Bitcoin News
Arthur Hayes Sebut Bitcoin Masih Menarik saat Treasury Buyback Picu Reli
Tim Research Tokocrypto melihat komentar Hayes muncul setelah US Treasury mengumumkan peningkatan buyback obligasi jangka panjang.
Co-founder BitMEX Arthur Hayes kembali memberi pandangan bullish terhadap aset berisiko setelah pasar global bergerak naik tajam. Dalam wawancara dengan host Crypto Banter, Ran Neuner, Hayes menilai investor yang menghindari saham, emas, dan Bitcoin saat ini justru mengambil risiko besar.
Tim Research Tokocrypto melihat komentar Hayes muncul setelah US Treasury mengumumkan peningkatan buyback obligasi jangka panjang.
“Langkah itu menekan yield Treasury, memperbaiki likuiditas pasar obligasi, dan memicu reli pada aset seperti Bitcoin, emas, serta saham,” ujarnya.
US Treasury disebut akan menggandakan ukuran buyback untuk obligasi jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi.
Meski pandangannya menarik perhatian pasar, komentar Hayes tetap perlu dibaca sebagai opini, bukan rekomendasi investasi. Sejumlah laporan juga menyoroti bahwa rekam jejak trading publik Hayes tidak selalu konsisten, sehingga investor tetap perlu mengelola risiko.
Daftar Isi
Treasury Buyback Jadi Katalis Pasar
Dilaporkan BeInCrypto, katalis utama yang disorot Hayes adalah keputusan US Treasury untuk meningkatkan pembelian kembali obligasi tenor panjang. Buyback ini difokuskan pada surat utang dengan jatuh tempo 10 hingga 30 tahun, area yang sebelumnya mengalami tekanan yield paling besar.
Menurut laporan Wall Street Journal, langkah Treasury muncul setelah tekanan pada pasar obligasi meningkat dan yield jangka panjang bergerak tinggi. Treasury menargetkan buyback pada obligasi nominal tenor 10 tahun ke atas, sementara yield 10 tahun turun dari 4,682% ke 4,651% setelah kabar tersebut.
Bagi pasar, penurunan yield menjadi sinyal penting. Ketika imbal hasil obligasi turun, investor cenderung mencari aset lain dengan potensi return lebih tinggi. Kondisi ini biasanya mendukung saham, emas, dan Bitcoin.
MarketWatch menyebut pengumuman buyback Treasury pada 19 Agustus menjadi katalis utama kenaikan Bitcoin, sementara emas ikut mendapat dorongan dari pelemahan dolar AS.
Baca Juga: Arthur Hayes Borong Ethereum Senilai US$6,39 Juta, Harga ETH Malah Anjlok 5%
Hayes Sebut Ini Mirip Soft Yield Curve Control
Hayes menggambarkan langkah Treasury sebagai bentuk soft yield curve control. Istilah ini merujuk pada tindakan otoritas untuk menahan kenaikan yield tanpa secara resmi menetapkan target yield tertentu.
Menurut Hayes, ketika pemerintah berusaha menekan yield obligasi, modal swasta akan mencari alternatif yang lebih langka atau memiliki suplai terbatas. Dalam pandangannya, saham, emas, dan Bitcoin menjadi aset yang diuntungkan dari kondisi tersebut.
Ia menilai kebijakan seperti ini mirip dengan pola intervensi sebelumnya, ketika pemerintah dan bank sentral menjaga pasar utang tetap stabil melalui dukungan likuiditas. Hayes menyebut bahwa jika otoritas terus menciptakan likuiditas untuk menekan yield, investor akan cenderung memilih aset yang tidak mudah diperbanyak.
Pandangan ini menjelaskan mengapa ia tetap bullish terhadap Bitcoin dan emas. Keduanya sering dipandang sebagai aset yang mendapat manfaat ketika pasar khawatir terhadap pelemahan nilai uang dan intervensi kebijakan.
Bitcoin Tembus US$70.000 setelah Kabar Treasury
Reaksi pasar terlihat cepat. Bitcoin sempat menembus US$70.000 untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua bulan setelah Treasury mengumumkan langkah untuk meredam yield obligasi jangka panjang.
Reli Bitcoin kemudian berlanjut hingga mendekati US$80.000. Wall Street Journal mencatat kenaikan tersebut didorong kombinasi beberapa faktor, termasuk pengumuman buyback obligasi oleh Treasury Secretary Scott Bessent, dorongan Presiden Donald Trump terhadap regulasi crypto yang lebih ramah, serta inflow besar ke ETF spot Bitcoin.
Hayes mengakui sebagian kenaikan Bitcoin juga dipengaruhi short squeeze. Namun, ia menilai faktor yang lebih besar adalah perubahan struktural dalam kebijakan likuiditas.
Dalam pandangannya, pasar kini membaca bahwa otoritas akan terus melakukan intervensi untuk menjaga keberlanjutan utang dan menahan yield. Jika pola ini berlanjut, aset berisiko dan aset langka dapat terus mendapat dukungan.
Emas dan Saham Ikut Diuntungkan
Tidak hanya Bitcoin, emas dan saham juga ikut menguat setelah yield turun. World Gold Council mencatat yield, dolar AS, dan emas bereaksi terhadap pengumuman Treasury buyback pada 19 Agustus.
Emas biasanya mendapat dorongan ketika dolar melemah dan yield riil turun. Dalam kondisi seperti itu, biaya peluang memegang emas menurun, sehingga permintaan terhadap logam mulia bisa meningkat.
Saham juga dapat diuntungkan dari yield yang lebih rendah karena valuasi aset berisiko menjadi lebih menarik. Ketika imbal hasil obligasi turun, investor cenderung lebih berani mengambil risiko di pasar ekuitas.
Inilah dasar argumen Hayes bahwa investor sebaiknya tidak terlalu defensif. Menurutnya, selama otoritas terus menekan yield dan menjaga likuiditas, pasar akan mencari aset yang lebih berisiko atau lebih langka.

Bukan Tanpa Risiko
Meski Hayes bullish, risiko pasar tetap besar. The Guardian mencatat yield 30 tahun sempat kembali naik setelah penurunan awal, menunjukkan efek buyback tidak selalu bertahan lama. Treasury juga menyatakan tujuan buyback adalah memperbaiki likuiditas obligasi jangka panjang, bukan stimulus seperti quantitative easing.
Hal ini penting karena pasar bisa saja terlalu cepat membaca buyback sebagai sinyal likuiditas permanen. Jika yield kembali naik atau The Fed tetap hawkish, reli aset berisiko dapat melemah.
Selain itu, Bitcoin telah bergerak sangat cepat setelah menembus US$70.000. Reli yang terlalu agresif dapat memicu aksi profit-taking, terutama jika posisi leverage di pasar derivatif mulai menumpuk.
Dengan demikian, pandangan Hayes dapat menjadi salah satu narasi pasar, tetapi bukan jaminan bahwa Bitcoin, emas, atau saham akan terus naik tanpa koreksi.
Outlook: Likuiditas Jadi Faktor Utama
Secara keseluruhan, komentar Arthur Hayes menyoroti satu tema besar: likuiditas kembali menjadi faktor utama bagi pasar. Ketika Treasury meningkatkan buyback obligasi jangka panjang dan yield turun, investor mulai melihat peluang di saham, emas, dan Bitcoin.
Bagi Hayes, intervensi semacam ini menunjukkan bahwa pemerintah akan terus menjaga pasar utang agar tetap stabil. Jika yield ditekan, modal dapat mengalir ke aset yang dianggap lebih menarik atau lebih langka.
Namun, investor tetap perlu berhati-hati. Treasury buyback belum tentu sama dengan stimulus moneter besar, dan efeknya terhadap yield bisa berubah cepat. Selain itu, reli Bitcoin yang kuat juga membuat risiko koreksi jangka pendek meningkat.
Untuk saat ini, narasi pasar masih mendukung aset berisiko selama yield terkendali dan likuiditas membaik. Namun, arah berikutnya akan sangat bergantung pada apakah Treasury mampu menjaga tekanan yield, bagaimana sikap The Fed, dan apakah inflow ke Bitcoin serta aset berisiko lain tetap berlanjut.
Baca Juga: Token PORTAL Naik 13,63% Setelah Umumkan Peluncuran Portal V2
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

