Altcoin News
Nebius Naikkan Harga GPU AI, NBISB Melonjak 8,69%
Penguatan tersebut jauh melampaui kenaikan pasar secara umum sekitar 1,65%. Kali ini, pergerakan NBISB juga memiliki katalis langsung dari perusahaan yang menjadi acuannya, Nebius Group.
Nebius Tokenized bStocks (NBISB) menguat 8,69% ke US$230,43 dalam 24 jam setelah Nebius menaikkan tarif sejumlah layanan GPU AI mulai 1 Oktober. Langkah tersebut dipandang pasar sebagai sinyal kuatnya permintaan komputasi AI dan kemampuan perusahaan meningkatkan harga.
Nebius Tokenized bStocks (NBISB) mencatat kenaikan 8,69% dalam 24 jam ke level US$230,43, berdasarkan data pasar yang digunakan.
Dilaporkan CoinMarketCap, penguatan tersebut jauh melampaui kenaikan pasar secara umum sekitar 1,65%. Kali ini, pergerakan NBISB juga memiliki katalis langsung dari perusahaan yang menjadi acuannya, Nebius Group (NASDAQ: NBIS).
Saham Nebius melonjak sekitar 9% pada perdagangan sebelum pembukaan pasar AS pada 17 September, setelah perusahaan dilaporkan memberi tahu pelanggan mengenai kenaikan tarif layanan komputasi AI mulai 1 Oktober 2026. Sejumlah laporan bahkan mencatat kenaikan saham sempat mencapai sekitar 11%.
Kondisi tersebut membuat kenaikan NBISB lebih tepat dikaitkan dengan prospek bisnis Nebius daripada sekadar euforia pasar saham tokenisasi.
Daftar Isi
Harga GPU AI Naik Hingga Sekitar 20%
Nebius dilaporkan menaikkan tarif layanan komputasi berbasis GPU NVIDIA untuk sejumlah produk utama, termasuk H100, H200, B200, dan B300.
Menurut laporan pasar, kenaikannya berada di kisaran 17%–21%, tergantung jenis GPU, dengan perubahan mulai berlaku pada 1 Oktober. Tarif layanan berbasis CPU AMD EPYC juga disebut mengalami kenaikan.
Langkah tersebut mendapat respons positif karena menunjukkan Nebius memiliki ruang untuk menaikkan harga ketika permintaan komputasi AI masih tinggi.
Bahkan H100—GPU generasi yang sudah beberapa tahun tersedia—masih memiliki permintaan cukup kuat untuk mendukung kenaikan tarif. Hal ini menjadi indikasi bahwa pasokan komputasi AI berkinerja tinggi masih relatif ketat dibandingkan kebutuhan pasar.
Namun, dampaknya terhadap pendapatan tidak harus muncul secara langsung.
Sebagian pelanggan perusahaan penyedia infrastruktur AI menggunakan kontrak jangka panjang dengan tarif yang sudah disepakati. Karena itu, kenaikan harga layanan berdasarkan penggunaan langsung kemungkinan membutuhkan waktu sebelum sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan.
Baca juga: Intel Jajaki Kerja Sama dengan SK Hynix, INTCB Tembus US$100
Harga Resmi Saat Ini Masih Gunakan Tarif Lama

Halaman harga resmi Nebius yang tersedia saat ini masih mencantumkan tarif berdasarkan penggunaan langsung sebesar US$3,85 per jam untuk H100, US$4,50 untuk H200, US$7,15 untuk B200, dan US$7,85 untuk B300.
Nebius juga menawarkan potongan harga hingga 35% bagi pelanggan yang memesan klaster komputasi dalam jumlah besar untuk beberapa bulan.
Menariknya, kenaikan tarif mulai 1 Oktober belum diumumkan melalui newsroom resmi perusahaan pada saat artikel ini disusun.
Siaran pers terbaru Nebius masih berkaitan dengan kerja sama bersama Palantir pada 8 September. Karena itu, informasi kenaikan tarif lebih tepat disebut sebagai pemberitahuan kepada pelanggan yang telah dilaporkan media, bukan pengumuman publik melalui siaran pers perusahaan.
Pendapatan Nebius Sudah Melonjak 454%
Kemampuan menaikkan harga datang ketika bisnis komputasi AI Nebius sedang tumbuh sangat cepat.
Pada kuartal II 2026, Nebius membukukan pendapatan US$582,3 juta, melonjak 454% dibandingkan US$105,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adjusted EBITDA perusahaan juga berbalik menjadi positif sebesar US$236,2 juta, dibandingkan kerugian US$21 juta setahun sebelumnya.
Namun, ekspansi tersebut membutuhkan investasi sangat besar.
Pembelian properti, peralatan, dan aset tidak berwujud mencapai sekitar US$5,66 miliar hanya dalam kuartal II, mencerminkan besarnya dana yang dibutuhkan untuk membangun pusat data dan menambah kapasitas GPU.
Karena itu, kemampuan meningkatkan tarif menjadi penting.
Jika permintaan tetap tinggi, harga yang lebih besar dapat membantu Nebius menghasilkan lebih banyak pendapatan dari kapasitas komputasi yang sama sekaligus memperbaiki pengembalian atas investasi infrastrukturnya.
Palantir Ikut Perkuat Cerita Pertumbuhan
Katalis Nebius tidak berhenti pada kenaikan harga GPU.
Pada 8 September, Palantir menunjuk Nebius sebagai mitra pilihan untuk infrastruktur AI berdaulat.
Kerja sama tersebut akan mengintegrasikan kapasitas komputasi dan layanan inferensi Nebius ke lingkungan Palantir sehingga pelanggan perusahaan dapat menjalankan model AI dengan kontrol terhadap data, model, dan sumber daya komputasi mereka.
Kedua perusahaan juga berencana mempercepat pembangunan kapasitas AI baru.
Kesepakatan tersebut memperluas jalur distribusi Nebius ke pelanggan perusahaan Palantir dan menjadi salah satu alasan pasar semakin memandang Nebius bukan sekadar penyedia penyewaan GPU, tetapi sebagai bagian dari infrastruktur AI perusahaan.
Kombinasi pertumbuhan pendapatan, kerja sama Palantir, serta kemampuan menaikkan harga GPU memperkuat cerita fundamental saham NBIS.
Saham Nebius Rebound Setelah Koreksi Tajam

Kenaikan terbaru juga terjadi setelah saham Nebius mengalami koreksi cukup besar.
NBIS ditutup di US$209,37 pada 16 September, setelah sebelumnya berada di US$243,88 pada 8 September. Dalam periode tersebut, saham sempat mengalami beberapa sesi penurunan tajam.
Setelah kabar kenaikan tarif muncul, harga melonjak dalam perdagangan di luar jam reguler menuju sekitar US$224 dan kemudian naik lebih lanjut pada perdagangan awal 17 September.
Dengan NBISB berada di US$230,43, harga token saat ini mencerminkan sebagian respons pasar terhadap perkembangan tersebut bahkan ketika proses pembentukan harga saham NBIS masih berlangsung.
Hal ini juga menunjukkan salah satu karakter saham tokenisasi: perdagangan dapat berlangsung di luar jam reguler Nasdaq dan merespons informasi perusahaan lebih cepat.
Namun, dalam jangka panjang saham NBIS tetap menjadi acuan utama nilai NBISB.
bStocks Mulai Digunakan Lebih Aktif sebagai Agunan
Pasar saham tokenisasi juga memberikan faktor pendukung tambahan.
Binance Research mencatat jumlah peminjaman terhadap agunan bStocks meningkat tajam. Pada akhir Juni, nilai pinjaman baru setara sekitar 5,5% dari bStocks yang disimpan sebagai agunan.
Per 10 September, porsinya meningkat menjadi 46,2%, dengan sekitar US$3,1 juta pinjaman terhadap US$6,8 juta agunan.
Perkembangan tersebut menunjukkan saham tokenisasi mulai digunakan tidak hanya untuk mengikuti harga saham, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas keuangan berbasis blockchain.
Binance juga terus menambahkan bStocks baru sebagai aset agunan di Cross Margin, Portfolio Margin, dan Portfolio Margin Pro untuk pengguna yang memenuhi persyaratan.
Namun, faktor tersebut lebih tepat dianggap sebagai katalis pendukung bagi NBISB, bukan penyebab utama kenaikan 8,69% hari ini.
Katalis paling langsung tetap berasal dari Nebius.
The Fed Sudah Naikkan Suku Bunga
Konteks ekonomi makro juga perlu diperbarui.
Federal Reserve pada 16 September sudah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, membawa rentang suku bunga acuan menjadi 3,75%–4,00%.
The Fed menyatakan ekonomi AS masih tumbuh solid, investasi modal tetap kuat, tetapi inflasi masih berada di atas target.
Kebijakan tersebut sempat memberikan tekanan terhadap pasar. Namun, saham-saham AS kembali menunjukkan pemulihan pada 17 September, sementara imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turun kembali ke sekitar 4,95%.
Bagi Nebius, suku bunga tinggi tetap menjadi risiko karena pembangunan pusat data dan pembelian GPU membutuhkan modal dalam jumlah besar.
Perusahaan bahkan baru menghimpun sekitar US$5,75 miliar melalui penerbitan obligasi konversi pada Agustus untuk membantu mendanai ekspansinya.
Karena itu, pertumbuhan pendapatan dan kemampuan menaikkan harga menjadi semakin penting untuk mengimbangi besarnya kebutuhan investasi perusahaan.
US$225 Jadi Area Penopang NBISB
Dari sisi pergerakan harga jangka pendek, area US$225 menjadi level penopang penting bagi NBISB.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, momentum dapat membuka peluang kembali menguji US$240 hingga US$250.
Zona tersebut juga relevan dengan riwayat saham Nebius. NBIS diperdagangkan hingga US$250,27 pada 9 September sebelum mengalami koreksi.
Sebaliknya, penurunan di bawah US$225 dapat meningkatkan risiko aksi ambil untung.
Area US$215 menjadi penopang berikutnya. Jika level tersebut gagal dipertahankan, ruang koreksi menuju psikologis US$200 dapat kembali terbuka.
Namun, faktor terpenting tetap respons saham Nebius terhadap kenaikan harga GPU selama perdagangan reguler AS.
Secara jangka pendek, prospek NBISB masih cenderung positif tetapi volatil.
Kenaikan 8,69% kali ini memiliki katalis fundamental yang lebih jelas daripada pergerakan NBISB sebelumnya. Nebius menunjukkan kemampuan menaikkan tarif komputasi AI sekitar 20% ketika permintaan GPU masih tinggi, sementara pendapatannya sudah tumbuh 454% secara tahunan.
Jika pasar melihat kenaikan harga tersebut sebagai bukti kuatnya permintaan sekaligus peningkatan kemampuan Nebius menghasilkan pendapatan dari kapasitas GPU, NBISB memiliki ruang untuk kembali menguji area US$240–US$250.
Baca juga: CryptoQuant: Data Demand Tunjukkan Bear Market Mungkin Sudah Selesai
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event4 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Market6 days agoSinyal Kripto Hari Ini 11 September 2026. 5 Token dengan Potensi Momentum Positif
-
Academy6 days agoRiset Kripto 7-11 Sept 2026: Bitcoin Tertekan Jelang Data Inflasi AS
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 11 September 2026: Bitcoin Turun di Bawah US$77.500

