Altcoin News
AI Cloud Alibaba Tumbuh 45%, BABAB Jadi Hybrid Play China Tech dan Crypto
Dalam jangka panjang, arah BABAB tetap sangat bergantung pada fundamental Alibaba.
Alibaba Tokenized bStocks (BABAB) diperdagangkan di sekitar US$109, menawarkan eksposur terhadap saham Alibaba melalui infrastruktur blockchain. Pertumbuhan pesat bisnis AI Cloud menjadi katalis fundamental utama, sementara akses perdagangan on-chain dan regulasi tokenized securities menambah lapisan baru terhadap pergerakannya.
Alibaba Tokenized bStocks (BABAB) bergerak di sekitar US$109 pada akhir pekan, relatif dekat dengan harga underlying Alibaba Group Holding (NYSE: BABA).
Data perdagangan menunjukkan BABAB berada di sekitar US$109,18 pada 12 September, sementara saham Alibaba menutup sesi 11 September di US$109,30 atau naik 0,68%. Kedekatan tersebut menunjukkan price discovery antara tokenized stock dan underlying saat ini relatif selaras.
Dalam jangka panjang, arah BABAB tetap sangat bergantung pada fundamental Alibaba. Namun, karakter tokenized stock membuatnya memiliki lapisan tambahan dari likuiditas crypto, akses perdagangan yang lebih panjang, dan perkembangan regulasi aset tokenisasi.
Daftar Isi
AI Cloud Jadi Mesin Pertumbuhan Alibaba
Dilaporkan CoinMarketCap, salah satu katalis fundamental terkuat Alibaba saat ini datang dari bisnis Artificial Intelligence (AI) dan cloud computing.
Pada kuartal yang berakhir Juni 2026, Alibaba mencatat total pendapatan US$39,64 miliar atau tumbuh 9% secara tahunan.
Yang lebih menonjol adalah bisnis Alibaba Cloud. Pendapatan eksternal cloud melonjak 45% YoY, sementara pendapatan produk terkait AI mencatat pertumbuhan tiga digit selama 12 kuartal berturut-turut.

Baca juga: Apa Itu $NVDA, Saham dari NVIDIA?
Alibaba menyebut pertumbuhan Cloud tersebut sebagai yang tertinggi dalam 22 kuartal. Pendapatan AI Cloud and Compute Services mencapai sekitar US$7,1 miliar, sementara adjusted EBITA segmen tersebut naik 133% menjadi US$830 juta.
CEO Alibaba Eddie Wu mengatakan perusahaan semakin mendapatkan manfaat dari monetisasi strategi full-stack AI, mulai dari proprietary chips, cloud infrastructure, foundation models, hingga aplikasi.
Fundamental ini menjadi penting bagi BABAB karena underlying saham Alibaba tetap menjadi jangkar utama valuasinya.
Qwen Perkuat Taruhan Alibaba di AI
Alibaba juga terus memperluas ekosistem AI melalui keluarga model Qwen.
Perusahaan telah mengembangkan berbagai model bahasa, coding, video, audio, image, dan music serta memperluas QwenCloud sebagai platform AI-native untuk enterprise.
Pada awal September, Alibaba Cloud mulai mengomersialkan versi baru AI Gateway Serverless, yang dirancang untuk membantu perusahaan menghubungkan, mengelola, dan menjalankan aplikasi AI secara lebih efisien.
Alibaba Cloud juga aktif memperluas penetrasi regional. Dalam Qwen Conference Thailand pada 4 September, perusahaan mendemonstrasikan workflow AI agent end-to-end untuk kebutuhan enterprise, mulai dari model invocation hingga deployment.
Perkembangan tersebut menunjukkan bisnis AI Alibaba mulai bergerak dari pengembangan model menuju monetisasi dan penggunaan komersial.
Namun, saham Alibaba sendiri masih berada jauh dari level tertinggi 52 minggunya. Pada 9 September, BABA sempat turun 2,89% ke US$109,40 sebelum mulai stabil pada sesi berikutnya.
Artinya, investor masih mempertimbangkan potensi pertumbuhan AI dengan risiko lain seperti kondisi ekonomi China, kompetisi teknologi, dan sentimen terhadap saham China di pasar AS.
BABAB Bukan Kepemilikan Langsung Saham Alibaba
Struktur BABAB juga perlu dipahami secara tepat.
Binance mulai membuka perdagangan BABAB/USDT pada 15 Juli 2026 bersama sejumlah bStocks lainnya seperti IBM, Nokia, Marvell, Robinhood, dan TSMC.
Namun, BABAB bukan saham Alibaba yang secara langsung tercatat atas nama holder.
Menurut Binance, bStocks diterbitkan oleh BTech Holdings Limited, afiliasi Binance Group. Produk tersebut merupakan certificates yang merepresentasikan kepentingan terhadap underlying securities yang dimiliki penerbit.
bStocks dapat dikonversi secara 1:1 dengan underlying stock melalui mekanisme yang tersedia dan sesuai ketentuan hukum, tetapi holder tidak secara langsung memiliki saham perusahaan underlying.
Perbedaan ini penting karena hak investor, custody, distribusi, dan akses produk tetap bergantung pada struktur penerbit serta yurisdiksi.
Perdagangan Crypto Tambah Lapisan Volatilitas
Karena diperdagangkan melalui infrastruktur aset digital, BABAB juga dapat bergerak ketika Wall Street sedang tutup.
Karakter ini memberi investor crypto-native akses lebih fleksibel terhadap pergerakan Alibaba.
Namun, konsekuensinya adalah harga BABAB dalam periode tertentu dapat mengalami premium atau discount sementara dibandingkan BABA.
Sentimen pasar crypto juga dapat memengaruhi aktivitas transaksi. Ketika risk appetite meningkat, permintaan terhadap tokenized stocks berpotensi ikut naik. Sebaliknya, sell-off besar di pasar crypto dapat menekan likuiditas meskipun fundamental Alibaba tidak berubah.
Karena itu, BABAB pada dasarnya membawa dua lapisan risiko sekaligus: fundamental saham China dan dinamika pasar crypto.
Regulasi Jadi Faktor Jangka Menengah

Regulasi tokenized securities tetap menjadi salah satu faktor terbesar yang perlu diperhatikan.
BABAB tersedia sebagai bStocks untuk eligible users di yurisdiksi tertentu dan tidak ditawarkan kepada investor AS. Binance menyebut produk bStocks diterbitkan berdasarkan prospektus yang disetujui di Abu Dhabi Global Market (ADGM).
Kejelasan regulasi yang semakin besar berpotensi memperluas distribusi tokenized equities dan meningkatkan likuiditas.
Sebaliknya, pembatasan baru terhadap distribusi, custody, conversion, atau perdagangan tokenized securities dapat menekan accessibility produk seperti BABAB meskipun saham Alibaba sendiri berkinerja baik.
The Fed dan China Tech Jadi Faktor Berikutnya
Dalam jangka pendek, perhatian pasar global akan tertuju pada rapat Federal Reserve 15–16 September 2026, dengan keputusan kebijakan dijadwalkan pada 16 September.
Perubahan suku bunga AS dapat memengaruhi risk appetite terhadap saham teknologi, emerging markets, saham China, dan crypto secara bersamaan.
Bagi BABAB, fundamental Alibaba tetap menjadi penentu utama. Pertumbuhan Alibaba Cloud 45% dan monetisasi AI memberikan cerita jangka menengah yang positif, tetapi sentimen terhadap saham China dan kondisi makro masih dapat menciptakan volatilitas.
Secara keseluruhan, BABAB dapat dilihat sebagai hybrid play antara pertumbuhan AI Alibaba, saham China, dan perkembangan tokenized equities.
Selama harga token tetap bergerak dekat dengan underlying BABA, fundamental Alibaba akan menjadi referensi terpenting. Namun, semakin besarnya adopsi bStocks berpotensi menambah likuiditas dan membuka jalur baru bagi investor crypto untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan teknologi China.
Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 7 September 2026: BTC Sideways, Siap Tembus &85K?
-
Market6 days agoSinyal Kripto Hari Ini 7 September 2026: Analisis MANTRA, AXS, dan LAYER, Mana yang Menarik?
-
Market2 days agoSinyal Kripto Hari Ini 11 September 2026. 5 Token dengan Potensi Momentum Positif
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 8 September 2026: Bitcoin Sideways di Bawah US$80K

