Connect with us

Market

CEO Arkham Exchange Bantah Rumor Tutup, Alihkan Fokus ke DEX

Tivan

Published

on

Ilustrasi aset kripto Arkham (ARKM). Sumber: Arkham Intelligence.

Arkham Exchange akhirnya buka suara terkait rumor penutupan platform yang sempat beredar di komunitas kripto.

Menurut laporan Cointelegraph pada Kamis (12/2), CEO Arkham, Miguel Morel, secara tegas membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa perusahaan tidak tutup, melainkan tengah melakukan transisi strategis menjadi Decentralized Exchange (DEX).

Langkah ini disebut sebagai respons terhadap pertumbuhan pesat sektor derivatif DeFi, yang diproyeksikan akan mendominasi lanskap industri kripto pada 2025.

Baca Juga: Arkham Luncurkan KOL Label, Pantau Dompet Kripto Influencer

Bukan Tutup, Tapi Transformasi

Spekulasi mengenai nasib Arkham Exchange mencuat setelah sejumlah perubahan operasional terdeteksi oleh komunitas.

Namun, klarifikasi resmi dari Miguel Morel menegaskan bahwa platform tidak berhenti beroperasi.

Sebaliknya, Arkham sedang bertransformasi penuh dari model centralized exchange (CEX) menjadi decentralized exchange (DEX).

Perubahan model bisnis ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri kripto, di mana pengguna semakin mengutamakan transparansi, self-custody, serta minimnya risiko pihak ketiga.

Transformasi ini juga menunjukkan bahwa Arkham ingin beradaptasi dengan dinamika regulasi global yang semakin ketat terhadap bursa terpusat.

Derivatif DeFi Diprediksi Dominan di 2025

Pasar derivatif kripto, khususnya perpetual futures berbasis DeFi (perp-DEX), mengalami pertumbuhan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Volume perdagangan on-chain terus meningkat, sementara sejumlah protokol derivatif terdesentralisasi mulai menyaingi bahkan melampaui volume beberapa CEX.

Menurut sejumlah analis industri, tren ini akan semakin menguat pada 2025, terutama karena:

  • Regulasi terhadap CEX semakin ketat di berbagai yurisdiksi.
  • Pengguna menginginkan kontrol penuh atas aset mereka.
  • Transparansi likuiditas dan eksekusi perdagangan menjadi faktor utama kepercayaan pasar.

Dalam konteks ini, pivot Arkham ke DEX dinilai sebagai langkah antisipatif untuk tetap relevan dan kompetitif.

Analisis Tokocrypto: Langkah Antisipatif Hindari Beban Regulasi

Terkait keputusan tersebut, Tim Research Tokocrypto menilai langkah Arkham sebagai strategi yang rasional dan proaktif.

“Pivot ke model DEX memungkinkan Arkham untuk menghindari beban regulasi terpusat (CEX) yang semakin ketat sambil tetap menangkap volume perdagangan on-chain yang terus meningkat. Ini adalah langkah antisipatif untuk bersaing langsung dengan protokol perp-DEX yang menawarkan transparansi dan self-custody lebih baik,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, tekanan regulasi terhadap CEX memang menjadi salah satu risiko terbesar industri saat ini.

Bursa terpusat harus memenuhi persyaratan kepatuhan yang semakin kompleks, mulai dari lisensi, pelaporan transaksi, hingga pengawasan ketat terhadap aktivitas pengguna.

Dengan model DEX, Arkham dapat meminimalkan eksposur terhadap risiko tersebut, sekaligus memanfaatkan pertumbuhan likuiditas on-chain yang semakin dalam.

Persaingan Ketat di Ranah Perp-DEX

Meski strategi ini terlihat menjanjikan, tantangan yang dihadapi Arkham tidak kecil. Pasar perp-DEX saat ini sudah diisi oleh sejumlah pemain besar dengan ekosistem matang dan komunitas kuat.

Untuk bersaing, Arkham perlu menawarkan likuiditas yang kompetitif, pengalaman pengguna (UX) yang setara atau lebih baik dari CEX, infrastruktur keamanan yang solid, dan integrasi data on-chain yang menjadi keunggulan khas Arkham.

Sebagai platform yang dikenal dengan analitik blockchain dan intelijen on-chain, Arkham memiliki peluang unik untuk menggabungkan fitur perdagangan dengan insight data yang lebih mendalam.

Jika berhasil, kombinasi ini bisa menjadi diferensiasi kuat dibandingkan DEX lainnya.

Dampak bagi Ekosistem dan Investor

Bagi investor dan pengguna, transformasi ini memiliki implikasi penting. Model DEX berarti:

  • Aset berada dalam kontrol pengguna (non-custodial).
  • Risiko pembekuan dana oleh pihak ketiga berkurang.
  • Transparansi transaksi lebih tinggi.

Namun, di sisi lain, pengguna juga harus bertanggung jawab penuh atas keamanan private key dan manajemen risiko pribadi.

Dari perspektif pasar, pivot Arkham mencerminkan tren yang lebih luas: pergeseran kekuatan dari sistem terpusat menuju infrastruktur terdesentralisasi.

Baca Juga: Mengenal Arkham (ARKM) dan Potensinya di Masa Depan

Keputusan Arkham Exchange untuk bertransformasi menjadi DEX bukanlah tanda kemunduran, melainkan strategi adaptif menghadapi lanskap kripto yang terus berubah.

Dengan pertumbuhan eksplosif sektor derivatif DeFi dan tekanan regulasi terhadap CEX, langkah ini bisa menjadi fondasi penting bagi daya saing Arkham di 2025.

Kini, perhatian pasar tertuju pada bagaimana Arkham mengeksekusi transisi ini dan apakah mereka mampu menembus dominasi protokol perp-DEX yang sudah mapan.

Jika berhasil, pivot ini bisa menjadi contoh bagaimana bursa kripto berevolusi dari model terpusat menuju era penuh desentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending