Market
The Fed Ubah Peta Pasar Jelang September, Bagaimana Dampak ke Kripto?
Tim Research Tokocrypto menjelaskan perubahan tersebut menunjukkan investor mulai melakukan repricing terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat pada September.
Pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh mengubah drastis ekspektasi pasar menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat pada September 2026. Peluang kenaikan suku bunga melonjak, memicu tekanan serentak pada Bitcoin, emas, hingga pasar saham AS.
Pasar sebelumnya lebih banyak memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga. Namun, setelah pidato Warsh di Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus, probabilitas kenaikan suku bunga September melonjak menjadi sekitar 58% dari 35% sehari sebelumnya.
Reaksi pasar berlangsung cepat. Harga emas turun sekitar 3%, Bitcoin merosot ke bawah US$78.000, sementara indeks saham AS ditutup melemah. Pada saat yang sama, dolar AS dan yield obligasi Treasury jangka pendek justru menguat.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan perubahan tersebut menunjukkan investor mulai melakukan repricing terhadap kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat pada September.
Daftar Isi
Peluang Kenaikan Suku Bunga Melonjak
Sebelum Warsh berbicara, pasar cenderung memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15–16 September.
CME FedWatch sempat menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga hanya sekitar 35%–36%. Namun, setelah pidato Jackson Hole, peluang tersebut naik ke kisaran 57%–58%, membuat kemungkinan kenaikan dan mempertahankan suku bunga menjadi hampir seimbang.
Perubahan ekspektasi tersebut dipicu nada Warsh yang dinilai lebih hawkish terhadap inflasi.
Dilaporkan Coinedition, Warsh menegaskan target inflasi The Fed sebesar 2% merupakan target yang “firm” dan “fixed”, sekaligus menyatakan bahwa bank sentral masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan jika tren inflasi tidak bergerak menuju target dengan kecepatan yang memadai.
Meski demikian, Warsh tidak secara eksplisit memastikan The Fed akan menaikkan suku bunga September.
Ia menegaskan pendekatannya merupakan sebuah “disiplin, bukan keputusan”, yang berarti kebijakan selanjutnya masih bergantung pada perkembangan data ekonomi.
Baca juga: Dampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
Inflasi 3,7% Masih Jauh dari Target
Nada hawkish The Fed tidak muncul tanpa alasan.
Inflasi yang diukur melalui Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator favorit The Fed, masih berada di 3,7% secara tahunan, jauh di atas target 2%.
Bahkan dalam periode enam bulan, perubahan PCE berada di sekitar 4,1%. Warsh juga mencatat sekitar 54% komponen barang dan jasa dalam indeks PCE mengalami kenaikan harga lebih dari 3% selama 12 bulan terakhir.
Pada saat yang sama, ekonomi AS dinilai masih cukup kuat.
Warsh mengatakan pasar tenaga kerja masih konsisten dengan kondisi full employment. Data yang dikutip dalam pidatonya juga menunjukkan investasi bisnis tumbuh kuat, sementara kondisi finansial belum terlihat cukup restriktif untuk menekan aktivitas ekonomi secara signifikan.
Kombinasi ekonomi yang masih kuat dan inflasi yang berada di atas target membuka ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Bitcoin Jatuh di Bawah US$78.000
Pasar kripto menjadi salah satu yang langsung bereaksi.
Bitcoin sempat jatuh ke bawah US$78.000 setelah pidato Warsh, turun sekitar 3% dalam 24 jam. Padahal sebelum Jackson Hole, BTC sempat bergerak hingga sekitar US$81.000 setelah reli lebih dari 20% dari level terendah Agustus.
Pasar kripto sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga karena likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam valuasi aset berisiko.
Ketika pasar memperkirakan suku bunga lebih tinggi, investor cenderung mendapatkan alternatif imbal hasil yang lebih menarik dari instrumen berbasis dolar seperti Treasury. Kondisi ini dapat mengurangi minat terhadap aset volatil seperti Bitcoin dan altcoin.
Saham perusahaan yang terkait kripto ikut terpukul. Strategy (MSTR) sempat turun sekitar 6,5%, Coinbase melemah 5,4%, Galaxy Digital 6,7%, dan Circle sekitar 5,5% pada perdagangan Jumat.

Emas dan Saham AS Ikut Jatuh
Tekanan tidak hanya terjadi di pasar kripto.
Harga emas spot turun sekitar 3,2%, sedangkan perak merosot lebih dari 4% ketika dolar dan yield obligasi AS menguat.
Pergerakan ini menarik karena emas sebelumnya mendapatkan dukungan dari kekhawatiran terhadap utang pemerintah AS dan narasi currency debasement.
Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga membuat dolar lebih menarik dan meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan yield.
Pasar saham AS juga ikut melemah, meski koreksinya jauh lebih terbatas.
S&P 500 turun sekitar 0,2%, Nasdaq Composite melemah 0,5%, sementara Dow Jones Industrial Average relatif datar. Indeks Russell 2000 yang lebih sensitif terhadap kondisi pembiayaan turun sekitar 1,4%.
Yield Treasury dan Dolar Justru Naik
Ketika aset berisiko melemah, pasar obligasi memberikan sinyal sebaliknya.
Yield Treasury AS tenor dua tahun melonjak dari sekitar 4,22% menjadi 4,35% setelah pidato Warsh. Pergerakan yield jangka pendek sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.
Indeks dolar AS atau DXY juga menguat sekitar 0,5% menuju 99,67 pada Jumat.
Pergerakan tersebut menunjukkan trader mulai menyesuaikan portofolio dengan skenario bahwa suku bunga AS dapat naik atau setidaknya bertahan tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Dengan kata lain, posisi yang sebelumnya dibangun berdasarkan asumsi “Fed hold” mulai dibongkar.
September Jadi Bulan Penentu
Meski probabilitas kenaikan suku bunga meningkat tajam, keputusan September masih belum pasti.
Warsh sendiri tidak memberikan forward guidance dan menekankan bahwa The Fed akan menilai perkembangan ekonomi sebelum menentukan langkah berikutnya.
Pasar kini akan memperhatikan data inflasi, tenaga kerja, dan kondisi finansial yang keluar sebelum pertemuan FOMC pada 15–16 September 2026.
Jika inflasi kembali melandai secara signifikan, probabilitas kenaikan suku bunga dapat kembali turun.
Sebaliknya, inflasi yang tetap tinggi atau ekonomi yang terus menunjukkan ketahanan dapat memperkuat alasan The Fed untuk menaikkan bunga.
Bagi pasar kripto, perubahan ekspektasi tersebut menjadi faktor penting setelah Bitcoin sebelumnya mencatat reli besar sepanjang Agustus.
Jika peluang kenaikan bunga terus meningkat, Bitcoin dan altcoin dapat menghadapi tekanan likuiditas tambahan. Sebaliknya, perubahan data yang membuat pasar kembali memperkirakan The Fed menahan suku bunga dapat membuka ruang pemulihan.
Untuk sementara, pesan dari Jackson Hole cukup jelas: pasar yang sebelumnya bersiap menghadapi The Fed yang lebih longgar kini harus kembali memperhitungkan risiko kenaikan suku bunga pada September.
Baca juga: CryptoQuant: Data Demand Tunjukkan Bear Market Mungkin Sudah Selesai
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoDampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
-
Market5 days agoPasar kripto Hadapi Pekan Penting: Data PCE hingga Jackson Hole Jadi Penentu Arah
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 24 Agustus 2026: Altcoin Mulai Tunjukkan Momentum
-
Altcoin News7 days agoTokenized Stock Holder Hampir Tembus 2 Juta, Volume Naik 246%

