Altcoin News
COINB Jadi Proxy Baru Saham dan Crypto
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) menjadi salah satu tokenized stock dengan karakter yang cukup unik.
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) berada di sekitar US$175 pada 12 September. Prospeknya tidak hanya mengikuti saham Coinbase, tetapi juga semakin terhubung dengan pertumbuhan pasar crypto, ekspansi tokenized stocks, dan strategi Coinbase membangun platform “Everything Exchange”.
Coinbase Tokenized bStocks (COINB) menjadi salah satu tokenized stock dengan karakter yang cukup unik.
Berbeda dari tokenized stocks perusahaan teknologi biasa, underlying COINB adalah Coinbase Global (NASDAQ: COIN), perusahaan yang bisnisnya sendiri sangat sensitif terhadap aktivitas pasar aset digital.
Data CoinMarketCap pada 12 September menunjukkan COINB berada di sekitar US$175,53, sementara saham Coinbase menutup perdagangan 11 September di US$175,18 atau naik 1,68%. Pergerakan keduanya kini relatif berdekatan setelah sempat mengalami deviasi pada beberapa sesi sebelumnya.
Artinya, COINB memberikan eksposur terhadap saham tradisional yang fundamental bisnisnya justru berasal dari ekonomi crypto.
Daftar Isi
Coinbase Tak Lagi Hanya Jadi Crypto Exchange
Salah satu katalis jangka panjang terbesar datang dari transformasi Coinbase menuju konsep “Everything Exchange.”
Coinbase kini ingin membangun satu platform yang menyediakan akses terhadap crypto, saham, derivatif, prediction markets, hingga berbagai instrumen keuangan berbasis blockchain.
Pada kuartal II 2026, pangsa Coinbase dalam volume perdagangan crypto mencapai rekor 10,3%, mencatat peningkatan selama tiga kuartal berturut-turut.

Baca juga: Apa Itu $NVDA, Saham dari NVIDIA?
Perusahaan juga membukukan kuartal ke-14 secara berturut-turut dengan adjusted EBITDA positif. Yang menarik, Coinbase menyebut 88% net revenue-nya kini berasal dari aktivitas selain spot Bitcoin, menunjukkan sumber pendapatannya mulai semakin terdiversifikasi.
Prediction markets juga mencatat pertumbuhan kontrak dan pendapatan sebesar 106% secara kuartalan, sementara rata-rata USDC yang tersimpan dalam produk Coinbase mencapai rekor US$20 miliar.
Perkembangan ini membuat valuasi Coinbase tidak lagi hanya bergantung pada aktivitas jual-beli Bitcoin.
Tokenized Stocks Jadi Bagian Strategi Coinbase
Dilaporkan CoinMarketCap, Coinbase juga semakin serius masuk ke pasar tokenized equities.
Perusahaan telah mengembangkan infrastruktur Coinbase Tokenize, yang memungkinkan saham tradisional direpresentasikan secara on-chain dengan underlying 1:1 dan diperdagangkan melalui ekosistem Base.
Menurut Coinbase, tokenized stocks tersebut dapat digunakan untuk perdagangan, lending, hingga borrowing selama 24/7 di ekosistem DeFi.
Perlu dibedakan bahwa COINB sendiri merupakan produk bStocks, bukan tokenized stock yang diterbitkan langsung oleh Coinbase.
Namun, langkah Coinbase mengembangkan produk saham tokenisasi tetap relevan bagi COINB karena menunjukkan bahwa perusahaan yang menjadi underlying token tersebut secara aktif membangun bisnis di sektor yang sama.
Dengan kata lain, investor COINB mendapat eksposur terhadap Coinbase sekaligus terhadap perusahaan yang sedang mencoba menjadi salah satu pemain utama dalam evolusi pasar modal on-chain.
Listing Baru Perluas Akses COINB
Dari sisi pasar, akses terhadap COINB juga semakin luas.
MGBX mulai membuka perdagangan COINB/USDT pada 8 Juli 2026, bersama sejumlah tokenized stocks lainnya seperti Cerebras, Roundhill Memory ETF, dan Corning.
Penambahan listing dapat membantu meningkatkan akses investor crypto-native dan memperbaiki price discovery.
Namun, likuiditas COINB masih relatif kecil dibandingkan saham Coinbase di Nasdaq.
Kondisi tersebut membuat pergerakan token berpotensi lebih volatil dan menciptakan premium atau discount sementara terhadap underlying COIN, terutama ketika pasar saham AS sedang tutup.
Investor karena itu tetap perlu membandingkan harga COINB dengan saham Coinbase sebagai acuan utama.
Crypto Bull Market Bisa Jadi Pedang Bermata Dua
Hubungan Coinbase dengan pasar crypto membuat COINB memiliki karakter beta yang berbeda dari tokenized stocks perusahaan biasa.
Ketika harga Bitcoin dan aset digital naik, volume perdagangan crypto biasanya ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pendapatan transaksi Coinbase sekaligus memperkuat sentimen saham COIN.
Sebaliknya, penurunan besar pasar crypto dapat menekan trading volume dan risk appetite investor terhadap saham perusahaan crypto.
Pada 11 September, pasar saham AS sendiri mengalami rebound. Nasdaq Composite naik sekitar 1%, sementara S&P 500 menguat 0,9% setelah harga minyak turun dan data inflasi AS relatif sesuai ekspektasi.
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan Federal Reserve pada 16 September, yang dapat kembali memengaruhi valuasi saham teknologi, crypto, dan saham sensitif terhadap risk appetite seperti Coinbase.
Regulasi Jadi Katalis Besar Berikutnya
Perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga tetap menjadi salah satu faktor paling penting bagi Coinbase.
Senat AS dijadwalkan melakukan voting terkait Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act pada 15 September.
RUU tersebut bertujuan memperjelas pembagian kewenangan antara SEC dan CFTC serta klasifikasi berbagai aset digital. Jika regulasi bergerak menuju kerangka yang lebih jelas, Coinbase dapat menjadi salah satu perusahaan yang paling terdampak karena posisinya sebagai salah satu platform crypto terbesar di AS.
Namun, voting 15 September bukan berarti undang-undang otomatis disahkan. Proses legislasi masih membutuhkan beberapa tahapan sebelum dapat menjadi hukum.
COINB Jadi Taruhan Ganda Coinbase dan Crypto

Secara fundamental, prospek COINB akan tetap mengikuti performa saham Coinbase.
Namun, berbeda dengan tokenized stock perusahaan tradisional, underlying COIN memiliki hubungan sangat erat dengan siklus aset digital.
Artinya, COINB menawarkan semacam double exposure: eksposur terhadap performa perusahaan publik Coinbase sekaligus terhadap pertumbuhan pasar crypto yang menjadi bisnis inti perusahaan tersebut.
Ekspansi Everything Exchange, pertumbuhan tokenized stocks, peningkatan market share Coinbase, serta regulasi yang semakin jelas dapat menjadi katalis jangka menengah.
Sebaliknya, pelemahan Bitcoin, penurunan trading activity, atau tekanan regulasi dapat memberikan efek negatif yang lebih besar dibandingkan tokenized stock perusahaan yang tidak memiliki hubungan langsung dengan industri crypto.
Untuk saat ini, area sekitar US$170–US$175 dapat menjadi zona yang perlu diperhatikan, sementara pemulihan ke atas US$185 akan menjadi sinyal momentum yang lebih kuat.
Baca juga: Apakah Beli Saham di Tokocrypto Dapat Dividen? Ini Jawabannya
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market5 days agoPasar Kripto Hari Ini 7 September 2026: BTC Sideways, Siap Tembus &85K?
-
Market5 days agoSinyal Kripto Hari Ini 7 September 2026: Analisis MANTRA, AXS, dan LAYER, Mana yang Menarik?
-
Crypto7 days agoAnalisa Harga XRP Hari Ini: Tekanan Jual Mereda, XRP Naik 1,3% ke $1,41
-
Market4 days agoPasar Kripto Hari Ini 8 September 2026: Bitcoin Sideways di Bawah US$80K

