Altcoin News
Grayscale: Ethereum, SOL, dan BNB Diuntungkan Aturan Token Baru AS
Tim Research Tokocrypto menjelaskan pandangan ini muncul setelah Securities and Exchange Commission (SEC) mengusulkan Regulation Crypto Assets atau Reg Crypto, kerangka yang dapat membuka kembali jalur legal bagi startup untuk menjual token kepada investor AS.
Grayscale Research menilai Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan BNB Chain berpotensi menjadi tiga jaringan yang paling diuntungkan jika aturan token baru di Amerika Serikat benar-benar diadopsi.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan pandangan ini muncul setelah Securities and Exchange Commission (SEC) mengusulkan Regulation Crypto Assets atau Reg Crypto, kerangka yang dapat membuka kembali jalur legal bagi startup untuk menjual token kepada investor AS.
“Proposal SEC tersebut menjadi salah satu perkembangan regulasi paling penting bagi pasar crypto AS tahun ini. Aturan itu dirancang untuk memberi jalur penggalangan dana berbasis token tanpa langsung menimbulkan ketidakpastian hukum seperti yang terjadi setelah era ICO 2017–2018,” ungkapnya.
Namun, aturan ini masih berstatus proposal. Artinya, Reg Crypto belum berlaku final dan masih harus melewati proses komentar publik serta evaluasi lanjutan sebelum dapat diadopsi.
Daftar Isi
ETH, SOL, dan BNB Jadi Fokus Grayscale
Menurut Grayscale, aturan token yang lebih jelas dapat membawa founder, investor, dan aktivitas fundraising kembali ke blockchain. Jaringan yang menjadi tempat penerbitan token berpotensi menangkap aktivitas, volume, dan nilai ekonomi dari gelombang baru tersebut.
Dalam konteks ini, Ethereum, Solana, dan BNB Chain dinilai berada di posisi kuat. Ketiganya memiliki ekosistem smart contract besar, basis developer aktif, likuiditas luas, dan infrastruktur yang sudah digunakan untuk peluncuran token maupun aplikasi on-chain.
Ethereum masih menjadi jaringan utama untuk DeFi, stablecoin, tokenisasi, dan aplikasi institusional. Solana dikenal dengan transaksi cepat dan biaya rendah, yang menarik bagi aplikasi konsumen dan trading on-chain. Sementara BNB Chain memiliki basis pengguna besar, aktivitas ritel tinggi, dan ekosistem yang luas di Asia maupun pasar global.
Dikutip BeInCrypto, Grayscale juga telah menunjukkan eksposur langsung terhadap tema ini. Dalam rebalancing terbaru Smart Contract Fund, BNB menjadi holding terbesar dengan bobot sekitar 30,6%, mengungguli Ethereum dan Solana.

Reg Crypto Buka Dua Jalur Fundraising
Reg Crypto dirancang untuk memberi jalur lebih jelas bagi proyek crypto yang ingin menggalang dana di AS. Proposal ini mencakup dua pengecualian utama dari kewajiban registrasi penuh di bawah Securities Act.
Pertama, startup dapat menggunakan pengecualian satu kali untuk menggalang dana hingga US$5 juta dalam periode empat tahun. Jalur ini ditujukan untuk proyek tahap awal yang membutuhkan akses modal lebih kecil.
Kedua, proyek dapat menggalang dana hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan. Jalur ini membutuhkan laporan keuangan, disclosure kepada investor, dan kewajiban pelaporan berkelanjutan. Beberapa analisis hukum juga mencatat struktur fundraising ini memiliki tingkatan, termasuk batas US$20 juta dan US$75 juta dalam satu tahun.
Dengan aturan ini, startup crypto dapat memiliki jalur yang lebih jelas untuk menjual token di AS tanpa harus langsung menghadapi ketidakpastian status hukum seperti pada periode sebelumnya.
Safe Harbor Jadi Poin Penting
Salah satu bagian penting dalam proposal Reg Crypto adalah konsep safe harbor. Proposal tersebut memberi kerangka agar token dapat keluar dari perlakuan sebagai investment contract jika issuer telah menyelesaikan seluruh essential managerial efforts.
Poin ini penting karena selama bertahun-tahun status token di AS sering menjadi sumber sengketa. Dalam banyak kasus, ketidakjelasan muncul karena pasar sulit membedakan kapan penjualan token dianggap sebagai transaksi sekuritas dan kapan token itu sendiri tidak lagi melekat pada investment contract.
SEC sebelumnya juga telah membahas gagasan token safe harbor dalam interpretasi mengenai penerapan hukum sekuritas federal terhadap aset crypto. Proposal Reg Crypto melanjutkan pendekatan tersebut dengan kerangka yang lebih spesifik untuk penggalangan dana dan status token.
Jika aturan ini diadopsi, proyek crypto dapat memiliki jalur transisi yang lebih jelas dari fase fundraising menuju jaringan yang lebih terdesentralisasi dan operasional.
Mengapa Jaringan Smart Contract Bisa Diuntungkan
Jaringan smart contract seperti Ethereum, Solana, dan BNB Chain berpotensi mendapat manfaat karena token baru membutuhkan tempat untuk diterbitkan, diperdagangkan, dan digunakan. Jika fundraising berbasis token kembali legal dan terstruktur di AS, aktivitas tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap infrastruktur on-chain.
Manfaatnya tidak hanya datang dari harga token jaringan utama. Aktivitas baru dapat meningkatkan transaksi, penggunaan aplikasi, liquidity pool, DEX volume, stablecoin flow, dan permintaan terhadap layanan custody serta compliance.
Ethereum dapat menangkap aktivitas dari proyek yang membutuhkan keamanan, likuiditas, dan integrasi institusional. Solana dapat menarik proyek yang membutuhkan kecepatan tinggi dan biaya rendah. BNB Chain dapat diuntungkan dari basis ritel besar dan distribusi ekosistem yang luas.
Dengan kata lain, pemenang terbesar dari aturan ini belum tentu hanya token baru yang dijual. Infrastruktur tempat token-token tersebut hidup juga dapat menjadi penerima manfaat utama.
ICO Pernah Galang US$12,9 Miliar
Minat terhadap fundraising berbasis token bukan hal baru. Pada siklus sebelumnya, lebih dari 1.500 proyek menggalang total sekitar US$12,9 miliar melalui initial coin offering atau ICO, menurut riset National Bureau of Economic Research yang dikutip dalam laporan pasar. Gelombang itu memuncak pada 2017–2018 sebelum tekanan regulasi membuat banyak aktivitas fundraising berpindah ke luar AS.
Inilah yang ingin diubah oleh Reg Crypto. Dengan jalur legal yang lebih jelas, founder AS tidak lagi harus sepenuhnya mencari struktur offshore untuk mengakses modal dari investor crypto.
SEC Chair Paul Atkins menyatakan Regulation Crypto Assets bertujuan memberi jalur yang jelas bagi entrepreneur crypto dan pelaku pasar untuk menggalang dana di bawah hukum sekuritas federal.
Namun, keberhasilan aturan ini tetap bergantung pada respons pasar. Jika persyaratan disclosure dan reporting dinilai terlalu berat, startup mungkin tetap memilih jalur offshore atau private fundraising.

CLARITY Act Masih Jadi Faktor Tambahan
Reg Crypto muncul ketika Kongres AS masih membahas kerangka regulasi aset digital yang lebih luas. CLARITY Act disebut sebagai salah satu rancangan undang-undang utama untuk struktur pasar crypto, tetapi pembahasannya belum selesai dan sempat tertunda di Senat.
Karena itu, Reg Crypto dapat menjadi langkah sementara dari SEC untuk memberi kepastian pada sisi penggalangan dana token. Namun, aturan ini belum menggantikan kebutuhan regulasi pasar yang lebih luas, termasuk pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC.
Pasar juga masih menunggu apakah proposal SEC akan diubah setelah periode komentar publik. Jika banyak pelaku industri memberi masukan, detail akhir aturan dapat berbeda dari rancangan awal.
Outlook: Positif untuk Infrastruktur, tapi Belum Final
Secara keseluruhan, pandangan Grayscale terhadap Ethereum, Solana, dan BNB Chain mencerminkan keyakinan bahwa regulasi token yang lebih jelas dapat menghidupkan kembali aktivitas on-chain di AS. Jika startup kembali melakukan token sales secara legal, jaringan smart contract besar dapat menjadi penerima manfaat utama.
Namun, investor perlu membaca perkembangan ini sebagai peluang regulasi, bukan kepastian. Reg Crypto masih berupa proposal, belum aturan final. Selain itu, belum tentu semua proyek akan memilih Ethereum, Solana, atau BNB Chain sebagai jaringan peluncuran.
Meski begitu, ketiga jaringan tersebut memiliki posisi yang kuat jika fundraising token kembali tumbuh. Ethereum unggul dari sisi likuiditas dan institusional, Solana dari sisi kecepatan dan biaya, sementara BNB Chain dari sisi distribusi dan aktivitas ritel.
Kunci berikutnya adalah proses komentar publik, respons industri, dan apakah SEC benar-benar mengadopsi Reg Crypto dalam bentuk yang cukup praktis bagi startup. Jika aturan ini berjalan, ETH, SOL, dan BNB dapat menjadi tiga aset utama yang ikut diuntungkan dari gelombang baru token issuance di Amerika Serikat.
-
Event5 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Altcoin News6 days agoWhite House Bakal Bertemu Bos-Bos Crypto Minggu Depan, Ada Apa?
-
Altcoin News4 days agoRevenue Pump.fun Lewati Hyperliquid, Bukti Launchpad Meme Coin Masih Ramai?
-
Market6 days agoCZ Sebut Miliarder pun Bisa Sulit Punya 1 Bitcoin, Ini Alasannya

