Connect with us

Altcoin News

HYPE Melonjak 20% Usai Trump Soroti Rencana Bawa Hyperliquid ke AS

Tim Research Tokocrypto menjelaskan Trump mengatakan Ketua CFTC Michael Selig sedang bekerja untuk membawa Hyperliquid ke Amerika Serikat dalam bentuk yang “fully compliant and legal”.

Tivan

Published

on

Hyperliquid

Harga Hyperliquid (HYPE) melonjak tajam setelah Presiden AS Donald Trump menyebut regulator sedang bekerja untuk membawa Hyperliquid masuk ke pasar Amerika Serikat secara legal dan patuh aturan. Pernyataan itu disampaikan dalam agenda White House crypto meeting pada 19 Agustus 2026 yang dihadiri sejumlah pemimpin industri aset digital.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan Trump mengatakan Ketua CFTC Michael Selig sedang bekerja untuk membawa Hyperliquid ke Amerika Serikat dalam bentuk yang “fully compliant and legal”.

“Pernyataan ini menjadi salah satu sinyal paling jelas bahwa pemerintah AS ingin menarik sebagian aktivitas perdagangan crypto yang selama ini berada di luar negeri ke dalam kerangka pengawasan domestik,” katanya.

Setelah komentar tersebut, HYPE naik dari sekitar US$62 ke US$72 sebelum bergerak stabil di kisaran US$69 hingga US$70. Dalam 24 jam, token ini menguat sekitar 20%, sementara produk ETF yang terkait Hyperliquid juga mencatat net inflow sekitar US$1,97 juta.

Trump Buka Peluang Hyperliquid Masuk AS

Hyperliquid menjadi sorotan setelah Trump menyebut CFTC sedang mengkaji jalur legal agar platform tersebut dapat beroperasi di AS. Namun, pernyataan ini belum berarti Hyperliquid sudah memperoleh persetujuan regulasi.

Saat ini, Hyperliquid masih memblokir pengguna AS. Platform tersebut dikenal sebagai bursa derivatif berbasis blockchain yang memungkinkan perdagangan perpetual futures, yaitu kontrak leverage tanpa tanggal kedaluwarsa.

Berbeda dari exchange tradisional, aktivitas perdagangan Hyperliquid berjalan on-chain. Order, transaksi, dan likuidasi dapat dipantau di blockchain, sehingga platform ini sering dilihat sebagai salah satu contoh infrastruktur pasar terdesentralisasi yang berkembang pesat.

Menurut laporan The Straits Times, Hyperliquid telah menjadi venue besar untuk perdagangan perpetual dan menarik perhatian Wall Street pada 2026, termasuk karena permintaan terhadap kontrak yang berkaitan dengan real-world assets seperti saham dan komoditas.

Jalur AS Belum Berarti Akses Langsung Dibuka

Kemungkinan masuknya Hyperliquid ke AS tidak selalu berarti platform langsung menghapus blokir untuk pengguna Amerika. Salah satu model yang mungkin muncul adalah penggunaan broker AS berlisensi sebagai pintu masuk yang teregulasi.

Dalam model tersebut, broker dapat menangani proses KYC, dokumentasi pelanggan, dan kewajiban compliance. Hyperliquid dapat tetap berfungsi sebagai underlying trading venue tanpa secara langsung memegang dana pengguna AS.

Pendekatan ini dapat memberi akses yang lebih legal bagi trader AS, tetapi juga membawa konsekuensi. Pengguna yang menyukai Hyperliquid karena sifatnya yang lebih terbuka dan minim perantara mungkin melihat KYC serta pengawasan tambahan sebagai perubahan besar.

Karena itu, meskipun peluang masuk AS menjadi katalis positif bagi HYPE, implementasinya masih penuh tantangan. Masih belum jelas bagaimana produk perpetual berbasis on-chain dapat sepenuhnya menyesuaikan diri dengan aturan AS.

HYPE Naik karena Potensi Volume Baru

Reaksi kuat HYPE terjadi karena pasar melihat peluang masuk AS sebagai potensi sumber volume baru yang besar. Jika Hyperliquid dapat membuka akses legal bagi pengguna AS, aktivitas trading di platform berpotensi meningkat.

Dalam model token HYPE, peningkatan volume dapat menjadi penting karena biaya platform disebut banyak digunakan untuk membeli kembali HYPE. Materi sumber mencatat Hyperliquid menghasilkan sekitar US$41,7 juta dalam fees selama 30 hari, dengan sekitar 97% hingga 99% biaya tersebut digunakan untuk membeli HYPE.

Jika aktivitas perdagangan meningkat akibat akses ke pasar AS, maka potensi fees juga dapat naik. Dalam skenario tersebut, buyback HYPE dapat meningkat dan memperkuat permintaan terhadap token.

Inilah alasan pasar langsung merespons positif. HYPE bukan hanya naik karena sentimen politik, tetapi karena investor melihat kemungkinan hubungan langsung antara akses pasar AS, volume perdagangan, fees, dan mekanisme pembelian token.

Baca juga: Polygon Menguat, POL Incar US$0,085 setelah Volume Naik 222%

CZ Ikut Soroti Dampak Industri

Dilaporkan Coinpedia, pendiri Binance Changpeng Zhao atau CZ juga menanggapi kabar ini secara positif. Ia menilai banyak orang melewatkan gambaran besar dari kebijakan tersebut, karena aturan yang baik untuk satu proyek dapat membuka jalan bagi industri yang lebih luas.

Pernyataan CZ memperkuat pandangan bahwa langkah membawa Hyperliquid ke AS bukan hanya soal satu platform. Jika berhasil, hal ini dapat menjadi preseden bagi platform terdesentralisasi lain untuk mencari jalur compliance di pasar Amerika.

Dari sisi industri, ini dapat meningkatkan likuiditas dan memberi akses yang lebih luas kepada pengguna AS. Namun, dari sisi regulasi, model seperti ini akan menguji bagaimana pengawas pasar mengatur decentralized exchange, perpetual futures, custody, dan KYC.

White House meeting itu sendiri juga lebih luas dari Hyperliquid. Trump mendorong Kongres untuk meloloskan Clarity Act, sementara SEC dan CFTC ikut hadir dalam agenda yang dihadiri pemimpin dari Coinbase, Kraken, Ripple, Gemini, Robinhood, Nasdaq, dan Intercontinental Exchange.

Sentimen Crypto AS Membaik

Komentar Trump muncul ketika pasar crypto sedang mendapat dorongan dari sejumlah katalis kebijakan. Bitcoin dan saham terkait crypto ikut menguat setelah pertemuan Gedung Putih tersebut, karena investor melihat dukungan regulasi yang lebih jelas sebagai sentimen positif bagi sektor aset digital.

Selain itu, CFTC juga dijadwalkan menggelar Innovation Advisory Committee untuk membahas aset digital, AI, dan prediction markets. Agenda ini memperkuat persepsi bahwa regulator AS sedang mencoba membuat jalur lebih formal bagi aktivitas crypto yang sebelumnya banyak berkembang di luar negeri.

Namun, ketidakpastian masih besar. Clarity Act masih menghadapi proses politik di Senat, termasuk perdebatan terkait ketentuan etika dan potensi konflik kepentingan dalam bisnis crypto.

Karena itu, reli HYPE tetap perlu dibaca sebagai respons terhadap ekspektasi, bukan kepastian regulasi. Persetujuan final untuk Hyperliquid belum ada, dan proses legal bisa memakan waktu.

Token Unlock Jadi Risiko Berikutnya

Di balik reli HYPE, pasar juga mencermati potensi tekanan suplai dari token unlock. Sebanyak 9,92 juta HYPE dijadwalkan unlock pada 6 September, yang dapat menciptakan tekanan jual jika sebagian penerima memilih melepas token.

Token unlock tidak selalu langsung menyebabkan penurunan harga. Namun, dalam kondisi harga sudah naik tajam, tambahan suplai dapat meningkatkan risiko profit-taking.

Jika sentimen positif dari rencana masuk AS tetap kuat, pasar mungkin mampu menyerap tekanan unlock. Namun, jika momentum mulai melemah sebelum tanggal tersebut, unlock dapat memperbesar volatilitas.

Dengan demikian, HYPE kini menghadapi dua faktor besar secara bersamaan: katalis bullish dari peluang ekspansi AS dan risiko suplai dari unlock mendatang.

Outlook HYPE Masih Bullish, tapi Bergantung Regulasi

Secara keseluruhan, lonjakan HYPE mencerminkan harapan pasar bahwa Hyperliquid dapat memperoleh jalur legal ke pasar AS. Jika rencana ini berkembang menjadi mekanisme yang jelas dan compliant, potensi peningkatan volume trading dapat memperkuat narasi fundamental HYPE.

Namun, pasar perlu membedakan antara pernyataan politik dan persetujuan regulasi. Trump memang menyebut CFTC sedang bekerja membawa Hyperliquid ke AS, tetapi belum ada approval final atau detail teknis implementasi.

Dalam jangka pendek, HYPE masih memiliki momentum bullish selama harga bertahan di area US$69 hingga US$70 dan sentimen crypto AS tetap positif. Jika pembeli mampu mendorong harga kembali ke atas US$72, peluang kelanjutan reli dapat terbuka.

Sebaliknya, jika kabar lanjutan tidak muncul atau pasar mulai mencemaskan token unlock 6 September, HYPE berisiko mengalami koreksi setelah reli besar.

Untuk saat ini, HYPE menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan dari perubahan narasi regulasi AS. Namun, keberlanjutan reli akan sangat bergantung pada apakah Hyperliquid benar-benar mendapatkan jalur legal ke Amerika Serikat dan apakah peningkatan volume dapat diterjemahkan menjadi permintaan token yang berkelanjutan.

Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending