Altcoin News
Cadangan USD1 di Bursa Melonjak 3.200%, Stablecoin Makin Dilirik
Tim Research Tokocrypto, menjelaskan pergerakan ini menunjukkan preferensi likuiditas di Binance mulai condong ke stablecoin yang dianggap lebih patuh.
Cadangan USD1 di Binance mencatat lonjakan besar hanya dalam lima bulan. Stablecoin berbasis dolar AS yang diterbitkan oleh World Liberty Financial (WLFI) tersebut naik dari sekitar US$68 juta pada November 2025 menjadi US$2,19 miliar pada Januari 2026.
Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan lebih dari 3.200%, menjadikan USD1 sebagai salah satu stablecoin dengan pertumbuhan tercepat di ekosistem Binance.
Namun, per 5 Mei 2026, cadangan USD1 di Binance tercatat sedikit turun ke sekitar US$1,56 miliar. Meski mengalami penurunan dari puncaknya, posisi tersebut tetap menunjukkan skala adopsi yang signifikan dalam waktu relatif singkat.
Daftar Isi
USD1 Jadi Stablecoin Terbesar Ketiga di Binance

Menurut Cryptoquant, lonjakan cadangan ini membuat USD1 kini menjadi stablecoin terbesar ketiga di Binance, setelah USDT dan USDC. Posisi tersebut semakin menarik perhatian karena terjadi bersamaan dengan perubahan komposisi stablecoin di platform tersebut.
Binance juga telah mengganti DAI dengan USDS, yang kini memiliki cadangan sekitar US$48 juta. Pergeseran ini menunjukkan adanya perubahan preferensi likuiditas di Binance, dari stablecoin lama menuju aset yang dinilai memiliki transparansi dan kepatuhan lebih kuat.
Baca juga: Kolaborasi WLFI-Aster: USD1 Resmi Jadi Standar Settlement Baru
BitGo dan Narasi Transparansi Jadi Katalis
Kenaikan USD1 turut didorong oleh meningkatnya kepercayaan institusional terhadap struktur cadangannya yang didukung BitGo. Dukungan kustodian dan infrastruktur yang lebih dikenal di kalangan institusi dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat daya tarik USD1.
Selain itu, USD1 juga mendapat perhatian karena posisinya yang menghubungkan ekosistem DeFi dan TradFi. Integrasi lintas sektor ini membuat USD1 tidak hanya dipandang sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur likuiditas baru di pasar aset digital.
Kaitan dengan Keluarga Trump Dorong Sorotan Media
Faktor lain yang turut mempercepat popularitas USD1 adalah sorotan media terhadap keterkaitannya dengan World Liberty Financial dan keluarga Trump. Narasi politik dan finansial tersebut membuat USD1 lebih cepat dikenal di kalangan pelaku pasar.
Meski demikian, pertumbuhan stablecoin tetap perlu dilihat dari sisi fundamental, termasuk kualitas cadangan, transparansi laporan, likuiditas pasar, serta tingkat kepatuhan terhadap regulasi.
Pergeseran Stablecoin di Binance Jadi Sinyal Struktural

Kenaikan USD1 dan masuknya USDS menggantikan DAI menunjukkan bahwa Binance mulai bergerak ke arah stablecoin yang lebih selaras dengan standar transparansi dan compliance. Pergeseran ini dapat menjadi sinyal perubahan struktural dalam preferensi likuiditas di bursa besar.
Jika tren ini berlanjut, stablecoin dengan cadangan yang lebih jelas, dukungan institusional, dan koneksi kuat ke infrastruktur keuangan tradisional berpotensi semakin mendominasi pasar.
Tim Research Tokocrypto, menjelaskan pergerakan ini menunjukkan preferensi likuiditas di Binance mulai condong ke stablecoin yang dianggap lebih patuh, transparan, dan siap dipakai di jalur institusional. Kalau tren ini lanjut, komposisi cadangan stablecoin exchange bisa makin ditentukan oleh faktor compliance dan political distribution, bukan sekadar first-mover advantage semata.
USD1 Perlu Buktikan Ketahanan Jangka Panjang
Meski pertumbuhan USD1 sangat cepat, tantangan berikutnya adalah mempertahankan likuiditas dan kepercayaan pasar. Penurunan cadangan dari US$2,19 miliar ke US$1,56 miliar menunjukkan bahwa arus stablecoin tetap dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Untuk menjaga posisinya sebagai stablecoin besar di Binance, USD1 perlu membuktikan konsistensi dari sisi transparansi cadangan, stabilitas peg, dan adopsi lintas ekosistem.
Dengan pertumbuhan lebih dari 3.200% dalam waktu singkat, USD1 kini menjadi salah satu stablecoin yang paling diperhatikan pada 2026. Namun, keberlanjutan dominasinya akan sangat bergantung pada kepercayaan institusional dan kemampuan menjaga likuiditas di tengah persaingan stablecoin yang semakin ketat.
Baca juga: WLFI Diguncang USD1, Tapi Dompet Besar Diam-Diam Borong
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Academy6 days agoRiset Kripto 27 Apr-1 Mei 2026: Powell Lengser, Bitcoin Terancam?
-
Market6 days agoKanada Larangan ATM Bitcoin, Akses Kripto Ritel Terancam
-
Market5 days agoKevin Warsh Lolos Senat, Arah Suku Bunga AS Potensi Berubah
-
Market6 days agoWaspada! $2,1 Miliar Opsi Bitcoin dan Ethereum Jatuh Tempo

