Ethereum News
Benjamin Cowen: Ethereum Kemungkinan Sudah Lewati Fase Bottoming
Benjamin Cowen, merupakan analis kripto, makroekonomi dan pendiri platform riset quantitative market analysis Into The Cryptoverse, asal Amerika Serikat yang dikenal lewat pendekatan berbasis data dan model siklus pasar.
Melalui platform kanal YouTube pribadinya, Cowen kerap membahas tren jangka panjang Bitcoin dan Ethereum menggunakan regresi logaritmik dan indikator risiko.
Dalam vidio analisis terbarunya, Benjamin Cowen menilai ada peluang yang cukup besar bahwa Ethereum sudah melewati fase bottoming dan mulai memasuki tahap pemulihan, setelah sebelumnya turun hingga sekitar US$1.500.
Daftar Isi
Ethereum Kembali ke Area Fair Value
Salah satu dasar dari analisis Cowen adalah regression band yang selama ia gunakan untuk melihat posisi harga Ethereum terhadap tren jangka panjang.
ETH sebelumnya turun hingga sekitar US$1.500 dan menyentuh bagian bawah regression band. Menurut Cowen, pola serupa pernah terjadi pada 2015, 2016, dan 2019 ketika Ethereum mendekati bagian bawah band tersebut sebelum memasuki fase pemulihan.

Setelah reli terbaru, Ethereum kembali ke area yang menurut model tersebut merupakan “fair value”, yakni sekitar US$2.300–US$2.400.
Dengan demikian, menurut pendekatannya ini, Ethereum sudah cukup jauh meninggalkan area yang sebelumnya menjadi dasar penurunan dan kini kembali berada di zona valuasi yang fair.
Baca juga: Dampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
Peluang Ethereum Sudah Bottom Lebih Besar dari Bitcoin
Cowen justru melihat peluang Ethereum sudah mencetak titik terendah lebih besar dibandingkan Bitcoin.
Salah satu alasannya adalah sejarah Ethereum yang menunjukkan bahwa aset ini dapat membentuk cycle low pada musim panas. Pada siklus sebelumnya, Ethereum juga sempat membentuk titik terendah pada sekitar Juni–Juli sebelum kembali bergerak naik.
Berdasarkan kondisi tersebut, Cowen menilai jika pasar saham tidak mengalami koreksi berarti dalam satu hingga dua bulan ke depan, peluang bahwa low Ethereum sudah terbentuk dapat mencapai sekitar 70% menurut perkiraannya.
Meski begitu, angka 70% tersebut merupakan perkiraan Cowen, bukan probabilitas statistik yang menjamin bahwa ETH tidak akan mencetak low baru.
Beli Ethereum mulai dari Rp1.700 sekarang lebih mudah di Tokocrypto, exchange kripto resmi yang terpercaya dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [Download di sini]
Risiko Terbesar Justru Datang dari Pasar Saham
Meski pandangan terhadap Ethereum dinilai cukup positif, Cowen masih melihat satu risiko utama untuk terjadinya koreksi Ethereum, yakni karena adanya koreksi di pasar saham AS.

Menurutnya, Ethereum secara historis cukup sensitif terhadap pergerakan saham AS. Ia memberikan contoh pada 2022 dan awal 2025, ketika penurunan sekitar 20% pada S&P 500 beriringan dengan penurunan Ethereum sekitar 50%.

Sebaliknya, jika koreksi saham hanya sekitar 10%, Cowen memperkirakan Ethereum bisa mengalami penurunan sekitar 25%. Dalam skenario tersebut, ETH masih berpeluang membentuk higher low, seperti pada tahun 2023 sebelum mengalami pembalikan arah menjadi bullish.
Menurut Cowen, pertanyaan besarnya bukan hanya apakah Ethereum sudah mencapai bottom, tetapi bagaimana ETH akan merespons jika pasar saham kembali terkoreksi.
Jika Saham Tidak Jatuh, Sinyal Bottom Makin Kuat
Cowen memberikan skenario beberapa sekenario perihal pergerakan Ethereum. Sekenario pertama, Cowen menjelaskan jika pasar saham tidak mengalami koreksi berarti dalam satu hingga dua bulan ke depan, peluang bahwa Ethereum sudah mencetak low akan semakin besar.
Sekenario kedua merupakan kebalikannya, jika S&P 500 mengalami koreksi sekitar 20%, Ethereum masih berpotensi kembali tertekan dan bahkan menguji low sebelumnya.
Ini menjadikan fase berikutnya akan menjadi ujian penting bagi tesis bottoming Ethereum. Jika ETH mampu bertahan meski pasar saham mengalami koreksi ringan, struktur tersebut akan lebih menyerupai pola higher low yang pernah terjadi pada siklus sebelumnya.
Baca juga: CryptoQuant: Data Demand Tunjukkan Bear Market Mungkin Sudah Selesai
200-Day Moving Average Jadi Level Penting
Dalam jangka pendek, perhatian Cowen tertuju pada 200-day moving average Ethereum.
Level tersebut menjadi resistance penting karena Ethereum sebelumnya mengalami kesulitan ketika mencapai MA200 pada bulan Mei kemarin. Kini, setelah reli terbaru, ETH kembali menguji area tersebut.

Jika Ethereum mampu melewati dan mempertahankan level tersebut, Cowen menyebut bahwa sinyal pemulihan bisa jadi semakin kuat. Sebaliknya, jika ETH tertahan dan kemudian pasar saham terkoreksi, Ethereum masih berpotensi kembali turun untuk menguji level support yang lebih rendah.
Baca juga: Tiga Sinyal Demand Kripto Mulai Pulih, tapi Reli Belum Terkonfirmasi
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 21 Agustus 2026: Bitcoin Dekati $75.000
-
Market7 days agoPasar Kripto Hari Ini 20 Agustus 2026: BTC Tembus $70.000, Kembali Bergairah
-
Bitcoin News3 days agoDampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
-
Market7 days agoMastercard Akuisisi BVNK untuk Jembatani Stablecoin dan Pembayaran Fiat


