Altcoin News
SPCXB Mulai Terkoreksi, US$140 Jadi Penentu: Bisa Turun Lagi ke US$135?
SPCXB sendiri masih berada tidak jauh dari support psikologis US$140.
Jika level tersebut bertahan, harga berpotensi kembali bergerak dalam rentang US$140-US$150.
SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) mulai kehilangan sebagian momentum setelah mencatat reli kuat sepanjang Agustus. Dalam snapshot pasar terbaru, SPCXB turun sekitar 0,73% dalam 24 jam ke US$141,55, meski koreksinya masih lebih ringan dibandingkan Bitcoin yang melemah sekitar 1%.
Tekanan muncul ketika sentimen risk-off kembali menyelimuti pasar global akibat meningkatnya ketegangan Amerika Serikat-Iran, lonjakan harga minyak, dan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat membuat suku bunga bertahan tinggi.
Bitcoin sempat turun ke sekitar US$77.600 pada 2 September 2026 setelah reli hampir 25% sepanjang Agustus, seiring investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Dilaporkan CoinMarketCap, SPCXB sendiri masih berada tidak jauh dari support psikologis US$140. Jika level tersebut bertahan, harga berpotensi kembali bergerak dalam rentang US$140-US$150. Namun, kehilangan US$140 dapat membuka risiko koreksi menuju US$135.
Daftar Isi
Harga Minyak Melonjak, Risk Asset Tertekan
Faktor utama yang membayangi pasar berasal dari meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Iran kembali melakukan serangkaian serangan pada awal September, meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Harga Brent sempat bergerak di sekitar US$94-US$95 per barel pada 2 September, sementara WTI berada di sekitar US$90. Kenaikan tersebut terjadi setelah eskalasi serangan meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran lalu lintas minyak global.
Dampaknya menyebar ke berbagai kelas aset.
Harga minyak yang tinggi dapat meningkatkan tekanan inflasi. Pada saat bersamaan, yield obligasi pemerintah AS ikut meningkat, sehingga pasar mulai kembali memperhitungkan risiko kebijakan moneter yang lebih ketat.
Pada 1 September, indeks S&P 500 turun 0,7%, Nasdaq melemah 1%, sementara yield Treasury AS tenor 10 tahun naik hingga sekitar 4,79%.
Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang kurang bersahabat bagi aset berisiko, termasuk kripto dan produk saham tokenisasi.
Baca juga: SpaceX Masuk Nasdaq-100, Saham SPCX Bisa Tembus US$180?
Bitcoin Turun ke Area US$77.000
Bitcoin ikut terkena tekanan.
BTC turun sekitar 1,4% menuju US$77.670 pada perdagangan awal 2 September, setelah sebelumnya sempat kembali mendekati US$80.000.
Koreksi Bitcoin memperlihatkan bahwa reli besar sepanjang Agustus mulai berhadapan dengan kondisi makro yang lebih sulit.
CoinDesk mencatat pelemahan bahkan lebih besar terjadi pada aset berisiko tinggi seperti Solana, yang turun lebih dari 3%, sementara BTC hanya melemah sekitar 1%. Pola tersebut menunjukkan investor cenderung lebih dahulu memangkas aset dengan beta dan volatilitas tinggi ketika sentimen memburuk.
SPCXB juga mengalami koreksi, tetapi penurunannya masih relatif terbatas.
Hal tersebut menunjukkan token ini belum mengalami tekanan sebesar sebagian besar aset kripto, meski tetap terpapar perubahan sentimen pasar global.
SPCXB Masih Naik Tajam dalam Sebulan
Koreksi terbaru juga perlu dilihat setelah reli besar SPCXB sepanjang Agustus.
Dalam data yang diberikan, harga masih mencatat kenaikan sekitar 30,65% dalam 30 hari. Setelah reli sebesar itu, aksi ambil untung menjadi salah satu risiko yang semakin besar ketika sentimen pasar berubah.

Data CoinGecko memperlihatkan SPCXB berada di kisaran US$135 pada 23-24 Agustus, kemudian meningkat hingga US$143,39 pada akhir bulan sebelum kembali bergerak di sekitar US$142 pada awal September.
Volume perdagangan juga meningkat tajam.
Dalam snapshot terbaru, volume SPCXB melonjak sekitar 66% menjadi US$47,4 juta.
Lonjakan volume tidak otomatis berarti investor sedang menjual. Namun, kombinasi peningkatan aktivitas dengan harga yang mulai terkoreksi menunjukkan terjadi perputaran posisi yang lebih agresif setelah reli Agustus.
CoinGecko juga mencatat volume pada 2 September telah melampaui US$43 juta, hampir dua kali volume hari sebelumnya sekitar US$23 juta.
SPCXB Berbeda dari Altcoin Biasa
Meski diperdagangkan melalui infrastruktur kripto, SPCXB memiliki struktur yang berbeda dari token biasa.
Dokumentasi bStocks menjelaskan SPCXB merupakan tokenized security yang memberikan eksposur ekonomi terhadap underlying SpaceX. Token tersebut didukung aset underlying yang dimiliki issuer dan dapat diperdagangkan secara on-chain 24/7. Namun, pemegang SPCXB tidak secara langsung menjadi pemegang saham SpaceX.
Karena itu, pergerakan SPCXB dapat dipengaruhi beberapa faktor sekaligus.
Selain sentimen kripto dan kondisi likuiditas global, valuasi SpaceX serta perkembangan bisnis perusahaan juga dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap token tersebut.
Namun, belum terlihat katalis negatif baru dari SpaceX yang secara jelas menjelaskan koreksi 24 jam terbaru.
Dengan demikian, pelemahan saat ini lebih konsisten dengan tekanan makro dan normalisasi setelah reli kuat, bukan perubahan fundamental spesifik SpaceX.
US$140 Jadi Pertahanan Utama
Dari sisi teknikal, US$140 menjadi level terpenting untuk pergerakan SPCXB dalam jangka pendek.
Harga telah beberapa kali berinteraksi dengan area tersebut sejak akhir Agustus.
Pada 30 Agustus, harga ditutup sekitar US$140,12. Sehari kemudian SPCXB melonjak menuju US$143,39, sebelum kembali berada di sekitar US$142 pada awal September.
Data Investing.com juga menunjukkan harga sempat mencapai low sekitar US$141,27 pada 1 September, sehingga US$140 kembali menjadi support psikologis terdekat.
Jika buyer mampu mempertahankan level tersebut dan kondisi pasar global mulai stabil, SPCXB berpotensi berkonsolidasi di kisaran US$140-US$150.
Area US$150 kemudian menjadi resistance psikologis berikutnya.
Namun, jika US$140 ditembus secara meyakinkan, tekanan profit taking dapat meningkat dan membawa harga menuju US$135.
Level tersebut sebelumnya menjadi area perdagangan SPCXB pada akhir Agustus sebelum reli menuju US$140-an.
Data Tenaga Kerja AS Jadi Ujian Berikutnya
Selain konflik geopolitik, pasar juga menunggu data tenaga kerja Amerika Serikat.
Bureau of Labor Statistics (BLS) dijadwalkan merilis Employment Situation untuk Agustus pada Jumat, 4 September 2026 pukul 08.30 waktu AS bagian timur.
Laporan tersebut akan menjadi salah satu indikator penting bagi ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Jika pasar tenaga kerja ternyata jauh lebih kuat dari perkiraan, investor dapat kembali meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan atau memperketat kebijakan moneternya.
Dalam kondisi harga minyak yang sudah tinggi, kombinasi pasar tenaga kerja kuat dan risiko inflasi dapat semakin menekan aset berisiko.
Sebaliknya, data yang menunjukkan pendinginan ekonomi dapat mengurangi tekanan yield dan memberikan ruang bagi Bitcoin serta aset risk-on untuk melakukan pemulihan.
Apakah SPCXB Bisa Bertahan di US$140?

Prospek jangka pendek SPCXB kini lebih banyak ditentukan oleh kondisi eksternal dibandingkan katalis SpaceX spesifik.
Setelah reli lebih dari 30% dalam sebulan, koreksi sekitar 0,7% masih tergolong terbatas. Namun, lonjakan volume menunjukkan pasar sedang aktif melakukan reposisi ketika kondisi makro berubah.
US$140 menjadi level utama yang perlu dipertahankan.
Jika Bitcoin kembali stabil dan ketegangan geopolitik tidak semakin memburuk, SPCXB berpotensi bergerak dalam rentang US$140-US$150.
Sebaliknya, penutupan harian secara konsisten di bawah US$140 dapat membuka koreksi menuju US$135, terutama jika harga minyak tetap tinggi, yield Treasury kembali naik, dan data tenaga kerja AS memperkuat kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat.
Untuk sementara, koreksi SPCXB lebih terlihat sebagai kombinasi risk-off global dan profit taking setelah reli besar, bukan perubahan fundamental pada SpaceX.
Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy5 days agoRiset Kripto 24-27 Agustus 2026: Market Cap Altcoin Naik
-
Ethereum News7 days agoBenjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming
-
Altcoin News5 days agoENA Naik 2 Kali Lipat, Fee Switch Bisa Dorong Harga ke US$0,24?
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 28 Agustus 2026: BTC Uji Level $80.000

