Crypto
XRP Berpeluang Reli 100% jika CLARITY Act Lolos, Tembus $1?
TIm Research TOkocrypto melihat XRP sempat memberi tekanan kepada trader setelah menembus level US$1.
Harga XRP kembali menjadi perhatian setelah sempat turun di bawah level psikologis US$1 sebelum cepat memantul kembali. Pergerakan tersebut dinilai analis Gareth Soloway sebagai sinyal teknikal penting, terutama ketika pasar masih menunggu perkembangan CLARITY Act di Amerika Serikat.
Menurut Soloway, penurunan singkat di bawah US$1 dapat memicu stop-loss ritel dan likuidasi karena level tersebut menjadi area psikologis yang banyak dipantau trader. Namun, yang membuat pergerakan ini menarik adalah kecepatan XRP kembali naik di atas US$1.
Ia menilai pola tersebut berpotensi membentuk bottoming tail, yaitu sinyal teknikal yang sering muncul ketika tekanan jual jangka pendek mulai berakhir.
Daftar Isi
XRP Cepat Pulih Setelah Turun di Bawah US$1
TIm Research TOkocrypto melihat XRP sempat memberi tekanan kepada trader setelah menembus level US$1.
“Biasanya, ketika aset menembus level psikologis penting, stop-loss dapat terpicu dan mempercepat tekanan jual,” ujarnya.
Namun, XRP tidak bertahan lama di bawah level tersebut. Harga segera kembali naik ke atas US$1, yang menurut Soloway menjadi indikasi adanya pembeli yang masuk agresif saat harga turun.
Pola seperti ini dapat menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan area support jangka pendek. Soloway menyebut pergerakan tersebut sebagai bottoming tail, sebuah struktur candle yang kerap dibaca sebagai sinyal awal berakhirnya fase sell-off.
Meski demikian, sinyal tersebut masih membutuhkan konfirmasi. XRP perlu mempertahankan support terdekat dan menembus resistance penting agar peluang pemulihan menjadi lebih kuat.
Support 96–97 Sen Jadi Area Penting
Secara teknikal, Soloway juga menyoroti pola wedge jangka panjang yang sebelumnya telah ditembus XRP. Namun, breakout tersebut belum langsung menghasilkan reli besar karena harga justru masih bergerak turun tipis setelahnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak selalu menjadi sinyal negatif. XRP disebut mulai membangun support kuat di area US$0,96 hingga US$0,97, yang berpotensi menjadi zona pertahanan utama bagi pembeli.

Jika area tersebut mampu bertahan, XRP dapat menjaga peluang pemulihan jangka pendek. Sebaliknya, jika support ini ditembus, tekanan jual bisa kembali meningkat dan membuat harga kembali menguji area yang lebih rendah.
Soloway mengatakan masih melihat “green shoots” pada chart XRP, meskipun struktur harga terlihat belum sepenuhnya bersih. Istilah tersebut merujuk pada tanda-tanda awal stabilisasi di tengah kondisi pasar yang masih belum kuat.
Baca juga: Bitcoin Tertahan di US$64.000, CLARITY Act hingga Arus ETF Jadi Penentu Arah
CLARITY Act Jadi Katalis Besar yang Dipantau
Dilaporkan Coinpedia, faktor utama yang dapat mengubah arah XRP adalah perkembangan CLARITY Act. RUU ini bertujuan membangun kerangka regulasi pasar aset digital di AS dan memperjelas pembagian peran antara SEC dan CFTC.
Senat AS belum melanjutkan voting CLARITY Act sebelum reses Agustus. Senate Majority Leader John Thune menyatakan proses akan kembali dibawa ke September, tetapi peluang pengesahan tahun ini masih diperdebatkan karena waktu yang semakin sempit menjelang pemilu sela AS.
Pembahasan RUU ini juga masih menghadapi sejumlah isu, termasuk ketentuan etika, kekhawatiran komunitas perbankan, dan perdebatan terkait kepentingan politik dalam industri kripto.
Bagi XRP, kejelasan regulasi dapat menjadi katalis signifikan karena aset ini selama bertahun-tahun sensitif terhadap isu hukum dan status regulasi di AS. Jika CLARITY Act berhasil lolos pada September atau Oktober, sentimen terhadap XRP berpotensi membaik tajam.
Analis Lihat Peluang Kenaikan 50% hingga 100%
Soloway memperkirakan pengesahan CLARITY Act dapat mendorong XRP naik 50% hingga 100%. Menurutnya, pergerakan sebesar itu masih masuk akal jika melihat karakter XRP pada siklus sebelumnya.
Target awal yang ia soroti berada di area US$1,50 hingga US$1,55. Level ini menjadi resistance penting karena sebelumnya XRP sudah tiga kali menguji area tersebut dan gagal menembusnya secara meyakinkan.
Jika XRP mampu menembus US$1,50 hingga US$1,55, peluang kenaikan lanjutan dapat terbuka. Namun, jika kembali tertolak di zona tersebut, harga kemungkinan akan memasuki fase konsolidasi sebelum mencoba reli berikutnya.
Dengan kata lain, CLARITY Act dapat menjadi katalis yang mempercepat kenaikan, tetapi chart tetap perlu mengonfirmasi melalui breakout di resistance utama.

XRP Masih Bergantung pada Kepastian Regulasi
Untuk saat ini, XRP berada di titik penting. Rebound cepat dari bawah US$1 memberi sinyal bahwa pembeli masih mempertahankan level psikologis tersebut. Support US$0,96 hingga US$0,97 menjadi area yang perlu dijaga agar struktur pemulihan tidak rusak.
Di sisi atas, area US$1,50 hingga US$1,55 menjadi target utama jika sentimen regulasi membaik. Penembusan kuat di atas zona itu dapat membuka ruang kenaikan yang lebih besar.
Namun, risiko tetap ada. CLARITY Act belum pasti lolos, dan proses negosiasi di Senat masih menghadapi hambatan. Jika pembahasan kembali tertunda, sentimen XRP dapat melemah dan harga berisiko kembali bergerak sideways.
Secara keseluruhan, outlook XRP mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah rebound dari bawah US$1. Namun, reli besar menuju kenaikan 50% hingga 100% masih sangat bergantung pada dua faktor: kemampuan harga mempertahankan support jangka pendek dan perkembangan CLARITY Act dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event3 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy5 days agoRiset Kripto 3-7 Agustus 2026: S&P500 ATH, Indonesia Deflasi, Bitcoin Ngeyel
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 7 Agustus 2026: BTC Tertekan Data Tenaga Kerja AS
-
Bitcoin News5 days agoBlackRock Borong Bitcoin Setiap Hari Selama Seminggu Terakhir, Ada Apa?


