Market
Bitcoin Jatuh di Bawah US$78.000, Apa yang Bikin ETH dan XRP Ikut Terseret?
Tim Research Tokocrypto menjelaskan tekanan muncul setelah investor menilai pidato Warsh pada Jumat, 28 Agustus, membuka kembali kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, setelah pasar sebelumnya berharap kebijakan moneter AS dapat bergerak lebih longgar.
Pasar kripto kembali tertekan setelah pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole memicu kekhawatiran suku bunga Amerika Serikat berpotensi kembali dinaikkan pada September 2026.
Bitcoin (BTC) sempat turun ke sekitar US$77.901, terkoreksi 3,1% dalam 24 jam. Pelemahan tersebut menyeret Ethereum (ETH) turun sekitar 3,1% ke US$2.444 dan XRP merosot lebih dalam sekitar 5% menuju US$1,39.
Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan ikut turun sekitar 2,2% menjadi US$2,74 triliun. Solana (SOL) juga melemah sekitar 1,9% ke US$104,81, meski masih mempertahankan kenaikan lebih dari 15% dalam tujuh hari.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan tekanan muncul setelah investor menilai pidato Warsh pada Jumat, 28 Agustus, membuka kembali kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed, setelah pasar sebelumnya berharap kebijakan moneter AS dapat bergerak lebih longgar.
Daftar Isi
Warsh Tegaskan Inflasi 2% Harga Mati
Dalam pidatonya di Jackson Hole Economic Policy Symposium, Warsh menegaskan target inflasi 2% The Fed merupakan target yang “firm” dan “fixed”.
Menurut Warsh, perekonomian AS justru terlihat semakin kuat. Pasar tenaga kerja masih stabil, tingkat pengangguran berada di 4,1%, sementara kondisi finansial secara keseluruhan sulit dikategorikan sebagai restriktif.
Masalah utamanya adalah inflasi.
Dilaporkan Coinpedia, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, masih berada di 3,7% secara tahunan, jauh di atas target 2%. Dalam periode enam bulan, laju PCE bahkan mencapai 4,1%.
Warsh menegaskan The Fed perlu yakin bahwa tren inflasi benar-benar bergerak menuju target dengan kecepatan yang memadai. Jika tidak, bank sentral masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.
Nada tersebut membuat pasar menilai The Fed belum selesai dengan kebijakan suku bunga ketat.
Baca juga: Bukan Cuma Harga Naik, 4 Tren Ini Bisa Jadi Penggerak Siklus Kripto Berikutnya
Peluang Kenaikan Suku Bunga September Melonjak
Pasar obligasi langsung bereaksi terhadap pernyataan Warsh.
Associated Press melaporkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September melonjak menjadi hampir 58%, dari sekitar 35% sehari sebelumnya. Yield obligasi Treasury AS tenor dua tahun juga naik dari sekitar 4,22% menjadi 4,35%.
Data CME FedWatch yang diambil pada waktu berbeda menunjukkan probabilitas sekitar 46%, menandakan ekspektasi pasar berubah cukup cepat setelah pidato tersebut.
Perubahan ekspektasi tersebut penting bagi pasar kripto.
Suku bunga lebih tinggi cenderung membuat aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto menjadi relatif kurang menarik karena investor memperoleh imbal hasil lebih tinggi dari instrumen berbasis dolar dan obligasi pemerintah.
Pada saat yang sama, kebijakan moneter ketat dapat mengurangi likuiditas yang selama ini menjadi salah satu bahan bakar utama reli Bitcoin dan altcoin.
Namun, Warsh sendiri tidak secara eksplisit mengatakan The Fed pasti akan menaikkan suku bunga pada September. Ia justru menghindari memberikan forward guidance dan menekankan bahwa keputusan tetap bergantung pada kondisi ekonomi.
Bitcoin Gagal Tembus US$81.500

Tekanan makro datang ketika Bitcoin juga sedang menghadapi resistance teknikal kuat.
BTC sebelumnya mencoba menembus area US$81.000-US$81.500, tetapi gagal mempertahankan kenaikan setelah menghadapi tekanan jual.
Berdasarkan materi pasar, sejumlah whale dilaporkan membangun sell wall besar di sekitar US$81.000. Kondisi tersebut membuat Bitcoin kesulitan melanjutkan reli meskipun sebelumnya berhasil bangkit tajam dari area US$64.000 sepanjang Agustus.
Kegagalan breakout kemudian bertemu dengan sentimen hawkish dari Jackson Hole, mendorong trader melakukan aksi ambil untung.
Secara psikologis, US$80.000 kini kembali menjadi resistance penting bagi Bitcoin.
Jika BTC mampu merebut kembali area tersebut, momentum bullish berpotensi pulih. Sebaliknya, tekanan yang terus berlanjut dapat membuat investor kembali menguji support yang lebih rendah.
Ethereum dan XRP Ikut Terseret
Ethereum ikut mengalami koreksi setelah sebelumnya menjadi salah satu aset dengan performa terbaik dalam reli pasar terbaru.
ETH turun ke sekitar US$2.444, setelah sebelumnya mencoba menembus resistance US$2.500.
Penurunan tersebut membuat area US$2.500 kembali menjadi batas penting bagi Ethereum. Padahal, ETH mendapatkan dukungan cukup kuat dari arus dana spot ETF dalam beberapa pekan terakhir.

XRP mengalami tekanan yang lebih besar dengan koreksi sekitar 5% menuju US$1,39.
Koreksi lebih dalam pada altcoin bukan fenomena yang tidak biasa. Ketika sentimen makro memburuk dan Bitcoin turun, investor biasanya lebih cepat mengurangi eksposur pada aset dengan volatilitas lebih tinggi.
Apakah Altcoin Bisa Mulai Bergerak Sendiri?
Meski pasar sedang terkoreksi, tidak semua trader memperkirakan penurunan besar akan berlanjut.
Analis kripto Michaël van de Poppe menilai pasar telah membersihkan sebagian likuiditas di area bawah setelah gelombang likuidasi dan penurunan terbaru.
Ia melihat kemungkinan Bitcoin mulai bergerak sideways setelah koreksi, yang berpotensi membuka ruang bagi sejumlah altcoin untuk menunjukkan relative strength terhadap BTC.
Skenario tersebut dapat terjadi apabila Bitcoin mampu menemukan support dan volatilitasnya mulai mereda.
Dalam siklus kripto, fase ketika BTC berkonsolidasi setelah reli memang sering menjadi periode ketika modal mulai berpindah menuju Ethereum dan altcoin.
Namun, kondisi kali ini sangat bergantung pada faktor makro. Jika ekspektasi kenaikan suku bunga semakin kuat dan Bitcoin kembali kehilangan support, altcoin berpotensi mengalami tekanan lebih besar.
September Jadi Ujian Besar Pasar Kripto
Fokus investor kini bergeser menuju pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026.
Data ekonomi yang keluar sebelum pertemuan tersebut akan menjadi penentu penting.
Jika inflasi mulai menunjukkan pelemahan dan kondisi ekonomi melambat, peluang kenaikan suku bunga dapat kembali berkurang. Sebaliknya, data inflasi yang tetap tinggi dapat semakin memperkuat alasan The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish.
Untuk Bitcoin, kemampuan kembali menembus US$80.000-US$81.500 akan menjadi salah satu indikator apakah reli Agustus masih memiliki tenaga.
Sementara itu, Ethereum harus kembali merebut US$2.500, sedangkan altcoin akan sangat bergantung pada apakah Bitcoin mampu menemukan titik konsolidasi.
Dengan demikian, koreksi pasar saat ini bukan hanya persoalan teknikal. Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed kembali menjadi faktor utama yang menentukan arah likuiditas pasar kripto menjelang September.
Baca juga: CZ Sebut Miliarder pun Bisa Sulit Punya 1 Bitcoin, Ini Alasannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Bitcoin News6 days agoDampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!
-
Market5 days agoPasar kripto Hadapi Pekan Penting: Data PCE hingga Jackson Hole Jadi Penentu Arah
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 24 Agustus 2026: Altcoin Mulai Tunjukkan Momentum
-
Bitcoin News7 days agoShort Seller Kena Bantai, Liquidasi US$1,2 Miliar Dorong Bitcoin ke US$77K

