Altcoin News
AVAX Dibuka untuk 39 Juta Nasabah Schwab, Harga Bisa ke US$9,80?
Tim Research Tokocrypto menekankan, jika struktur breakout mampu dipertahankan, area US$8,05 menjadi resistance terdekat sebelum AVAX berpeluang kembali menguji level tertinggi Mei di sekitar US$9,80.
Avalanche (AVAX) kembali menjadi sorotan setelah Charles Schwab berencana membuka perdagangan spot native AVAX kepada sekitar 39 juta akun brokerage, bersamaan dengan meningkatnya kepemilikan AVAX oleh sejumlah produk investasi institusional.
AVAX diperdagangkan di sekitar US$7,25 setelah sebelumnya menembus pola symmetric triangle yang terbentuk selama beberapa bulan. Harga sempat melonjak dari sekitar US$6 menuju US$8 sebelum berkonsolidasi di kisaran US$7.
Tim Research Tokocrypto menekankan, jika struktur breakout mampu dipertahankan, area US$8,05 menjadi resistance terdekat sebelum AVAX berpeluang kembali menguji level tertinggi Mei di sekitar US$9,80.
Daftar Isi
Charles Schwab Buka Akses AVAX ke 39 Juta Akun
Salah satu katalis utama datang dari Charles Schwab yang berencana menambahkan perdagangan spot native untuk Avalanche, Solana, dan Chainlink, setelah sebelumnya menawarkan Bitcoin dan Ethereum.
Schwab mengelola lebih dari US$12 triliun aset klien dengan sekitar 39 juta akun brokerage. Kehadiran AVAX di platform tersebut berpotensi memperluas akses investor tradisional terhadap aset kripto tanpa harus membuka akun di exchange terpisah.
Investor akan memperoleh eksposur langsung terhadap harga AVAX, meskipun token tidak dapat ditransfer keluar maupun masuk dari platform.
Schwab disebut akan mengenakan biaya transaksi sebesar 75 basis poin, sama seperti perdagangan Bitcoin dan Ethereum di platform tersebut.
Listing ini menjadi perhatian karena menempatkan AVAX berdampingan dengan instrumen tradisional seperti saham, obligasi, dan kas dalam ekosistem brokerage yang sudah digunakan jutaan investor.
Institusi Sudah Pegang Lebih dari 5 Juta AVAX
Dilaporkan Coinedition, permintaan institusional terhadap Avalanche juga mulai terlihat dari kepemilikan ETF.
Produk AVAX yang dikelola Bitwise, VanEck, dan Grayscale disebut telah menguasai sekitar 5,1 juta AVAX, setara sekitar 1,18% dari circulating supply.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3,49 juta AVAX telah di-staking, sehingga token tersebut tidak tersedia secara langsung untuk diperdagangkan di pasar.
Selain ETF, perusahaan publik juga mulai mengumpulkan AVAX dalam jumlah besar.
AVAX One disebut memiliki sekitar 14 juta AVAX, sementara Avalanche Treasury Corp menguasai sekitar 15,3 juta AVAX. Sebagian besar aset tersebut juga ditempatkan dalam staking.
Kondisi ini berpotensi mengurangi jumlah AVAX yang tersedia untuk dijual. Namun, efek positif terhadap harga tetap bergantung pada apakah permintaan baru terus masuk, bukan semata-mata karena token yang sudah dimiliki institusi dikunci.
BlackRock hingga RWA Ikut Masuk Avalanche
Ekosistem Avalanche juga mendapat dukungan dari pertumbuhan aset tokenisasi atau real-world assets.
Dana Treasury tokenisasi BUIDL milik BlackRock disebut telah menjadi aset terbesar kedua di jaringan Avalanche, dengan total alokasi terkait BlackRock melampaui US$900 juta.
Jaringan custom Layer-1 Avalanche juga menarik sejumlah institusi besar seperti FIS Global, T. Rowe Price, WisdomTree, hingga Progmat dari Jepang.
Progmat, misalnya, telah memindahkan lebih dari US$2 miliar sekuritas tokenisasi ke sebuah Avalanche Layer-1.
Perkembangan tersebut menunjukkan penggunaan Avalanche tidak hanya datang dari aktivitas perdagangan kripto, tetapi juga mulai menyentuh tokenisasi aset dan infrastruktur keuangan institusional.
Breakout AVAX Masih Bertahan
Secara teknikal, AVAX sebelumnya bergerak dalam pola symmetric triangle sejak Juni hingga akhir Agustus.
Support naik dari sekitar US$6,10, sementara resistance turun dari area US$9,80 pada Mei. Harga kemudian berhasil keluar dari pola tersebut dan sempat mencapai US$8,05.
Kini AVAX berada dekat sejumlah moving average penting.
EMA 20 hari berada di sekitar US$7,077, EMA 50 hari di US$6,894, sementara EMA 100 hari berada di kisaran US$7,254.
Selama harga mampu bertahan di atas area US$7,07–US$7,25, breakout masih dapat dianggap valid.
RSI berada di sekitar 56,5, menunjukkan momentum sudah mendingin dibandingkan ketika breakout terjadi, tetapi belum memasuki kondisi ekstrem.

Derivatif Mulai Mendingin, Trader Masih Dominan Long
Meski struktur harga masih positif, aktivitas pasar derivatif mulai melambat.
Volume derivatif AVAX turun sekitar 23,9% menjadi US$274,36 juta, sementara open interest berkurang 2,55% menjadi sekitar US$287,02 juta.
Penurunan tersebut menunjukkan aktivitas trading mulai mendingin setelah breakout pekan sebelumnya.
Namun, posisi trader masih cenderung bullish.
Rasio long-to-short akun Binance berada di sekitar 2,02, sementara OKX mencatat sekitar 1,98. Di kelompok top trader Binance, rasionya bahkan mencapai 2,67.

Data likuidasi juga menunjukkan sebagian besar posisi yang terkena likuidasi berasal dari short seller.
Dari sekitar US$329 ribu posisi yang terlikuidasi dalam 24 jam, lebih dari US$317 ribu berasal dari posisi short.
Bisakah AVAX Naik ke US$9,80?
Untuk skenario bullish, AVAX perlu mempertahankan area support US$7,07–US$7,25 dan kembali menembus resistance US$8,05.
Jika breakout tersebut terjadi dengan dukungan volume baru, target berikutnya berada di area US$9,80, yang merupakan level tertinggi AVAX pada Mei.
Katalis seperti perluasan akses melalui Charles Schwab dan meningkatnya kepemilikan institusional dapat memberikan sentimen tambahan.
Namun, skenario koreksi tetap terbuka.
Jika AVAX kembali turun di bawah US$7,07, breakout sebelumnya berisiko berubah menjadi false breakout. Support berikutnya berada di sekitar EMA 50 hari pada US$6,894.
Dengan demikian, US$8,05 menjadi gerbang menuju US$9,80, sementara area US$7 menjadi pertahanan utama untuk menjaga struktur bullish.
Masuknya AVAX ke platform dengan puluhan juta nasabah memang membuka potensi permintaan baru. Namun, keberlanjutan reli akan tetap ditentukan oleh apakah akses tersebut benar-benar diterjemahkan menjadi pembelian baru dan apakah AVAX mampu mempertahankan breakout teknikalnya.
Baca juga: CZ Sebut Miliarder pun Bisa Sulit Punya 1 Bitcoin, Ini Alasannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News7 days agoDampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
-
Market6 days agoPasar kripto Hadapi Pekan Penting: Data PCE hingga Jackson Hole Jadi Penentu Arah
-
Market7 days agoPasar Kripto Hari Ini 24 Agustus 2026: Altcoin Mulai Tunjukkan Momentum
-
Event7 days agoPelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi, dan Regulasi Jadi Kunci

