Bitcoin News
Bitcoin Belum Bottom, Whale Masih Jual
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$61.100 pada 9 Juni setelah turun sekitar 10% dalam sepekan.
Tim Research Tokocrypto mengatakan tekanan sentimen juga bertambah setelah Strategy menjual 32 BTC.
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$61.100 pada 9 Juni setelah turun sekitar 10% dalam sepekan. Penurunan ini membuat pasar kembali mempertanyakan apakah BTC sudah menemukan bottom atau masih berisiko turun lebih dalam.
Di tengah tekanan tersebut, pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) meminta investor untuk tidak panik. Ia menyebut Bitcoin tidak akan “mati” terlalu lama, sebuah pesan yang ditujukan untuk menenangkan sentimen pasar.
Namun, data aliran dana dan on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual dari institusi dan whale masih menjadi faktor utama yang membuat bottom Bitcoin belum terkonfirmasi.
Daftar Isi
CZ Minta Investor Tidak Panik
CZ menanggapi pelemahan Bitcoin dengan pesan singkat bahwa investor tidak perlu panik. Pernyataan ini muncul saat BTC sudah turun lebih dari 50% dari puncak Oktober 2025 di atas US$126.000.
Sebagai salah satu figur paling berpengaruh di industri crypto, komentar CZ dapat membantu meredakan kepanikan jangka pendek.
Namun, komentar tersebut tidak mengubah fakta bahwa pasar masih menghadapi tekanan besar dari ETF outflow, pelemahan teknikal, dan distribusi whale.
ETF Outflow Jadi Tekanan Utama
Menurut Wintermute, penurunan Bitcoin lebih banyak didorong oleh aksi jual institusional AS dan outflow ETF, bukan murni panic selling dari retail.
Dilaporkan BeInCrypto, ETF Bitcoin mencatat streak outflow terpanjang dalam sejarah. Pada akhir Mei, ETF Bitcoin sudah mencatat sembilan hari berturut-turut arus keluar dengan total sekitar US$2,97 miliar hingga 30 Mei.
Arus keluar ETF penting karena redemption dapat menciptakan tekanan jual langsung terhadap underlying BTC. Selama inflow belum kembali, pasar masih sulit membentuk dasar harga yang kuat.
Wintermute: Belum Ada Floor yang Jelas
Wintermute menilai masih terlalu cepat untuk menyebut Bitcoin sudah membentuk bottom. Menurut mereka, support sebelumnya sudah hilang dan BTC tidak punya banyak struktur teknikal kuat di bawah area saat ini.
Salah satu alasannya adalah Bitcoin tidak menghabiskan banyak waktu di rentang US$50.000–US$59.000 saat naik pada 2024. Karena itu, area tersebut tidak memiliki banyak level historis yang bisa dijadikan pijakan kuat.
Dalam kondisi seperti ini, arah pasar lebih banyak ditentukan oleh flow, yaitu apakah modal institusional kembali masuk atau justru terus keluar.
Baca Juga: Whale Ethereum Beli Saat Harga Turun, Exchange Reserves ETH Menipis
Penjualan 32 BTC oleh Strategy Menambah Kekhawatiran
Tim Research Tokocrypto mengatakan tekanan sentimen juga bertambah setelah Strategy menjual 32 BTC. Secara ukuran, jumlah tersebut sangat kecil dibanding total kepemilikan Bitcoin perusahaan.
“Namun, secara simbolis, langkah itu cukup penting karena Strategy dikenal sebagai perusahaan dengan narasi buy-and-hold Bitcoin,” jelasnya.
Wintermute menilai penjualan ini tidak material secara jumlah, tetapi memberi sinyal psikologis yang kurang positif bagi pasar.
Data Makro Perkuat Tekanan
Tekanan jual Bitcoin juga diperparah oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Ekonomi AS menambah 172.000 pekerjaan pada Mei, jauh di atas ekspektasi sekitar 80.000. Data April juga direvisi naik menjadi 179.000.
Data tenaga kerja yang kuat melemahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Akibatnya, yield naik dan investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.
Retail Beli Dip, Whale Justru Mengurangi Eksposur
Data Santiment menunjukkan adanya perbedaan perilaku antara retail dan whale.
Wallet kecil dengan kepemilikan kurang dari 0,01 BTC menaikkan saldo kolektif mereka sebesar 0,36% dalam dua minggu terakhir.
Sebaliknya, wallet besar dengan kepemilikan 10 hingga 10.000 BTC justru mengurangi saldo mereka sebesar 0,20%.

Sinyal Bottom Belum Ideal
Perbedaan ini penting karena durable bottom biasanya terbentuk ketika retail mulai capitulation, bukan ketika retail masih yakin membeli dip.
Santiment menilai tanda menyerah secara luas dari retail belum terlihat. Padahal, dalam banyak siklus sebelumnya, bottom yang kuat sering terjadi ketika retail mulai menghilang dari pasar dan whale mulai agresif akumulasi.
Saat ini, pola yang terlihat justru sebaliknya: retail membeli, sementara whale masih mengurangi eksposur.
Whale Belum Kembali Agresif
Beberapa long-term investor memang mulai membeli di level saat ini karena melihat risk-reward jangka panjang mulai menarik.
Namun, akumulasi tersebut masih terlihat lebih tenang dan belum sekuat pola whale buying yang biasanya muncul pada cycle low besar.
Selama whale belum kembali menjadi pembeli agresif, pasar masih berisiko bergantung pada retail untuk menopang rebound. Kondisi ini membuat pemulihan menjadi lebih rapuh.
US$60.000 Jadi Level Psikologis Penting
Area US$60.000 masih menjadi level psikologis utama yang harus dipertahankan Bitcoin.
Jika BTC kembali turun dan gagal bertahan di atas area ini, tekanan jual dapat meningkat karena pasar akan membaca bahwa rebound terbaru tidak cukup kuat.
Sebaliknya, jika BTC mampu bertahan di atas US$60.000 dan mulai menarik kembali inflow institusional, peluang pembentukan bottom akan lebih besar.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Altcoin Tersungkur Saat Bitcoin Memimpin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

