Market
Bitcoin, ETH, dan XRP Terkoreksi Tajam, Likuidasi Crypto Tembus US$1,7 Miliar
Tim Resaerch Tokocrypto melihat tekanan terbesar datang dari posisi long yang sebelumnya menumpuk setelah reli cepat Bitcoin dari area US$63.600 ke hampir US$79.500.
Pasar kripto mengalami flash crash tajam setelah reli besar dalam beberapa hari terakhir. Dalam waktu singkat, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, dan sejumlah altcoin melemah bersamaan, memicu likuidasi posisi leverage lebih dari US$1,7 miliar dalam 24 jam.
Menurut laporan yang mengutip data CoinGlass, sekitar 281.846 trader terkena likuidasi dengan total kerugian sekitar US$1,71 miliar. Peristiwa ini disebut sebagai salah satu flash crash terbesar sejak Oktober 2025, dengan kapitalisasi pasar kripto turun sekitar US$108 miliar hanya dalam enam menit.
Tim Resaerch Tokocrypto melihat tekanan terbesar datang dari posisi long yang sebelumnya menumpuk setelah reli cepat Bitcoin dari area US$63.600 ke hampir US$79.500.
“Ketika harga berbalik turun pada 22 Agustus, posisi leverage bullish langsung tertekan dan memicu efek domino likuidasi,” ungkapnya.
Daftar Isi
Reli Cepat Berubah Jadi Likuidasi Long

Sebelum koreksi terjadi, pasar kripto sempat menikmati reli kuat. Bitcoin naik tajam setelah sentimen makro membaik, termasuk karena rencana US Treasury meningkatkan buyback obligasi jangka panjang dan masuknya kembali arus dana ke ETF spot Bitcoin.
Reli tersebut awalnya memicu short squeeze besar. Data CoinGlass yang dikutip berbagai laporan menunjukkan lebih dari US$4,3 miliar posisi short terlikuidasi sejak pengumuman Treasury, termasuk US$1,21 miliar short liquidation dalam 24 jam pada fase kenaikan sebelumnya.
Namun, ketika harga mulai berbalik, beban berpindah ke posisi long. Dalam empat jam, sekitar US$574 juta posisi long disebut terhapus, sementara open interest pasar crypto turun sekitar US$3,34 miliar atau 5,18%.
Penurunan open interest menunjukkan leverage keluar cepat dari pasar. Dengan kata lain, koreksi bukan hanya akibat aksi jual spot, tetapi juga karena posisi derivatif yang terlalu padat dipaksa tutup dalam waktu singkat.
Baca Juga: Mark Cuban Sebut Chip Bisa Jadi Crypto Baru, Kenapa?
Bitcoin Turun ke Area US$76.500
Bitcoin menjadi salah satu aset yang paling disorot dalam koreksi terbaru. Setelah sempat mendekati US$79.500, BTC turun ke sekitar US$76.500 dalam beberapa menit.
Selama penurunan tersebut, sekitar US$257,77 juta posisi long Bitcoin dilikuidasi. Koreksi ini terjadi setelah BTC sebelumnya mencatat reli kuat dan memicu likuidasi besar terhadap short seller.

Meski turun, analis masih melihat struktur Bitcoin belum sepenuhnya rusak selama harga bertahan di atas support penting. Level US$70.500 kini menjadi area kunci yang dipantau pasar.
Dilaporkan Coinpedia, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$70.500, pemulihan yang lebih luas masih berpeluang berlanjut. Namun, jika level ini ditembus, tekanan jual dapat meningkat dan membuka risiko koreksi lebih dalam.
Ethereum dan XRP Ikut Tertekan
Ethereum juga mengalami tekanan besar dalam flash crash tersebut. ETH turun ke sekitar US$2.426 dan mencatat likuidasi sekitar US$293,34 juta.
XRP bahkan mengalami penurunan lebih tajam secara persentase. Token ini turun sekitar 12% dari US$1,70 ke US$1,51, memicu likuidasi sekitar US$121,71 juta.
Koreksi XRP terjadi setelah reli kuat sebelumnya yang membawa harga naik signifikan dalam sepekan. Setelah kenaikan cepat, token seperti XRP menjadi rentan terhadap aksi ambil untung dan likuidasi leverage.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar altcoin masih sangat sensitif terhadap volatilitas Bitcoin. Ketika BTC terkoreksi, aset dengan beta lebih tinggi biasanya turun lebih dalam karena trader mengurangi risiko.
Altcoin Kehilangan US$53 Miliar
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, Ethereum, dan XRP. Pasar altcoin secara luas juga ikut melemah.
TOTAL3, metrik yang mengukur kapitalisasi pasar kripto di luar Bitcoin dan Ethereum, turun dari sekitar US$784 miliar ke US$731 miliar dalam satu candle. Artinya, sekitar US$53 miliar nilai pasar altcoin hilang dalam waktu sangat singkat.

Penurunan sekitar 6,7% pada TOTAL3 jauh lebih tajam dibanding pelemahan Bitcoin yang berada di sekitar 2,5% pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan altcoin masih memiliki volatilitas lebih tinggi ketika pasar memasuki fase risk-off.
Kondisi ini juga menegaskan risiko rotasi modal spekulatif. Selama reli, altcoin biasanya bergerak lebih cepat. Namun, ketika koreksi datang, tekanan jual pada altcoin juga cenderung lebih besar.
Leverage Jadi Pemicu Efek Domino
Flash crash terbaru memperlihatkan betapa besar pengaruh leverage terhadap pasar kripto. Ketika harga naik cepat, trader cenderung menambah posisi long dengan keyakinan reli akan berlanjut.
Namun, posisi yang terlalu padat membuat pasar rentan. Ketika harga mulai turun, likuidasi paksa terjadi dan mempercepat penurunan. Setiap posisi long yang ditutup paksa dapat menambah tekanan jual, lalu memicu likuidasi berikutnya.
Dalam laporan lain, CoinGlass mencatat sekitar US$523 juta likuidasi terjadi hanya dalam satu jam saat flash crash, dengan mayoritas berasal dari posisi long.
Ini menunjukkan bahwa koreksi terbaru bukan hanya reaksi harga biasa, tetapi juga proses deleveraging cepat setelah pasar bergerak terlalu agresif.
Support US$70.500 Jadi Penentu Bitcoin
Di tengah koreksi besar, level US$70.500 menjadi fokus utama bagi Bitcoin. Analis The Martini Guy menilai level ini penting karena sebelumnya menjadi area breakout setelah BTC bergerak dari kisaran US$65.000 dan menembus US$67.200.
Selama BTC bertahan di atas US$70.500, tren pemulihan masih dapat dipertahankan. Dalam skenario ini, koreksi terbaru dapat dilihat sebagai pembersihan leverage setelah reli cepat.
Namun, jika BTC turun di bawah US$70.500, struktur bullish jangka pendek akan melemah. Risiko berikutnya adalah penurunan lanjutan karena trader yang masih memegang posisi long dapat kembali tertekan.
Resistance terdekat berada di sekitar US$78.800 hingga US$79.500, area yang sebelumnya menjadi puncak reli. Jika BTC ingin kembali melanjutkan kenaikan, harga perlu merebut kembali zona tersebut dengan volume yang kuat.
Outlook: Koreksi Sehat atau Awal Tekanan Baru?
Secara keseluruhan, flash crash terbaru menunjukkan pasar kripto masih sangat dipengaruhi oleh leverage. Reli besar sebelumnya mendorong trader masuk agresif, tetapi pembalikan cepat membuat lebih dari US$1,7 miliar posisi terlikuidasi dalam 24 jam.
Bitcoin, Ethereum, XRP, dan altcoin kompak tertekan, sementara TOTAL3 kehilangan sekitar US$53 miliar hanya dalam hitungan menit. Meski begitu, koreksi ini belum otomatis membatalkan tren pemulihan selama level support utama masih bertahan.
Untuk Bitcoin, level US$70.500 menjadi batas paling penting. Jika BTC mampu bertahan di atas area ini, pasar berpeluang kembali stabil dan mencoba membangun reli berikutnya.
Sebaliknya, jika US$70.500 gagal dipertahankan, koreksi dapat berlanjut dan sentimen risk-on yang mendorong reli sebelumnya bisa melemah. Untuk saat ini, pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah likuidasi besar, dengan fokus utama pada apakah pembeli mampu mempertahankan support atau justru leverage baru kembali terbongkar.
Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event6 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Altcoin News7 days agoWhite House Bakal Bertemu Bos-Bos Crypto Minggu Depan, Ada Apa?
-
Altcoin News5 days agoRevenue Pump.fun Lewati Hyperliquid, Bukti Launchpad Meme Coin Masih Ramai?
-
Market7 days agoCZ Sebut Miliarder pun Bisa Sulit Punya 1 Bitcoin, Ini Alasannya

