Bitcoin News
Harga Kripto Melonjak, Bitcoin Tembus US$69.000 Usai Short Liquidation US$1,23 Miliar
Tim Research Tokocrypto mengatakan reli juga meluas ke aset kripto utama lain. Ethereum (ETH) naik sekitar 9% ke US$2.088, Solana (SOL) menguat 6,5%, dan XRP naik 6,9%.
Pasar kripto mencatat reli tajam pada Rabu, 19 Agustus 2026, setelah Bitcoin (BTC) melonjak 5,8% dan sempat menembus area US$69.500. Kenaikan ini memicu likuidasi besar terhadap posisi short, dengan sekitar US$1,23 miliar taruhan bearish terhapus hanya dalam satu jam.
Tim Research Tokocrypto mengatakan reli juga meluas ke aset kripto utama lain. Ethereum (ETH) naik sekitar 9% ke US$2.088, Solana (SOL) menguat 6,5%, dan XRP naik 6,9%.
“Pergerakan ini membuat pelaku pasar kembali bertanya apakah bull market kripto sudah kembali atau hanya sekadar relief rally yang dipicu short squeeze,” jelasnya,
Katalis utama datang dari keputusan US Treasury yang akan menggandakan buyback obligasi jangka panjang menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi. Langkah ini langsung menekan yield obligasi AS dan mendorong minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Daftar Isi
Treasury Buyback Jadi Pemicu Reli
US Treasury mengumumkan akan meningkatkan pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang. Secara sederhana, pemerintah AS masuk sebagai pembeli utang jangka panjangnya sendiri.
Keputusan ini datang ketika yield obligasi AS tenor 30 tahun sempat mencapai 5,337%, level tertinggi sejak 2007. Setelah pengumuman buyback, yield tersebut turun ke 5,192%.
Penurunan yield biasanya mendukung aset berisiko. Ketika imbal hasil obligasi turun, investor cenderung mencari peluang return di aset lain, termasuk saham teknologi, komoditas, dan crypto.
Pasar membaca langkah Treasury sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai memperhatikan tekanan biaya pinjaman. Sentimen ini membantu mengurangi kekhawatiran terhadap likuiditas dan mendorong arus beli ke Bitcoin.
Indeks Crypto Fear and Greed juga membaik ke level 46, mendekati zona netral setelah sebelumnya berada di area lebih rendah. Perbaikan sentimen ini memperkuat momentum reli jangka pendek.
Short Liquidation Perbesar Kenaikan
Reli Bitcoin semakin kuat karena short liquidation dalam jumlah besar. Dalam satu jam, sekitar US$1,23 miliar posisi short ditutup paksa dengan kerugian.
Dalam 24 jam, total likuidasi short mencapai sekitar US$1,57 miliar dan berdampak pada lebih dari 114.000 trader. Di Hyperliquid, tiga wallet besar bahkan mencatat kerugian gabungan sekitar US$194 juta.
Short liquidation dapat mempercepat kenaikan harga karena exchange harus membeli kembali aset di pasar untuk menutup posisi short yang gagal. Pembelian paksa ini menambah tekanan beli dan dapat memicu likuidasi short lanjutan.
Kondisi tersebut menciptakan efek berantai. Semakin tinggi harga naik, semakin banyak posisi short yang tertekan, sehingga semakin banyak pembelian paksa terjadi.
Namun, reli berbasis short squeeze juga memiliki risiko. Jika tidak didukung permintaan spot yang kuat, harga dapat kembali melemah setelah tekanan likuidasi selesai.
Baca Juga: Bitcoin Konsolidasi di $62.000–$66.000 meski Tekanan Jual Institusional Meningkat
Bitcoin Masuk Zona Fair Value Gap
Secara teknikal, Bitcoin kini memasuki area penting yang dikenal sebagai fair value gap atau FVG. Zona ini terbentuk ketika harga sebelumnya jatuh terlalu cepat sehingga meninggalkan area perdagangan yang belum terisi secara normal.
Dilaporkan BeInCrypto, FVG Bitcoin berada di kisaran US$67.516 hingga US$70.686. Pada reli terbaru, BTC berhasil menyentuh area tersebut dengan intraday high di sekitar US$69.500 sebelum melemah ke sekitar US$67.996.
Level paling penting di dalam zona ini adalah midline atau mean threshold di sekitar US$69.110. Penutupan candle harian di atas level tersebut dapat menjadi sinyal bahwa reli masih memiliki ruang untuk berlanjut.
Jika BTC mampu bertahan di atas US$69.110, target berikutnya berada di sekitar US$72.000. Level ini menjadi area lanjutan yang dapat diuji jika momentum beli tetap kuat.
Namun, jika Bitcoin gagal ditutup di atas midline FVG, pasar dapat membaca reli ini sebagai pengisian gap semata. Dalam skenario tersebut, tekanan jual berisiko kembali muncul dan membawa harga ke area support.
Bull Market atau Relief Rally?
Perdebatan utama saat ini adalah apakah kenaikan terbaru menandakan kembalinya bull market atau hanya reli sementara. Sebagian analis melihat keputusan Treasury sebagai pemicu besar yang dapat mengubah arah pasar.
Michaël van de Poppe menilai pengumuman buyback menjadi trigger positif bagi pasar dan meningkatkan peluang Bitcoin kembali masuk bull market. Menurutnya, kondisi likuiditas yang membaik dapat mendukung aset berisiko.
Namun, analis lain masih berhati-hati. Rekt Capital memperingatkan bahwa Bitcoin sedang mendekati area resistance yang secara historis sulit ditembus pada fase siklus saat ini.
Bitcoin juga masih diperdagangkan sekitar 46% di bawah rekor tertinggi Oktober 2025 di US$126.080. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun reli terbaru kuat, struktur pasar jangka panjang belum sepenuhnya pulih.
Selain itu, funding rate Bitcoin sempat mencapai level tertinggi dalam 20 bulan. Funding rate yang terlalu tinggi menunjukkan banyak trader membuka posisi long dengan leverage, sehingga meningkatkan risiko koreksi jika momentum melemah.
Permintaan Mulai Membaik
Di sisi bullish, data CryptoQuant menunjukkan demand Bitcoin kembali tumbuh dalam basis 30 hari untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Ini menjadi sinyal bahwa kenaikan tidak hanya ditopang oleh short squeeze, tetapi juga mulai didukung pembelian nyata.
Jika demand spot benar-benar meningkat, reli Bitcoin memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Namun, pasar tetap perlu melihat apakah pembeli mampu mempertahankan area support setelah lonjakan harga.
Zona US$65.000 hingga US$67.000 kini menjadi area pertahanan penting bagi bull. Selama BTC bertahan di atas zona tersebut, struktur jangka pendek masih dapat dipandang konstruktif.
Sebaliknya, jika Bitcoin kembali turun di bawah US$65.000, reli terbaru dapat dianggap gagal dan pasar berisiko kembali masuk ke fase konsolidasi.
The Fed Jadi Ujian Berikutnya
Fokus berikutnya tertuju pada risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juli. Dokumen tersebut dapat memberi petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga dan pandangan bank sentral terhadap inflasi serta pertumbuhan ekonomi.
Jika risalah The Fed menunjukkan sikap yang lebih dovish, aset berisiko dapat kembali mendapat dorongan. Dalam skenario ini, Bitcoin berpeluang mempertahankan reli dan mencoba menutup candle harian di atas US$69.110.
Namun, jika risalah menunjukkan kekhawatiran inflasi masih tinggi atau peluang kebijakan ketat tetap terbuka, pasar dapat kembali berhati-hati. Hal ini dapat menekan Bitcoin dan memicu koreksi setelah short squeeze besar.
Secara keseluruhan, reli kripto terbaru menjadi sinyal positif bagi pasar, tetapi belum cukup untuk memastikan bull market telah kembali. Bitcoin berhasil melonjak karena kombinasi Treasury buyback, penurunan yield, short liquidation besar, dan mulai membaiknya demand.
Kunci berikutnya adalah apakah BTC mampu mempertahankan US$65.000–US$67.000 dan ditutup di atas US$69.110. Jika berhasil, peluang menuju US$72.000 akan terbuka. Namun, jika gagal, reli ini berisiko berubah menjadi relief rally sementara sebelum pasar kembali mencari arah.
Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
