Connect with us

Altcoin News

Permintaan AI AMD Tetap Kuat, AMDB Naik 3,18% Saat Bitcoin Melemah

Advanced Micro Devices (NASDAQ: AMD) juga mulai menunjukkan pemulihan. Saham AMD ditutup naik 2,19% ke US$504,20 pada 15 September, setelah sehari sebelumnya terkoreksi 4,40% ke US$493,41.

Tivan

Published

on

Advanced Micro Devices Tokenized bStocks (AMDB) menguat 3,18% ke US$516,82 dalam 24 jam meski Bitcoin melemah. Pemulihan saham AMD, permintaan cip AI yang masih tinggi, dan pertumbuhan pasar saham tokenisasi menjadi penopang utama menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Advanced Micro Devices Tokenized bStocks (AMDB) mencatat kenaikan 3,18% dalam 24 jam ke US$516,82, berdasarkan data pasar yang digunakan.

Dilaporkan CoinMarketCap, penguatan tersebut terjadi ketika Bitcoin justru turun sekitar 1,48%, menunjukkan AMDB kali ini tidak sekadar mengikuti arah pasar kripto secara umum.

Dari pasar saham, Advanced Micro Devices (NASDAQ: AMD) juga mulai menunjukkan pemulihan. Saham AMD ditutup naik 2,19% ke US$504,20 pada 15 September, setelah sehari sebelumnya terkoreksi 4,40% ke US$493,41.

Pergerakan tersebut memberikan dasar yang lebih konkret bagi kenaikan AMDB dibandingkan jika hanya dikaitkan dengan euforia saham tokenisasi.

Permintaan Produk AMD Masih Lampaui Pasokan

Sentimen terhadap AMD mendapat dukungan setelah Piper Sandler kembali mempertahankan rekomendasi Overweight dengan target harga US$600.

Pandangan tersebut muncul setelah pertemuan menjelang periode tenang laporan keuangan kuartal III AMD. Menurut Piper Sandler, pengembangan berbagai produk AMD masih berjalan sesuai rencana, termasuk server Helios, CPU Venice, serta produk GPU perusahaan.

Yang lebih penting, permintaan disebut masih lebih tinggi dibandingkan pasokan yang tersedia di berbagai lini produk.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi bisnis pusat data AMD, khususnya ketika perusahaan sedang meningkatkan produksi GPU Instinct dan memperluas kehadirannya dalam infrastruktur AI.

Piper Sandler sebelumnya memperkirakan pendapatan AMD dapat tumbuh rata-rata sekitar 50% per tahun dari tahun fiskal 2026 hingga 2030, sementara laba per saham diproyeksikan tumbuh sekitar 65% per tahun pada periode yang sama.

Proyeksi analis tentu bukan jaminan kinerja masa depan, tetapi menggambarkan tingginya ekspektasi terhadap ekspansi bisnis AI AMD.

Baca juga: Apa Itu $AMD, Saham dari Advanced Micro Devices?

Bisnis Pusat Data Tumbuh Lebih dari Dua Kali Lipat

Fundamental AMD juga masih menunjukkan pertumbuhan kuat.

Pada kuartal II 2026, pendapatan segmen pusat data mencapai US$6,7 miliar atau naik 107% secara tahunan dari sekitar US$3,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama didorong permintaan prosesor EPYC serta peningkatan pengiriman GPU AMD Instinct.

AMD juga sedang memperbesar taruhan pada generasi berikutnya melalui MI450 dan sistem Helios, yang ditujukan untuk kebutuhan komputasi AI dalam skala besar.

Perusahaan telah menjalin kerja sama besar dengan sejumlah pemain AI dan komputasi awan. OpenAI dan Meta masing-masing memiliki rencana untuk menggunakan hingga 6 gigawatt GPU pusat data AMD, sementara Anthropic berencana menerapkan hingga 2 gigawatt GPU MI450 melalui sistem Helios.

Microsoft juga berencana menggunakan sistem Helios dan CPU EPYC generasi terbaru AMD dalam skala besar melalui Azure.

Perkembangan tersebut membuat arah saham AMD semakin erat dengan pertumbuhan belanja infrastruktur AI global.

Kekhawatiran Perlambatan AI Mulai Mereda

AMD sebelumnya ikut terdampak aksi jual saham terkait AI pada 14 September.

Saham AMD turun 4,4% setelah sejumlah pemimpin industri teknologi menyerukan pendekatan yang lebih hati-hati terhadap pengembangan AI, memunculkan kekhawatiran bahwa pembangunan infrastruktur dapat ikut melambat.

Namun, saham-saham cip mulai rebound pada sesi berikutnya.

Sejumlah pelaku pasar menilai kebutuhan infrastruktur AI masih tinggi karena pertumbuhan penggunaan AI tidak hanya datang dari pelatihan model besar, tetapi juga dari inferensi, AI perusahaan, hingga aplikasi AI yang berjalan secara langsung di berbagai perangkat dan sistem.

Bagi AMD, perdebatan tersebut menjadi penting karena valuasi perusahaan sangat bergantung pada ekspektasi bahwa investasi pusat data dan komputasi AI akan terus berkembang.

Pemulihan saham AMD pada 15 September menunjukkan pasar mulai kembali mempertimbangkan fundamental permintaan tersebut.

AMDB Bergerak di Atas Harga Saham AMD

AMDB saat ini berada di sekitar US$516,82, sementara saham AMD terakhir ditutup pada US$504,20.

Selisih tersebut dapat muncul karena AMDB tetap dapat diperdagangkan ketika Nasdaq sedang tutup. Perbedaan jam perdagangan, likuiditas, dan sentimen pasar dapat membuat harga saham tokenisasi untuk sementara berada di atas atau di bawah harga penutupan saham acuannya.

Namun, AMD tetap menjadi acuan utama nilai AMDB.

Ketika perdagangan Wall Street kembali aktif, pergerakan saham AMD dapat membantu mempersempit selisih harga tersebut.

Karena itu, kenaikan AMDB sebesar 3,18% tidak bisa langsung dianggap sebagai bukti masuknya arus modal baru hanya berdasarkan pergerakan harga.

Sebagian kenaikannya juga dapat mencerminkan pembentukan harga terhadap saham AMD di luar jam perdagangan reguler AS.

Saham Tokenisasi Tetap Jadi Katalis Tambahan

Momentum sektor saham tokenisasi tetap memberikan dukungan.

Binance Research mencatat kapitalisasi pasar aktif saham tokenisasi telah melonjak 314% sejak awal tahun menjadi sekitar US$4 miliar per 9 September.

Volume perdagangan bulanan juga meningkat dari US$237 juta pada Januari menjadi US$7,9 miliar pada Agustus.

Distribusi pasar juga berubah cepat.

bStocks dan saham tokenisasi Robinhood secara gabungan hanya menyumbang 0,8% dari volume penerbit yang dipantau pada Juni. Porsinya meningkat menjadi 82,3% pada Agustus dan mencapai 87,8% sepanjang September hingga 9 September.

AMDB sendiri mulai diperdagangkan melalui pasangan AMDB/USDT pada Binance pada 23 Juni dan kemudian ditambahkan sebagai aset yang dapat digunakan sebagai agunan dalam sejumlah layanan margin.

Perkembangan tersebut menunjukkan saham tokenisasi mulai bergerak dari sekadar produk yang mengikuti harga saham menuju aset yang memiliki penggunaan lebih luas di ekosistem berbasis blockchain.

AMDB Bukan Kepemilikan Langsung Saham AMD

Struktur produknya tetap perlu diperhatikan.

bStocks diterbitkan oleh BTech Holdings Limited dan diklasifikasikan sebagai sertifikat yang merepresentasikan instrumen keuangan tertentu.

AMDB memberikan eksposur ekonomi terhadap saham AMD yang menjadi acuannya, tetapi pemegang AMDB tidak secara langsung menjadi pemegang saham AMD dan tidak memperoleh hak perusahaan seperti hak suara.

Binance menyediakan mekanisme konversi 1:1 antara saham yang menjadi acuan dan bStocks bagi pengguna yang memenuhi ketentuan.

Artinya, selain risiko pergerakan saham AMD, AMDB juga membawa risiko tambahan dari struktur penerbit, likuiditas, ketersediaan platform, dan aturan berdasarkan yurisdiksi.

US$500 Jadi Area Penopang Penting

Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, area US$500 menjadi level penopang penting bagi AMDB.

Level tersebut juga relevan bagi saham AMD. Pada perdagangan 15 September, saham AMD bergerak dalam rentang US$497,51 hingga US$513,67 sebelum ditutup di US$504,20.

Selama AMDB mampu bertahan di atas US$500, momentum positif masih membuka peluang untuk menguji area US$525–US$530.

Jika area US$530 berhasil ditembus dengan aktivitas perdagangan yang tetap tinggi, momentum dapat berlanjut ke level yang lebih tinggi.

Sebaliknya, penurunan kembali di bawah US$500 dapat menjadi tanda melemahnya permintaan jangka pendek.

Area US$490–US$495 kemudian menjadi zona berikutnya yang perlu diperhatikan sebelum risiko koreksi menuju level lebih rendah meningkat.

Keputusan The Fed Jadi Ujian Berikutnya

Pasar kini menunggu hasil rapat Federal Reserve pada 16 September pukul 14.00 waktu AS bagian timur, atau sekitar 17 September pukul 01.00 WIB. Konferensi pers dijadwalkan 30 menit setelah pengumuman keputusan.

Keputusan tersebut penting bagi AMD karena saham teknologi dengan valuasi tinggi cenderung sensitif terhadap perubahan suku bunga dan imbal hasil obligasi.

Pasar saham AS sendiri masih berada di bawah tekanan menjelang keputusan tersebut. Pada 15 September, Nasdaq turun 0,8%, sementara S&P 500 melemah 0,4%.

Karena itu, AMDB menghadapi dua kekuatan yang berlawanan dalam jangka pendek: permintaan AI AMD yang masih kuat dan risiko tekanan ekonomi makro dari kebijakan The Fed.

Secara keseluruhan, prospek AMDB masih cenderung positif tetapi volatil selama harga mampu bertahan di atas US$500.

Kenaikan 3,18% kali ini tidak hanya berasal dari momentum saham tokenisasi. Rebound saham AMD, permintaan CPU dan GPU yang masih melampaui pasokan, serta pertumbuhan bisnis pusat data sebesar 107% memberikan dukungan fundamental yang lebih kuat.

Namun, karena AMDB sudah berada di atas penutupan terakhir saham AMD, respons saham acuannya setelah keputusan The Fed akan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah harga dapat melanjutkan pergerakan menuju US$530.

Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending