Altcoin News
Artificial Superintelligence Alliance Luncurkan Sistem Pembayaran
Artificial Superintelligence Alliance (ASI), ekosistem AI terdesentralisasi yang berakar dari teknologi Fetch.ai (FET), resmi meluncurkan sistem pembayaran AI Agent ke AI Agent di jaringan blockchain.
Menurut laporan Coinmarketcal pada Minggu (1/2), inovasi ini memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom untuk mengirim dan menerima dana secara mandiri, tanpa campur tangan manusia, menandai langkah besar menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otomatis.
Peluncuran ini memperkuat posisi ASI dan Fetch.ai sebagai salah satu pemain utama dalam narasi AI + blockchain, terutama di sektor autonomous agents, yang saat ini menjadi salah satu tema paling kuat di pasar kripto.
Baca Juga: Harga Fetch.AI (FET) Naik Lebih dari 40% Setelah Berita Besar Ini
Daftar Isi
Apa Itu Sistem Pembayaran Antar AI Agent?
Sistem pembayaran AI Agent-to-Agent memungkinkan agen AI beroperasi sebagai entitas ekonomi independen.
Agen ini tidak hanya menjalankan tugas berbasis data atau algoritma, tetapi juga dapat:
- Membayar layanan agen lain
- Menerima imbalan atas tugas yang diselesaikan
- Mengelola anggaran dan transaksi secara otomatis
- Berinteraksi langsung di jaringan blockchain
Dengan kata lain, AI Agent kini dapat berperan sebagai aktor ekonomi, bukan sekadar alat bantu.
Seluruh proses transaksi dilakukan secara trustless dan transparan melalui blockchain, dengan token sebagai medium pertukaran nilai.
Mengapa Inovasi Ini Penting?
Dalam ekosistem Web3, konsep autonomous agents menjadi fondasi masa depan aplikasi terdesentralisasi. Agen AI yang mampu bertransaksi sendiri membuka peluang besar di berbagai sektor, seperti:
- DeFi otomatis: AI Agent mengelola likuiditas, arbitrase, atau strategi yield tanpa intervensi manusia
- Smart city & IoT: Perangkat otonom membayar layanan atau sumber daya secara real-time
- Marketplace AI: Agen membeli data, komputasi, atau layanan AI lain sesuai kebutuhan
Dengan sistem pembayaran antar AI Agent, Fetch.ai tidak hanya membangun teknologi AI, tetapi juga infrastruktur ekonomi untuk AI itu sendiri.

Perspektif Tim Research Tokocrypto
Tim Research Tokocrypto menilai peluncuran ini sangat relevan dengan narasi pasar saat ini.
Menurut mereka, fitur pembayaran antar agen AI selaras dengan tren AI + autonomous agents, di mana Fetch.ai telah lama menjadi pemain kunci.
“Fitur ini cocok dengan narasi AI dan autonomous agents yang kuat, di mana FET sudah menjadi pemain utama. Peluncuran ini dapat meningkatkan usage dan integrasi nyata,” jelas Tim Research Tokocrypto.
Namun, mereka juga mengingatkan bahwa value capture ke token FET mungkin tidak terjadi secara instan, dan investor perlu mewaspadai potensi pola klasik “buy the rumor, sell the news”.
Dampak Potensial terhadap Token FET
Dari sisi fundamental, sistem pembayaran antar AI Agent berpotensi meningkatkan aktivitas on-chain dan penggunaan nyata jaringan Fetch.ai.
Jika agen AI semakin aktif bertransaksi, permintaan terhadap token sebagai alat pembayaran dan gas fee dapat meningkat secara bertahap.
Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga FET masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan spekulasi.
Sejarah pasar kripto menunjukkan bahwa peluncuran teknologi besar sering kali sudah “diprice-in” sebelum rilis resmi, sehingga koreksi pasca-event tetap menjadi risiko.
Posisi Fetch.ai di Lanskap AI Kripto
Dibandingkan proyek AI kripto lain yang masih fokus pada narasi atau eksperimen terbatas, Fetch.ai menonjol karena implementasi nyata.
Sistem pembayaran antar AI Agent menempatkan ASI sebagai salah satu ekosistem paling siap untuk adopsi dunia nyata.
Hal ini juga memperkuat diferensiasi Fetch.ai dari token AI berbasis hype semata, karena proyek ini menawarkan infrastruktur yang bisa langsung digunakan oleh developer dan enterprise.
Baca Juga: Mengapa Harga Token AI Fetch.AI (FET) Melonjak 35%?
Peluncuran sistem pembayaran AI Agent-to-Agent oleh Artificial Superintelligence Alliance merupakan langkah signifikan menuju ekonomi digital yang sepenuhnya otonom.
Dengan memungkinkan agen AI bertransaksi secara mandiri di blockchain, Fetch.ai memperluas perannya dari platform AI menjadi fondasi ekonomi AI terdesentralisasi.
Bagi pasar kripto, inovasi ini memperkuat narasi jangka panjang AI + Web3.
Namun, dari sisi investasi, pelaku pasar tetap perlu bersikap selektif dan mewaspadai dinamika jangka pendek, terutama potensi volatilitas pasca peluncuran.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi ke $88.944 Akibat Tekanan Menengah
-
Bitcoin News3 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $88.944, Uji Area Support
-
Market6 days agoSinyal Kripto 26 Januari 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
-
Market5 days agoSinyal Kripto 27 Januari 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

