliar.
Meski begitu, posisi pasar masih menunjukkan kecenderungan long. Long-to-short ratio secara keseluruhan berada di 0,9798, sementara rasio akun di Binance dan OKX masing-masing tercatat 1,2437 dan 1,45.
Data likuidasi menunjukkan long trader masih lebih banyak tertekan. Likuidasi long mencapai sekitar US$793.450, lebih tinggi dibanding likuidasi short sebesar US$374.650. Total likuidasi mencapai sekitar US$1,17 juta.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian trader masih mempertahankan eksposur bullish, tetapi koreksi harga membuat posisi long lebih rentan terhadap likuidasi.
Untuk saat ini, outlook HYPE masih bercampur. Dari sisi fundamental protokol, Hyperliquid menunjukkan pertumbuhan kuat melalui volume RWA, revenue kuartalan, buyback, dan burn token.
Namun, dari sisi pasar, harga masih berada dalam tekanan karena aktivitas derivatif melemah dan open interest turun dari puncaknya. Jika volume kembali meningkat dan harga mampu stabil di atas support utama, peluang pemulihan dapat terbuka.
Sebaliknya, jika open interest terus turun dan long liquidation meningkat, HYPE berisiko melanjutkan koreksi meskipun metrik fundamental platform tetap kuat. Pasar kini akan mencermati apakah pertumbuhan RWA dan burn token cukup kuat untuk mengimbangi tekanan jual jangka pendek.
Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event4 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy6 days agoRiset Kripto 27-31 Juli 2026: Bitcoin Dihantam Tiga Sentimen!
-
Altcoin News6 days agoKesulitan Dapat Pinjaman, Peternak Brasil Tokenisasi Sapi sebagai Jaminan
-
Market3 days agoPasar Kripto Hari Ini 3 Agustus 2026: Cardano Bersiap Upgrade Besar


