Connect with us

Bitcoin News

BTC dan ETH Sama-Sama Reli, tapi Data On-Chain Ungkap Sinyal Berbeda

Tim Research Tokocrypto menjelaskan sepanjang Agustus, Ethereum tercatat menguat sekitar 34,5%, lebih tinggi dibandingkan Bitcoin yang naik 26,5%.

Tivan

Published

on

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.

Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sama-sama mencatat reli kuat sepanjang Agustus 2026. Namun, di balik kenaikan tersebut, data on-chain menunjukkan perilaku investor kedua aset kripto terbesar dunia itu justru mulai bergerak ke arah yang berbeda.

Data Santiment menunjukkan jumlah Ethereum yang tersimpan di exchange turun sekitar 1,4 juta ETH sejak 3 Juni 2026, sementara saldo Bitcoin di exchange justru meningkat tipis dalam periode yang sama. Perbedaan serupa juga terlihat dari arus dana ETF, dengan produk Ethereum memperoleh inflow jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin dalam 12 pekan terakhir.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan sepanjang Agustus, Ethereum tercatat menguat sekitar 34,5%, lebih tinggi dibandingkan Bitcoin yang naik 26,5%.

“Namun, yang lebih menarik bukan hanya pergerakan harga, melainkan ke mana investor memindahkan aset mereka,” ungkapnya.

1,4 Juta ETH Keluar dari Exchange

Jumlah Ethereum yang berada di exchange turun cukup tajam dalam hampir tiga bulan terakhir.

Menurut Santiment, saldo ETH di exchange merosot dari sekitar 7,69 juta ETH pada 3 Juni menjadi 6,28 juta ETH pada 27 Agustus, atau turun sekitar 18%.

Penarikan bahkan semakin cepat ketika harga mulai naik.

Sejak 19 Agustus saja, sekitar 275.000 ETH tambahan keluar dari exchange, membawa jumlah ETH yang berada di platform perdagangan ke level terendah selama periode tersebut.

Diungkapkan BeInCrypto, fenomena ini menjadi perhatian karena investor biasanya memindahkan aset dari exchange ke wallet pribadi ketika tidak berniat menjual dalam waktu dekat.

Dengan demikian, berkurangnya suplai ETH di exchange dapat mengurangi jumlah token yang tersedia untuk langsung dijual di pasar.

Namun, data tersebut tetap tidak otomatis menjamin harga akan terus naik. Perpindahan aset dari exchange juga dapat terjadi untuk staking, DeFi, kustodian institusional, maupun berbagai kebutuhan on-chain lainnya.

Baca juga: Ethereum Bisa Tembus US$2.650 Bulan Ini?

Bitcoin Justru Bergerak Sebaliknya

Kondisi berbeda terlihat pada Bitcoin.

Dalam periode 12 minggu yang sama, saldo Bitcoin di exchange justru meningkat sekitar 0,25%.

Persentase suplai BTC yang berada di exchange sebelumnya turun ke sekitar 6,50% pada 28 Juli, tetapi kemudian kembali meningkat menjadi sekitar 6,65% pada akhir Agustus. Sebaliknya, suplai Ethereum di exchange berada di sekitar 3,717%.

Artinya, ketika holder Ethereum semakin banyak menarik aset dari exchange, investor Bitcoin justru mempertahankan lebih banyak BTC dalam kondisi yang lebih likuid dan siap diperdagangkan.

Santiment menggambarkan kondisi tersebut sebagai dua aset utama yang bergerak dalam pasar yang sama, tetapi memperlihatkan pola inventori yang berlawanan.

Peningkatan saldo Bitcoin di exchange tidak selalu berarti investor bersiap menjual. Namun, secara umum jumlah aset yang lebih besar di exchange dapat meningkatkan potensi suplai yang tersedia apabila tekanan jual meningkat.

ETF Ethereum Ungguli Bitcoin

Perbedaan antara BTC dan ETH juga terlihat di pasar institusional.

Dalam sekitar 60 hari perdagangan sejak 3 Juni, spot Ethereum ETF di Amerika Serikat membukukan net inflow sekitar US$1,633 miliar.

Sementara itu, spot Bitcoin ETF hanya mencatat net inflow sekitar US$173 juta dalam periode yang sama.

Selisih tersebut cukup signifikan, terutama karena total aset produk Bitcoin ETF pada awal periode tercatat sekitar delapan kali lebih besar dibandingkan Ethereum ETF.

Bitcoin ETF sebenarnya menerima sekitar US$5,87 miliar gross inflow, tetapi pada saat yang sama mengalami sekitar US$5,69 miliar outflow. Hasil akhirnya membuat arus bersih Bitcoin hanya sedikit positif.

Sebaliknya, arus dana Ethereum lebih konsisten menuju sisi pembelian.

Dalam periode tersebut, tambahan modal menuju Ethereum ETF setara sekitar 15,51% dari nilai aset dana pada awal periode, jauh dibandingkan tambahan sekitar 0,2% pada Bitcoin ETF.

Minat Institusi ke ETH Mulai Menguat?

Arus ETF terbaru menunjukkan investor institusional sebenarnya masih membeli kedua aset.

Pada 27 Agustus, spot Bitcoin ETF membukukan net inflow US$242,3 juta, sementara Ethereum ETF menerima sekitar US$235 juta. Keduanya sama-sama mencatat sembilan hari perdagangan berturut-turut dengan arus dana positif.

Namun, jika dilihat dalam rentang waktu sejak awal Juni, Ethereum masih mendapatkan akumulasi yang lebih kuat secara relatif.

Performa harga juga mencerminkan perbedaan tersebut.

Sejak 3 Juni hingga 27 Agustus, Ethereum naik sekitar 34,74%, sementara Bitcoin meningkat sekitar 11,91%.

Kombinasi antara kenaikan harga, penurunan suplai di exchange, dan masuknya dana ETF membuat Ethereum semakin diperhatikan sebagai salah satu aset yang berpotensi mendapatkan rotasi modal ketika pasar kripto kembali menguat.

Apakah Ethereum Mulai Lebih Kuat dari Bitcoin?

Data saat ini menunjukkan adanya perbedaan perilaku investor, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan Ethereum akan menggantikan dominasi Bitcoin.

Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar dan produk ETF BTC masih memiliki total aset yang jauh lebih besar.

Namun, Ethereum saat ini memperlihatkan pola yang berbeda: lebih banyak ETH ditarik dari exchange sekaligus lebih banyak modal bersih masuk melalui ETF.

Jika pola tersebut berlanjut, suplai ETH yang tersedia untuk diperdagangkan dapat semakin terbatas ketika permintaan institusional meningkat.

Sebaliknya, meningkatnya jumlah BTC di exchange menjadi indikator yang perlu diperhatikan apabila reli Bitcoin mulai kehilangan momentum.

Data September akan menjadi ujian berikutnya. Jika Ethereum terus mencatat outflow dari exchange dan inflow ETF yang kuat, perbedaan antara kedua aset dapat semakin lebar.

Untuk saat ini, BTC dan ETH memang sama-sama naik. Namun, data on-chain menunjukkan investor Ethereum terlihat lebih agresif mengurangi suplai yang tersedia di pasar, sementara holder Bitcoin masih mempertahankan lebih banyak asetnya di exchange.

Baca juga: SEC Siapkan Regulasi Baru untuk Crypto, Apa yang Bakal Berubah?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending