Connect with us

Altcoin News

TSLAB Tak Cuma Ikuti Tesla, DeFi Mulai Jadi Penggerak Baru

Tesla Tokenized bStocks (TSLAB) mulai memiliki lebih dari satu faktor penggerak.

Tivan

Published

on

Tesla (TSLAB)

Tesla Tokenized bStocks (TSLAB) memiliki karakter berbeda dari aset kripto biasa. Harganya sangat bergantung pada saham Tesla, tetapi berkembangnya penggunaan tokenized stocks di DeFi mulai memberikan lapisan utilitas baru yang dapat ikut memengaruhi permintaan.

Tesla Tokenized bStocks (TSLAB) mulai memiliki lebih dari satu faktor penggerak.

Di satu sisi, TSLAB tetap mendapatkan eksposur ekonomi terhadap Tesla Inc. (NASDAQ: TSLA). Artinya, laporan keuangan, penjualan kendaraan, perkembangan robotaxi, bisnis energi hingga berbagai pengumuman Tesla masih menjadi faktor fundamental utama.

Namun, di sisi lain, TSLAB kini dapat digunakan di ekosistem decentralized finance (DeFi). Integrasi tersebut membuat aset tokenisasi tidak hanya berfungsi untuk mendapatkan eksposur terhadap harga saham, tetapi mulai dapat digunakan sebagai collateral dalam aktivitas keuangan berbasis blockchain.

Berdasarkan data CoinMarketCap, TSLAB saat ini diperdagangkan di kisaran 376 dollar AS, dengan kapitalisasi pasar sekitar 19,8 juta dollar AS dan lebih dari 76.000 holder.

TSLAB Masuk DeFi, Bisa Jadi Collateral

Salah satu perkembangan penting datang dari Venus Protocol, platform lending dan borrowing di BNB Chain.

Venus pada Juni 2026 memasukkan TSLAB bersama Nvidia Tokenized bStocks (NVDAB) dan SpaceX Tokenized bStocks (SPCXB) ke dalam Core Pool.

Untuk TSLAB, Venus menetapkan collateral factor sebesar 60 persen. Artinya, aset yang disuplai dapat diperhitungkan sebagai bagian dari jaminan pengguna untuk mendapatkan borrowing power di protokol.

Langkah tersebut memberikan fungsi baru bagi TSLAB.

Alih-alih hanya disimpan untuk mendapatkan eksposur terhadap saham Tesla, pengguna DeFi dapat memasukkan TSLAB sebagai collateral tanpa harus terlebih dahulu menjual eksposurnya terhadap Tesla.

Namun, Venus mengambil pendekatan konservatif saat produk tersebut diluncurkan. Borrowing TSLAB sendiri dibuat paused pada tahap awal, sementara supply cap dan parameter risiko juga dibatasi.

Pada akhir Juni, Venus mencatat sekitar 53.000 dollar AS TSLAB telah disuplai ke Core Pool, lebih dari separuh supply cap awalnya.

Perkembangan ini menjadi contoh bagaimana tokenized stocks mulai berkembang dari sekadar representasi saham di blockchain menjadi aset yang dapat digunakan dalam infrastruktur DeFi.

Tapi Harga TSLAB Tetap Bergantung pada Tesla

Meski utility crypto bertambah, faktor terbesar yang menentukan nilai TSLAB tetap berasal dari saham Tesla.

TSLAB merupakan tokenized security yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap harga saham Tesla. Setiap bStock ditujukan untuk memiliki backing berupa underlying security dengan rasio 1:1 melalui struktur kustodian yang digunakan penerbit.

Namun, memegang TSLAB tidak sama dengan memiliki saham Tesla secara langsung.

bStocks diterbitkan oleh BTech Holdings Limited dan secara hukum berbentuk certificate yang merepresentasikan kepentingan terhadap underlying securities. Pemegangnya tidak otomatis menjadi pemegang saham Tesla dan tidak mendapatkan hak shareholder langsung seperti voting rights.

Corporate action juga diproses dengan mekanisme berbeda.

Jika perusahaan underlying membagikan dividen, nilai dividen bersih setelah pajak dan potongan terkait akan direinvestasikan kembali ke saham yang sama. Manfaat tersebut kemudian diteruskan kepada holder bStocks melalui mekanisme Multiplier, sehingga jumlah kepemilikan token dapat bertambah secara proporsional.

Karena itu, performa Tesla masih menjadi anchor utama TSLAB. Kenaikan atau penurunan saham TSLA berpotensi langsung tercermin pada nilai ekonomi token tersebut.

Dua Pasar, Risiko Juga Bertambah

Struktur ini membuat TSLAB memiliki karakter yang cukup unik.

Investor mendapatkan eksposur terhadap perusahaan teknologi dan otomotif sebesar Tesla, tetapi asetnya diperdagangkan melalui infrastruktur crypto yang berjalan 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

Binance mencatat perbedaan jam perdagangan menjadi salah satu tantangan dalam menentukan valuasi collateral bStocks. Pasar saham AS memiliki pre-market, regular session dan after-hours, sementara pasar crypto terus berjalan ketika bursa saham tutup. Karena itu, mekanisme index price khusus digunakan untuk menentukan nilai collateral pada periode tersebut.

Selain volatilitas Tesla, holder juga menghadapi risiko tambahan seperti likuiditas tokenized stocks, smart contract dan oracle pada penggunaan DeFi, hingga perubahan kebijakan regulator.

bStocks sendiri ditawarkan melalui prospektus yang disetujui di Abu Dhabi Global Market (ADGM) dan hanya tersedia bagi pengguna yang memenuhi syarat di yurisdiksi yang diizinkan. Produk tersebut juga tidak ditawarkan kepada pengguna AS.

Bisakah DeFi Membuat TSLAB Bergerak Berbeda dari Tesla?

Integrasi DeFi memberikan potensi sumber permintaan baru bagi TSLAB. Semakin banyak protokol yang menerima tokenized stocks sebagai collateral, semakin besar kemungkinan aset tersebut digunakan tidak hanya untuk investasi pasif tetapi juga untuk lending, borrowing dan pengelolaan modal on-chain.

Namun, utility tambahan belum berarti TSLAB akan terlepas dari pergerakan saham Tesla.

Selama struktur produk tetap memberikan eksposur ekonomi terhadap TSLA, fundamental Tesla kemungkinan tetap menjadi penentu utama harga, sementara DeFi lebih berperan dalam menentukan likuiditas, kegunaan dan permintaan tambahan terhadap token.

Karena itu, ada tiga faktor yang perlu diperhatikan ke depan: pergerakan saham Tesla, pertumbuhan penggunaan TSLAB sebagai collateral di DeFi, serta perkembangan regulasi tokenized securities.

Jika integrasi DeFi terus meluas, TSLAB berpotensi menjadi contoh bagaimana saham tokenisasi tidak lagi hanya memindahkan perdagangan saham ke blockchain, tetapi mulai menjadi bagian aktif dari sistem keuangan on-chain.

Baca juga: Bedah Underlying Asset Tokenized Stocks: Nvidia, Tesla, hingga ETF Nasdaq


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Trending