Bitcoin News
Bitcoin Turun 49% dari Puncak, Miner Belum Tunjukkan Capitulation
Tim Research Tokocrypto menilai BTC turun dari sekitar US$124.700 pada awal Oktober 2025 ke sekitar US$63.400 pada 12 Agustus 2026.
Harga Bitcoin (BTC) telah turun hampir separuh dari puncaknya pada Oktober 2025. Namun, tekanan tersebut belum memicu penurunan tajam pada kekuatan komputasi jaringan atau hashrate.
Menurut analis Bitcoin Axel Adler Jr., sektor mining memang menghadapi tekanan ekonomi yang lebih berat karena pendapatan dari biaya transaksi sangat rendah. Meski begitu, penurunan hashrate masih terlihat terkendali dan belum menunjukkan tanda-tanda capitulation besar.
Tim Research Tokocrypto menilai BTC turun dari sekitar US$124.700 pada awal Oktober 2025 ke sekitar US$63.400 pada 12 Agustus 2026. Penurunan ini setara dengan koreksi sekitar 49%.
“Dalam periode yang sama, rata-rata hashrate Bitcoin tujuh hari turun dari sekitar 1.150 EH/s menjadi 886 EH/s, atau melemah sekitar 23%,” jelasnya.
Hashrate Turun Lebih Lambat dari Harga
Dilaporkan Coinpedia, perbedaan antara penurunan harga dan penurunan hashrate menunjukkan jaringan Bitcoin masih cukup kuat menghadapi tekanan pasar. Meski harga BTC turun hampir 50%, kekuatan mining hanya turun sekitar 23%.
Hal ini mengindikasikan bahwa infrastruktur mining mampu menyerap tekanan lebih baik dibanding harga Bitcoin itu sendiri. Penurunan harga memang membuat pendapatan miner dalam dolar AS ikut menurun, terutama bagi operator dengan biaya listrik dan operasional yang tinggi.
Namun, belum terlihat penurunan besar yang menunjukkan banyak miner keluar dari jaringan secara bersamaan. Jika capitulation terjadi, hashrate biasanya turun lebih tajam karena miner yang tidak efisien terpaksa mematikan mesin.
Untuk saat ini, jaringan masih mempertahankan hampir 900 EH/s kekuatan komputasi aktif. Angka ini menunjukkan sebagian besar miner masih bertahan meskipun margin semakin ketat.
Baca juga: TRON Menguat, Aktivitas USDT US$2,1 Triliun Jadi Katalis TRX
Pendapatan Fee Miner Sangat Rendah
Salah satu tekanan utama bagi miner saat ini adalah rendahnya kontribusi biaya transaksi terhadap total pendapatan. Menurut Axel Adler Jr., fee hanya menyumbang sekitar 0,71% dari pendapatan miner.
Angka tersebut hampir sama dengan kondisi Desember 2015, ketika fee menyumbang sekitar 0,69% dari pendapatan miner. Hal ini menunjukkan permintaan terhadap blockspace Bitcoin masih lemah.
Sejak pertengahan 2025, kontribusi fee terhadap pendapatan miner berada di sekitar atau di bawah 1%. Artinya, miner saat ini masih sangat bergantung pada block reward.
Namun, perbandingan dengan 2015 perlu dibaca hati-hati. Pada 2015, miner masih menerima 25 BTC per blok. Saat ini, setelah beberapa kali halving, block reward Bitcoin hanya 3,125 BTC per blok.
Dengan demikian, kesamaan antara 2026 dan 2015 lebih terkait struktur pendapatan, bukan kondisi ekonomi mining secara keseluruhan. Saat ini, reward yang diterima miner jauh lebih kecil dalam satuan BTC, sehingga ketergantungan pada harga Bitcoin menjadi lebih besar.
Sektor Mining Menyesuaikan, Bukan Runtuh
Meskipun profitabilitas melemah, hashrate Bitcoin masih bertahan di sekitar 900 EH/s. Bahkan, hashrate sesekali menunjukkan pemulihan setelah turun dari puncak Oktober.
Kondisi ini menunjukkan miner lebih banyak melakukan penyesuaian operasional secara bertahap, bukan keluar dari jaringan secara masif. Miner dengan biaya produksi lebih rendah kemungkinan masih mampu bertahan, sementara operator yang kurang efisien mulai menghadapi tekanan lebih besar.
Jika tekanan harga berlanjut dan hashrate mulai turun lebih cepat, hal itu dapat menjadi sinyal bahwa miner yang tidak efisien mulai dimatikan dalam jumlah besar. Namun, selama hashrate stabil di sekitar level saat ini, risiko capitulation besar masih belum terlihat.
Di sisi lain, pemulihan kontribusi fee ke atas 1% dapat menjadi sinyal positif bagi sektor mining. Kenaikan fee menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap blockspace Bitcoin, yang dapat membantu memperbaiki pendapatan miner di luar block reward.
Sinyal yang Perlu Dipantau
Untuk saat ini, sektor mining Bitcoin tampak berada dalam fase penyesuaian terkendali. Harga BTC memang turun sekitar 49% dari puncak Oktober 2025, tetapi hashrate hanya turun 23% dan masih bertahan di dekat 900 EH/s.
Kondisi ini menunjukkan belum ada capitulation besar di kalangan miner. Namun, tekanan ekonomi tetap nyata karena fee transaksi hanya menyumbang kurang dari 1% terhadap pendapatan miner.
Ke depan, dua indikator utama perlu dipantau. Pertama, apakah hashrate mulai turun tajam atau justru stabil dan pulih. Kedua, apakah fee transaksi dapat kembali mengambil porsi lebih besar dalam pendapatan miner.
Jika hashrate tetap stabil, pasar dapat membaca bahwa miner masih mampu bertahan meskipun harga BTC tertekan. Namun, jika hashrate turun cepat dan fee tetap rendah, risiko capitulation dapat meningkat.
Secara keseluruhan, pelemahan harga Bitcoin belum cukup untuk mengguncang jaringan mining secara besar-besaran. Miner memang menghadapi margin yang lebih ketat, tetapi data hashrate menunjukkan jaringan masih bertahan dan belum memasuki fase capitulation.
Baca juga: Metaplanet Bangun Venture Firm Fokus Ekosistem Bitcoin
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event4 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy7 days agoRiset Kripto 3-7 Agustus 2026: S&P500 ATH, Indonesia Deflasi, Bitcoin Ngeyel
-
Bitcoin News7 days agoBlackRock Borong Bitcoin Setiap Hari Selama Seminggu Terakhir, Ada Apa?
-
Market7 days agoMichael Saylor Sebut ChatGPT Bantu Strategy Rancang Pendanaan US$15 Miliar


