Connect with us

Altcoin News

Palantir Perluas Bisnis AI Bersama Nvidia, PLTRB Menguat 1,8%

Palantir Technologies (NASDAQ: PLTR) menutup perdagangan 11 September di US$167,21 atau naik 0,81%, setelah sehari sebelumnya terkoreksi 2,16%.

Tivan

Published

on

Palantir

Palantir Tokenized bStocks (PLTRB) menguat 1,80% ke US$168,36 dalam 24 jam. Selain pertumbuhan pasar saham tokenisasi, Palantir mendapat katalis dari perluasan kerja sama AI dengan Nvidia dan kontrak produksi sistem pertahanan TITAN dari Angkatan Darat AS.

Palantir Tokenized bStocks (PLTRB) mencatat kenaikan 1,80% dalam 24 jam ke level US$168,36, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Dilaporkan CoinMarketCap, penguatan tersebut sedikit mengungguli pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 1,11%, sementara Bitcoin bertambah sekitar 1,27%.

Namun, pergerakan PLTRB juga cukup dekat dengan saham acuannya. Palantir Technologies (NASDAQ: PLTR) menutup perdagangan 11 September di US$167,21 atau naik 0,81%, setelah sehari sebelumnya terkoreksi 2,16%.

Kondisi tersebut menunjukkan kenaikan PLTRB tidak hanya berasal dari sentimen pasar kripto. Perkembangan bisnis Palantir sendiri memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pergerakan harga.

Palantir dan Nvidia Perluas Kerja Sama AI

Salah satu perkembangan terbaru datang dari kerja sama Palantir dengan Nvidia.

Pada 10 September, kedua perusahaan mengumumkan kolaborasi untuk membangun sistem AI berdaulat untuk rantai pasok, yang menggabungkan model terbuka Nvidia Nemotron dengan Foundry dan Artificial Intelligence Platform milik Palantir.

Teknologi tersebut bahkan pertama kali diterapkan pada rantai pasok Nvidia sendiri untuk membantu perusahaan memantau ketersediaan komponen, kapasitas produksi, hambatan operasional, dan berbagai keputusan penting lainnya.

Kerja sama ini menarik karena menunjukkan produk AI Palantir mulai digunakan bukan hanya sebagai perangkat analisis data, tetapi juga untuk mengelola proses operasional perusahaan besar secara langsung.

Jika implementasinya berhasil, model serupa dapat ditawarkan kepada perusahaan lain di sektor manufaktur, farmasi, teknologi, ritel, hingga pemerintahan.

Hal tersebut berpotensi memperluas pasar komersial Palantir di luar basis pelanggan pemerintah yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.

Baca juga: Saham Microsoft Naik, MSFTB Justru Turun di Tengah Tekanan Pasar Crypto

Kontrak Angkatan Darat AS Masuk Tahap Produksi

Palantir juga mendapat dukungan dari bisnis pemerintah.

Angkatan Darat Amerika Serikat pada akhir Agustus resmi membawa program Tactical Intelligence Targeting Access Node (TITAN) dari tahap purwarupa menuju produksi.

Nilai keseluruhan pesanan produksi awal mencapai US$192 juta, dengan sekitar US$127 juta diberikan kepada Palantir dan US$65 juta kepada Anduril.

Palantir akan memimpin produksi dan integrasi delapan sistem TITAN awal yang dijadwalkan dikirim dalam 18 bulan ke depan.

TITAN dirancang untuk menggabungkan berbagai sumber data seperti satelit dan sensor agar dapat membantu militer mengambil keputusan dengan lebih cepat.

Masuknya proyek tersebut ke tahap produksi memperlihatkan bahwa teknologi Palantir mulai bergerak dari pengujian menjadi penggunaan operasional dalam skala yang lebih besar.

Pendapatan Palantir Melonjak 93%

Fundamental perusahaan juga masih menunjukkan pertumbuhan tinggi.

Pada kuartal II 2026, pendapatan Palantir mencapai US$1,94 miliar atau melonjak 93% secara tahunan.

Pendapatan dari pelanggan komersial di Amerika Serikat tumbuh lebih cepat lagi, yakni 149% menjadi US$764 juta, sementara pendapatan pemerintah AS meningkat 90% menjadi US$809 juta.

Perusahaan juga mencatat 220 kontrak bernilai sedikitnya US$1 juta selama kuartal tersebut. Dari jumlah itu, 73 kontrak memiliki nilai minimal US$10 juta.

Palantir kemudian menaikkan perkiraan pendapatan tahun penuh 2026 menjadi sekitar US$8,15 miliar, dengan pendapatan komersial AS diproyeksikan tumbuh setidaknya 134%.

Data tersebut menunjukkan permintaan terhadap platform AI Palantir masih berkembang cepat, khususnya dari perusahaan swasta di AS.

Saham Tokenisasi Ikut Catat Pertumbuhan

Di luar fundamental Palantir, PLTRB juga mendapat dukungan dari pertumbuhan pasar saham tokenisasi secara keseluruhan.

Nilai saham tokenisasi di jaringan Solana mencapai rekor sekitar US$684 juta pada September, sementara jumlah alamat pemegangnya telah melampaui 800.000. Jumlah tersebut meningkat sekitar 88% sejak awal bulan.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin banyak investor menggunakan blockchain untuk memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan publik.

Bagi PLTRB, meningkatnya penggunaan saham tokenisasi berpotensi menambah akses dan aktivitas perdagangan.

Namun, saham PLTR tetap menjadi acuan utama nilainya. Perdagangan selama 24 jam dapat menyebabkan perbedaan harga sementara, tetapi fundamental Palantir pada akhirnya tetap menjadi faktor yang lebih penting dalam menentukan arah jangka panjang.

US$165 Jadi Area Penopang PLTRB

Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, US$165 menjadi area penopang penting bagi PLTRB.

Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang untuk kembali menguji area US$172 masih terbuka.

Jika tekanan beli meningkat dan US$172 berhasil ditembus, perhatian dapat bergeser menuju area yang lebih tinggi.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$165 dapat menandakan momentum mulai melemah dan membuka ruang koreksi menuju sekitar US$160.

Pergerakan saham Palantir juga perlu terus diperhatikan. Saham PLTR terakhir bergerak dalam rentang US$165,40–US$168,60 sebelum ditutup di US$167,21, sehingga level harga PLTRB saat ini masih relatif dekat dengan saham acuannya.

The Fed Jadi Ujian Berikutnya

Faktor berikutnya datang dari kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Federal Reserve akan menggelar rapat pada 15–16 September 2026, dengan keputusan kebijakan dijadwalkan diumumkan pada 16 September pukul 14.00 waktu AS bagian timur.

Perubahan suku bunga dapat memengaruhi valuasi perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi seperti Palantir sekaligus minat investor terhadap pasar kripto.

Karena itu, PLTRB menghadapi dua pengaruh dalam jangka pendek: pergerakan saham Palantir dan perubahan minat terhadap aset berisiko setelah keputusan The Fed.

Secara keseluruhan, prospek PLTRB masih cenderung positif selama area US$165 mampu dipertahankan.

Pertumbuhan pasar saham tokenisasi memberikan dukungan tambahan, tetapi cerita yang lebih kuat saat ini berasal dari Palantir sendiri. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi, perluasan kerja sama dengan Nvidia, dan masuknya TITAN ke tahap produksi menunjukkan bisnis AI Palantir terus memperluas penggunaan komersial maupun pemerintah.

Baca juga: CryptoQuant: Data Demand Tunjukkan Bear Market Mungkin Sudah Selesai


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending