Market
Bitcoin dan XRP Hadapi Pekan Volatil, Data CPI hingga Konflik Iran Jadi Sorotan
Tim Research Tokocrypto menilai fokus utama investor tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat, pidato pejabat The Fed, serta perkembangan konflik AS-Iran yang masih memengaruhi sentimen aset berisiko.
Harga Bitcoin dan XRP berpotensi menghadapi volatilitas tinggi pekan ini seiring pasar menunggu sejumlah agenda ekonomi dan geopolitik penting.
Tim Research Tokocrypto menilai fokus utama investor tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat, pidato pejabat The Fed, serta perkembangan konflik AS-Iran yang masih memengaruhi sentimen aset berisiko.
“Pada 10 Agustus 2026, harga Bitcoin naik 0,64%, sementara XRP melemah tipis 0,11%. Pergerakan yang berbeda ini terjadi ketika pasar kripto masih menimbang peluang perubahan arah kebijakan moneter The Fed dan risiko geopolitik global,” jelasnya.
Selain Bitcoin dan XRP, Ethereum juga bergerak naik 0,44% ke sekitar US$1.924, sementara Solana mempertahankan kenaikan akhir pekan dan diperdagangkan di sekitar US$76.
Daftar Isi
CPI 12 Agustus Jadi Ujian Pertama
Agenda terpenting pekan ini adalah rilis data Consumer Price Index atau CPI AS untuk Juli 2026. Berdasarkan jadwal Bureau of Labor Statistics, data CPI Juli akan dirilis pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 08.30 waktu Eastern Time.
Pasar memperkirakan inflasi tahunan turun dari 3,5% pada Juni menjadi 3,4% pada Juli. Jika data CPI benar-benar melambat, ekspektasi bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan September dapat semakin menguat.

Skenario tersebut berpotensi mendukung aset berisiko seperti Bitcoin dan XRP. Ketika tekanan kenaikan suku bunga mereda, investor biasanya lebih berani masuk ke aset yang sensitif terhadap likuiditas, termasuk kripto.
Sebaliknya, jika inflasi lebih tinggi dari ekspektasi, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat. Kondisi ini berisiko menekan Bitcoin, XRP, dan altcoin lain karena pasar akan kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Data CPI menjadi semakin penting setelah laporan tenaga kerja AS sebelumnya menunjukkan pelemahan. Nonfarm payrolls turun 23.000, memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum. Jika inflasi juga melemah, tekanan terhadap The Fed untuk tetap hawkish dapat berkurang.
Baca juga: Token Unlock Pekan Ini Tembus US$605 Juta: ARB Jadi Sorotan
Pidato Pejabat The Fed Bisa Ubah Ekspektasi Pasar
Dikutip Coingape, agenda kedua yang perlu diperhatikan adalah pidato sejumlah pejabat Federal Reserve pada 13 Agustus. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, dan Presiden Federal Reserve Bank of Richmond, Thomas Barkin, dijadwalkan berbicara pada pekan yang sama setelah rilis CPI.
Komentar pejabat The Fed berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga September. Jika keduanya memberi sinyal bahwa inflasi masih perlu diwaspadai, pasar kripto dapat kembali menghadapi tekanan.
Namun, jika komentar mereka lebih dovish dan menekankan risiko perlambatan ekonomi, Bitcoin dan XRP berpeluang mendapat dorongan tambahan. Investor akan mencermati apakah The Fed mulai lebih fokus pada pelemahan tenaga kerja dibanding tekanan inflasi.
Dalam beberapa pekan terakhir, pasar suku bunga sudah mulai berubah setelah data tenaga kerja AS melemah. Jika komentar pejabat The Fed memperkuat peluang suku bunga ditahan, sentimen terhadap aset kripto dapat membaik.

Konflik AS-Iran Masih Jadi Faktor Risiko
Selain data ekonomi, pasar juga mencermati perkembangan konflik AS-Iran. Presiden Donald Trump dilaporkan memberi sinyal bahwa AS lebih memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dibanding melanjutkan tekanan militer baru.
Isu Selat Hormuz juga masih menjadi perhatian. Laporan AP menyebut Iran tidak akan membuka kembali Selat Hormuz tanpa konsesi dari AS, sementara pembicaraan dengan Oman masih menjadi bagian dari dinamika kawasan.
Perkembangan ini penting bagi pasar kripto karena Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global. Jika ketegangan mereda dan jalur pelayaran kembali normal, tekanan harga minyak dapat berkurang. Hal ini berpotensi membantu menurunkan tekanan inflasi dan memperbaiki sentimen aset berisiko.
Sebaliknya, jika konflik memburuk atau pembukaan Selat Hormuz kembali tertunda, harga minyak dapat tetap sensitif terhadap risiko geopolitik. Dalam kondisi tersebut, kekhawatiran inflasi bisa meningkat dan menekan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.
Bitcoin Bidik US$72.000 Jika Tembus US$67.000
Secara teknikal dan on-chain, Bitcoin masih menghadapi resistance penting di sekitar US$67.000. Level ini merupakan realized price dari trader yang membeli BTC antara Mei hingga Agustus 2026.
Jika Bitcoin naik ke area tersebut, sebagian trader yang sebelumnya berada dalam posisi rugi berpotensi menjual saat mendekati titik impas. Karena itu, area US$67.000 menjadi ujian penting untuk melihat apakah pembeli cukup kuat menyerap tekanan jual.
Jika BTC mampu ditutup di atas US$67.000, peluang kenaikan menuju US$72.000 akan terbuka. Level tersebut menjadi area ketika trader yang telah memegang Bitcoin sejak Maret 2026 mulai kembali masuk zona profit.
Analis CryptoQuant Shayan Markets menilai pergerakan ke US$72.000 dapat menjadi sinyal bahwa pembeli mampu menyerap suplai dari trader yang menjual. Jika terjadi, hal ini dapat mendukung outlook Bitcoin yang lebih bullish dalam jangka panjang.
Namun, jika BTC gagal menembus US$67.000, harga berisiko kembali tertahan dan bergerak konsolidatif. Dalam kondisi tersebut, respons pasar terhadap data CPI dan komentar The Fed akan menjadi penentu arah berikutnya.
Whale XRP Borong 380 Juta Token
Untuk XRP, sentimen pasar juga dipengaruhi aktivitas whale. Analis Ali Charts menyebut whale XRP membeli sekitar 380 juta token dalam satu pekan terakhir, meskipun ketidakpastian terkait peluang pengesahan CLARITY Act pada 2026 masih membayangi pasar.
Aktivitas pembelian tersebut menunjukkan pelaku besar masih memiliki keyakinan terhadap potensi kenaikan XRP. Namun, harga masih menghadapi resistance di sekitar US$1,06.
Indikator RSI harian XRP berada di sekitar 39, menunjukkan momentum masih cenderung lemah dan belum sepenuhnya berpihak pada pembeli. Jika tekanan beli kembali masuk dan RSI naik di atas 50, XRP berpeluang menembus resistance US$1,06.

Target berikutnya berada di EMA 50 hari sekitar US$1,10. Jika XRP mampu ditutup di atas EMA 50 hari selama tiga hari berturut-turut, peluang kenaikan menuju EMA 200 hari di sekitar US$1,18 akan semakin terbuka.
Namun, jika XRP gagal menembus US$1,06, harga berisiko kembali bergerak sideways atau melemah. Pasar masih perlu melihat apakah akumulasi whale dapat diikuti oleh minat beli dari trader ritel dan institusi.
Secara keseluruhan, Bitcoin dan XRP memasuki pekan yang penting. Data CPI 12 Agustus, pidato pejabat The Fed pada 13 Agustus, dan perkembangan konflik AS-Iran dapat menjadi pemicu volatilitas besar.
Jika inflasi turun dan komentar The Fed lebih dovish, Bitcoin berpeluang menguji US$67.000 hingga US$72.000, sementara XRP dapat mencoba menembus US$1,06 dan bergerak ke US$1,10. Sebaliknya, jika inflasi panas atau ketegangan geopolitik meningkat, pasar kripto berisiko kembali menghadapi tekanan.
Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 5 Agustus 2026: Bitcoin Kembali Tembus $64.000
-
Market6 days agoPasar Kripto Hari Ini 4 Agustus 2026: Whale Borong Bitcoin Lagi!
-
Academy3 days agoRiset Kripto 3-7 Agustus 2026: S&P500 ATH, Indonesia Deflasi, Bitcoin Ngeyel
-
Market3 days agoPasar Kripto Hari Ini 7 Agustus 2026: BTC Tertekan Data Tenaga Kerja AS


