Connect with us

Altcoin News

SPCXB Turun Tipis Saat Saham SpaceX Naik, Starship Jadi Katalis Berikutnya

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) mencatat penurunan 0,67% dalam 24 jam ke level US$149,15, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Tivan

Published

on

SpaceX

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) melemah 0,67% ke US$149,15 dalam 24 jam di tengah tekanan pasar kripto. Namun, saham SpaceX justru menguat di Wall Street, sementara perkembangan Starship dan bisnis komputasi AI memberikan katalis fundamental baru bagi perusahaan.

SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) mencatat penurunan 0,67% dalam 24 jam ke level US$149,15, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Pelemahan tersebut berlangsung ketika kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,07% dan Bitcoin melemah sekitar 0,76%. Volume perdagangan SPCXB juga merosot sekitar 58% menjadi US$14,67 juta, menunjukkan aktivitas transaksi ikut menurun.

Menariknya, saham acuan Space Exploration Technologies Corp. (NASDAQ: SPCX) justru bergerak ke arah sebaliknya.

Dilaporkan CoinMarketCap, saham SpaceX ditutup naik 2,04% ke US$151,21 pada 11 September, setelah sehari sebelumnya menguat 0,43%. Setelah jam perdagangan, saham berada di sekitar US$150,28.

Perbedaan tersebut menunjukkan penurunan SPCXB saat ini lebih banyak mencerminkan tekanan jangka pendek di pasar aset digital dan berkurangnya aktivitas perdagangan dibandingkan perubahan fundamental SpaceX.

SPCXB Bergerak di Bawah Saham SpaceX

Sebagai saham tokenisasi, SPCXB memberikan eksposur ekonomi terhadap pergerakan saham SpaceX.

Namun, perdagangan SPCXB dapat tetap berlangsung ketika Nasdaq sudah tutup. Perbedaan jam perdagangan dan kedalaman likuiditas dapat menyebabkan harga saham tokenisasi bergerak sementara di atas atau di bawah saham acuannya.

Kondisi tersebut terlihat sekarang. SPCXB berada di sekitar US$149,15, sementara saham SpaceX terakhir ditutup di US$151,21.

Baca juga: Apa Itu $SPCX, Saham dari SpaceX?

Ketika pasar kripto sedang melemah, investor aset digital juga dapat mengurangi kepemilikan saham tokenisasi meskipun saham acuannya masih menguat.

Karena itu, perbedaan harga sementara dapat muncul sebelum proses pembentukan harga kembali menyesuaikan ketika Wall Street dibuka.

Starship Jadi Katalis Besar Berikutnya

Di luar pergerakan jangka pendek, perhatian investor SpaceX kini tertuju pada pengembangan Starship.

SpaceX baru menyelesaikan misi Starlink ke-80 sepanjang 2026 menggunakan Falcon 9. Perusahaan secara bertahap berencana mengalihkan semakin banyak peluncuran Starlink ke Starship karena roket generasi baru tersebut mampu membawa muatan lebih besar dengan biaya yang lebih efisien.

SpaceX juga tengah mempersiapkan penerbangan Starship ke-14.

Chief Financial Officer SpaceX Bret Johnsen mengatakan penerbangan tersebut direncanakan membawa satelit Starlink V3 generasi berikutnya dan menjadi salah satu langkah penting menuju penggunaan Starship untuk misi komersial.

Starship menjadi sangat penting karena kemampuan penggunaan kembali secara penuh dapat menekan biaya peluncuran dan meningkatkan jumlah muatan yang dapat dikirim ke orbit.

Pivotal Research memperkirakan keberhasilan SpaceX mencapai penggunaan kembali penuh Starship dapat menjadi salah satu faktor terbesar yang meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

Bisnis AI SpaceX Mulai Membesar

SpaceX juga semakin memperluas bisnis di luar roket dan layanan internet satelit.

Perusahaan baru mengungkap kontrak komputasi AI dengan pelanggan yang tidak disebutkan namanya senilai sekitar US$1,1 miliar per bulan, atau sekitar US$13 miliar jika dihitung selama satu tahun penuh.

SpaceX sebelumnya juga memiliki sejumlah kesepakatan besar terkait kapasitas komputasi dengan perusahaan teknologi dan pelanggan institusional.

CFO SpaceX mengatakan perusahaan menargetkan tingkat pendapatan tahunan berulang atau annual recurring revenue sekitar US$100 miliar pada akhir 2026, dengan bisnis komputasi AI menjadi salah satu pendorong utama.

Perusahaan bahkan sedang mengembangkan konsep komputasi AI berbasis orbit melalui satelit yang direncanakan mulai diluncurkan menggunakan Starship pada 2027.

Perkembangan tersebut membuat SpaceX semakin memiliki tiga sumber pertumbuhan besar: peluncuran antariksa, Starlink, dan infrastruktur AI.

Kontrak Pemerintah Perkuat Bisnis Peluncuran

Bisnis inti SpaceX juga tetap menunjukkan aktivitas tinggi.

Pada 10 September, perusahaan berhasil meluncurkan misi rahasia USSF-153 untuk Angkatan Antariksa Amerika Serikat menggunakan Falcon 9.

Misi tersebut merupakan penerbangan Falcon 9 ke-104 sepanjang 2026. Roket tahap pertamanya juga berhasil kembali mendarat setelah menjalani penerbangan ke-27.

Kontrak pemerintah dan pertahanan menjadi bagian penting dalam bisnis SpaceX karena memberikan sumber pendapatan selain layanan komersial Starlink.

Perkembangan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penurunan SPCXB dalam 24 jam terakhir tidak berlangsung di tengah memburuknya aktivitas operasional perusahaan.

Volume SPCXB Turun 58%

Meski fundamental SpaceX masih memiliki sejumlah katalis, aktivitas SPCXB justru mendingin.

Volume perdagangan 24 jam turun sekitar 58% menjadi US$14,67 juta.

Penurunan volume menunjukkan minat transaksi jangka pendek melemah dibandingkan periode sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, kenaikan harga biasanya membutuhkan masuknya kembali aktivitas pembelian yang lebih besar.

Likuiditas saham tokenisasi juga lebih tipis dibandingkan perdagangan saham SpaceX di Nasdaq. Saham SPCX sendiri mencatat volume hampir 79,3 juta saham pada 11 September.

Karena itu, SPCXB dapat mengalami pergerakan yang lebih tajam ketika terjadi perubahan permintaan dalam waktu singkat.

US$145 Jadi Area Penopang Penting

Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, area US$145 menjadi level penopang penting bagi SPCXB.

Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, SPCXB berpeluang bergerak mendatar di kisaran US$147–US$152 dan mencoba kembali mendekati US$155 jika aktivitas perdagangan meningkat.

Area tersebut juga sejalan dengan rentang perdagangan saham SpaceX dalam beberapa sesi terakhir.

Pada 11 September, SPCX bergerak antara US$145,92 hingga US$151,85 sebelum ditutup di US$151,21.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$145 dapat menunjukkan tekanan jual semakin kuat dan membuka ruang koreksi lebih lanjut.

The Fed Tetap Jadi Risiko Jangka Pendek

Perhatian pasar global berikutnya tertuju pada keputusan Federal Reserve pada 16 September 2026.

Wall Street memang rebound pada 11 September, dengan S&P 500 naik 0,9%, Nasdaq 1%, dan Dow Jones 1%. Namun, pasar obligasi menunjukkan ekspektasi kenaikan suku bunga masih meningkat.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan minat terhadap aset berisiko, termasuk saham perusahaan dengan valuasi tinggi maupun pasar kripto.

Bagi SPCXB, kondisi tersebut menciptakan dua pengaruh sekaligus. Kebijakan The Fed dapat memengaruhi saham SpaceX sebagai saham pertumbuhan, sekaligus memengaruhi sentimen pasar kripto tempat saham tokenisasi diperdagangkan.

Secara jangka pendek, prospek SPCXB masih netral hingga cenderung positif selama US$145 mampu dipertahankan.

Pelemahan terbaru lebih mencerminkan tekanan pasar aset digital dan berkurangnya volume perdagangan dibandingkan perubahan fundamental SpaceX. Dengan Starship, pertumbuhan Starlink, kontrak pemerintah, dan ekspansi bisnis AI, saham SpaceX tetap memiliki sejumlah katalis yang dapat menentukan arah SPCXB berikutnya.

Baca juga: Tokenized Stocks vs Saham Tradisional: Apa Perbedaannya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending