Market
Demo Memanas, Pasar Kripto Indonesia Ikut Terseret Arus Ketidakpastian
Gelombang aksi massa alias demo yang berlangsung pada 25 dan 28 Agustus 2025 di beberapa titik strategis Indonesia rupanya tak hanya menyedot perhatian publik, tetapi juga mengguncang sentimen pasar keuangan.
Tak terkecuali bagi pasar kripto dalam negeri, yang menunjukkan pergerakan negatif pada mayoritas aset digital sepanjang 24 jam terakhir.
Data terbaru perdagangan kripto di Tokocrypto pada Jumat (29/8) memperlihatkan sebagian besar aset berada di zona merah.
Bitcoin (BTC/IDR) misalnya, turun -2,20% ke level Rp 1,803 miliar dengan volume perdagangan Rp 19,4 miliar.
Harga Ethereum (ETH/IDR) bahkan lebih dalam terkoreksi -4,76% ke Rp 71,44 juta, sedangkan XRP/IDR jatuh -3,99% ke Rp 47.070.
Baca Juga: Calon DK OJK Pengawas Kripto Uji Kelayakan di DPR RI
Aksi Massa dan Dampak Psikologis Investor
Sebagaimana dikutip dari CNBC, Aksi demo yang mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah itu memanas, sehingga menimbulkan kericuhan di beberapa titik.
Kondisi ini menciptakan ketidakpastian politik yang berdampak langsung pada psikologis investor.
Dalam situasi seperti ini, banyak pelaku pasar memilih mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.
Fenomena ini bukan hal baru. Setiap kali gejolak sosial-politik meningkat, investor cenderung bersikap hati-hati.
Dalam kasus hari ini, volume perdagangan di sejumlah aset memang masih tinggi, tetapi tekanan jual lebih dominan.
Contohnya Solana (SOL/IDR) turun -1,75% ke Rp 3,412 juta, sementara Dogecoin (DOGE/IDR) anjlok -3,48% ke Rp 3.510.
Aset Stabil Lebih Diminati
Menariknya, pergerakan USDT/IDR (Tether) justru mencatatkan kenaikan +0,81% ke Rp 16.450.
Hal ini menandakan adanya peralihan dana ke aset yang dianggap lebih stabil. Fenomena “flight to safety” ini memperlihatkan investor domestik mencoba menahan risiko dengan menyimpan modal di stablecoin.
Selain USDT, hanya segelintir koin yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis. POL/IDR misalnya, naik +1,25% ke Rp 4.022 dan POPCAT/IDR menguat +0,57%.
Namun, kenaikan tersebut lebih bersifat teknikal ketimbang fundamental, mengingat arus sentimen pasar masih negatif.
Koreksi Lebar pada Aset Menengah
Sejumlah altcoin lapis dua justru mengalami koreksi tajam. SPX/IDR turun drastis -9,76%, menjadi salah satu penurunan terdalam hari ini.
ADA/IDR merosot -4,67% ke Rp 13.480, sementara AVAX/IDR terkoreksi -4,09% ke Rp 388.200.
Penurunan ini menunjukkan betapa rentannya aset menengah terhadap guncangan eksternal, apalagi ketika faktor domestik berperan besar.
Prospek Pasar dalam Jangka Pendek
Ketidakpastian akibat situasi politik saat ini bisa menjadi faktor dominan dalam pergerakan kripto domestik.
Meski pasar global relatif stabil, pasar lokal cenderung lebih sensitif terhadap isu-isu sosial dan politik di dalam negeri.
Jika kondisi demo terus berlanjut, tekanan jual berpotensi semakin dalam, terutama pada aset dengan kapitalisasi menengah ke bawah.
Namun, investor jangka panjang bisa memandang situasi ini sebagai peluang untuk akumulasi, mengingat fundamental aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum masih solid secara global.
Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 29 Agustus 2025: Bitcoin Bertahan di $112.000
Demo yang memanas dalam beberapa hari terakhir kembali mengingatkan bahwa pasar kripto Indonesia tidak bergerak dalam ruang hampa.
Sentimen politik, sosial, dan keamanan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi psikologis investor.
Dengan mayoritas aset bergerak turun, sementara stablecoin seperti USDT justru naik, terlihat jelas bahwa investor tengah berlindung sambil menunggu kepastian.
Ke depan, keseimbangan antara stabilitas politik dan arah regulasi kripto akan menjadi faktor penentu apakah pasar bisa pulih lebih cepat, atau justru tertekan lebih lama.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.