Market

Analisa Pasar: Market Kripto Kembali Tampil Ciamik, Apa Faktornya?

Published

on

Pergerakan market kripto pada perdagangan Selasa (18/10) pagi tampil baik. Sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berada di zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir.

Menurut situs CoinMarketCap Selasa (18/10) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) menguat 1,69% di US$ 19.505. Sementara, nilai Ethereum (ETH) naik 2,45% ke US$ 1.329 di waktu yang sama.
Altcoin lainnya juga kinerja apik, mulai dari XRP, Dogecoin (DOGE), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC) masing-masing menanjak di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan saat ini investor tampak mulai bergairah masuk ke market kripto. Sentimen positif market kripto hari ini mayoritas dipengaruhi oleh kinerja apik dari indeks saham AS, utamanya indeks S&P 500 yang tumbuh (2,7%) dan Nasdaq (3,4%).

“Saham-saham teknologi juga tumbuh positif, sehingga menjadi tolok ukur investor kripto untuk melakukan akumulasi dan selalu mengacu pada kinerja saham AS secara umum,” kata Afid.

Ilustrasi bitcoin dan saham.

Baca juga: Analisa Market: Data Inflasi AS Tinggi, Kok Market Kripto Reli?

Sentimen Makroekonomi

Di samping itu, data makroekonomi akan relatif ringan minggu ini, tapi harus waspada dan mengamati data inflasi dari Inggris pada Rabu (19/10). Bank of England tercatat sudah enam kali mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga secara berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.

Advertisement

“Meski pasar kripto terlihat menghijau, namun pergerakan harganya masih terlihat di rentang sempit, mengindikasikan bahwa investor sebenarnya belum bernafsu untuk berpandangan bullish, namun juga tak rela melihat nilai aset kripto melemah,” jelasnya

“Kekhawatiran investor sekarang ini adalah potensi bank sentral AS, The Fed, untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di bulan depan.”

Analisis Bitcoin

Menurut Afid, jika ditinjau secara analisis teknikal, pelaku pasar juga menganggap bahwa kondisi pasar kripto saat ini, utamanya posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000, adalah gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi. BTC masih harus retest untuk kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000.

Sentimen negatif masih menghantui pelaku pasar kripto. Fear and greed index konsisten bergerak di bawah level 30 dengan kategori Extreme Fear. Belum adanya pemicu yang berhasil untuk merubah sentimen negatif tersebut menjadi salah satu faktor lesunya pergerakan harga saat ini.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Bank Indonesia: CBDC Dapat Atasi Hambatan Inklusi Keuangan

“Pergerakan harga Bitcoin masih terseok-seok, level US$ 19.891 masih menjadi tahanan yang harus dilewati untuk kembali bergerak bullish. Apabila gagal, BTC kemungkinan akan breakdown kembali ke level US$ 19.264,” ungkapnya.

Advertisement

Analisis Altcoin dan Ethereum

Sementara, pergerakan harga Ethereum cenderung sideways. ETH masih usaha pullback ke harga US$ 1.430 yang merupakan level resistance terdekatnya. Breakout terhadap titik tersebut menjadi kunci untuk menarik sentimen pasar untuk mendorong pergerakan harga.

Di antara seluruh jajaran aset kripto utama, Polygon (MATIC) menjadi primadona setelah nilainya terbang 7,14% dalam sehari terakhir. Pengumuman kemitraan Polygon dengan studio Web3 bernama SuperLayer, untuk meningkatkan pertumbuhan dari segmen game, budaya, dan investasi.

Kemitraan ini menggarisbawahi upaya Polygon untuk mengejar peluang pertumbuhan dalam ekosistem Web3, sehingga disambut baik oleh investor dengan melakukan akumulasi.

Popular

Exit mobile version