Altcoin News
Aave Tembus $1 Triliun! Raksasa DeFi Ini Kian Dominan
Aave resmi melampaui $1 triliun dalam volume pinjaman kumulatif.
Platform pertama di industri DeFi yang mencapai tonggak tersebut.
Tim Research Tokocrypto menilai angka T adalah bukti dominasi mutlak Aave sebagai tulang punggung (backbone) likuiditas on-chain global.
Protokol decentralized finance (DeFi) Aave resmi melampaui $1 triliun dalam volume pinjaman kumulatif, menjadikannya platform pertama di industri DeFi yang mencapai tonggak tersebut.
CEO Aave Labs, Stani Kulechov, menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa Aave kini menjadi tulang punggung sistem pinjaman on-chain global. Ia menegaskan bahwa Aave menargetkan posisi sebagai jaringan likuiditas terbesar dan paling efisien di dunia, yang dapat diakses oleh pengembang, bank, hingga perusahaan fintech secara default.
Tonggak ini memperkuat posisi Aave sebagai pemimpin di sektor lending DeFi yang semakin berkembang.
Ekspansi ke Institusi Lewat Aave Horizon
Dikutip Cointelegraph, pertumbuhan Aave tidak lepas dari ekspansi ke sektor keuangan tradisional. Pada Agustus lalu, Aave Labs meluncurkan Aave Horizon, pasar pinjaman berbasis Ethereum yang dirancang khusus untuk institusi keuangan.
Melalui platform ini, institusi dapat meminjam stablecoin dengan jaminan aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Beberapa nama besar seperti VanEck, WisdomTree, dan Securitize tercatat sebagai peserta awal dalam penawaran institusional tersebut.
Langkah ini menandai upaya Aave menjembatani DeFi dan TradFi, sekaligus memperluas basis pengguna di luar komunitas kripto.
Baca jjuga: BGD Labs Hengkang dari Aave DAO, Ini Intaian Risiko yang Menanti
TVL Capai $27,2 Miliar, Fee $83,3 Juta dalam 30 Hari
Saat ini, Aave mengamankan lebih dari $27,2 miliar dalam total value locked (TVL), menjadikannya salah satu protokol lending terbesar di DeFi. Pengguna dapat menyetor aset kripto untuk memperoleh bunga atau meminjam secara instan dengan jaminan kripto.
Dalam 30 hari terakhir, Aave menghasilkan lebih dari $83,3 juta dalam pendapatan biaya (fees), hampir empat kali lebih besar dibanding pesaing terdekatnya, Morpho.
Aave memimpin sejumlah platform lending lain seperti Morpho, JustLend, SparkLend, Maple, Kamin Lend, dan Compound Finance, yang masing-masing memiliki TVL di atas $1 miliar.
Menurut Tim Research Tokocrypto, angka T adalah bukti dominasi mutlak Aave sebagai tulang punggung (backbone) likuiditas on-chain global.
“Meskipun ada konflik internal terkait pendanaan DAO vs Labs, performa pendapatan yang 4x lipat lebih besar dari kompetitor terdekatnya (Morpho) menunjukkan bahwa efek jaringan (network effect) Aave hampir mustahil untuk digoyang dalam waktu dekat,” jelasnya.
Visi Tokenisasi Aset Dunia Nyata
Kulechov juga menyoroti potensi tokenisasi “abundance assets” seperti energi surya, baterai penyimpanan energi, dan robotika tenaga kerja. Ia memperkirakan nilai gabungan sektor tersebut bisa mencapai $50 triliun pada 2050.
Menurutnya, tokenisasi aset-aset tersebut dapat membuka peluang likuiditas baru bagi DeFi dan memperluas utilitas protokol seperti Aave dalam sistem keuangan global.
Perdebatan Internal Soal Pendanaan Aave Labs
Di tengah pencapaian tersebut, Aave juga menghadapi dinamika internal. Komunitas Aave tengah memperdebatkan proposal DAO yang menawarkan paket pendanaan hingga $42,5 juta dalam stablecoin dan 75.000 token AAVE kepada Aave Labs.
Sebagai imbalannya, Aave Labs akan mengalihkan seluruh pendapatan dari produk bermerek Aave ke treasury DAO dalam model operasional yang didanai DAO.
Proposal ini memicu perbedaan pandangan di antara pemegang token mengenai pembagian kendali pendapatan antara Aave Labs dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).
Dengan volume pinjaman yang telah menembus $1 triliun dan ekspansi institusional yang terus berkembang, Aave mempertegas posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap DeFi—meski tantangan tata kelola internal masih menjadi bagian dari perjalanan berikutnya.
Baca Juga: Jupiter DAO Gelar Voting Net-Zero Emissions, Dampak ke Harga JUP?
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoBitcoin US$21 Juta Kembali ke Pemerintah Korsel, Hacker Panik
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $68.048, Rebound Tipis
-
Bitcoin News4 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin ke $63.647, Masukin Fase Uji Support
-
Bitcoin News6 days agoUEA Diam-Diam Tambang Bitcoin Rp7 Triliun, Kantongi Profit Berapa?

