Connect with us

Altcoin News

Harmony Jatuh ke Rekor Terendah Usai Eksploitasi Mint 4 Miliar ONE

Tim Research Tokocrypto menjelaskan Harmony menyatakan sedang berkoordinasi dengan exchange untuk menghentikan dan membekukan dana yang terkait dengan insiden tersebut.

Tivan

Published

on

harmony

Harga Harmony (ONE) anjlok ke level terendah sepanjang masa setelah dugaan eksploitasi mencetak sekitar 4 miliar token ONE tanpa izin. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 26% dari total suplai ONE dan langsung memicu tekanan jual besar di pasar.

Pada perdagangan awal sesi Asia, Rabu, 12 Agustus 2026, ONE sempat jatuh ke sekitar US$0,0005735. Token kemudian diperdagangkan di sekitar US$0,00087, masih turun sekitar 29% dalam sehari.

Tim Research Tokocrypto menjelaskan Harmony menyatakan sedang berkoordinasi dengan exchange untuk menghentikan dan membekukan dana yang terkait dengan insiden tersebut.

“Tim juga menyebut sedang menyiapkan patch dan mengevaluasi opsi rollback jaringan,” jelasnya.

Eksploitasi Picu Mint 4 Miliar ONE

Insiden ini pertama kali disorot oleh analis on-chain Juiceberg. Berdasarkan analisis tersebut, suplai baru diduga dicetak melalui empty blocks, sehingga menghasilkan sekitar 4 miliar token ONE tanpa otorisasi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2,8 miliar ONE disebut bergerak cepat ke exchange. Pergerakan ini memperbesar kekhawatiran pasar karena token hasil eksploitasi berpotensi dijual dan menambah tekanan terhadap harga.

Dilaporkan BeInCrypto, Harmony kemudian merilis empat alamat wallet yang dikaitkan dengan insiden tersebut dan meminta exchange untuk memblokir serta membekukan dana yang terlacak ke alamat tersebut.

Dalam pernyataannya, Harmony mengatakan sedang bekerja dengan tim internal dan exchange terkait untuk menghentikan aliran dana. Proyek juga menyatakan sedang mengerjakan patch dan mempertimbangkan opsi rollback.

Rollback menjadi salah satu opsi paling sensitif karena dapat membalikkan transaksi yang telah tercatat di jaringan setelah titik tertentu. Langkah seperti ini biasanya memicu perdebatan karena menyangkut keamanan, finalitas transaksi, dan kepercayaan pengguna terhadap blockchain.

Baca juga: Michael Saylor Sebut ChatGPT Bantu Strategy Rancang Pendanaan US$15 Miliar

Harga ONE Tekan All-Time Low

Tekanan jual langsung terlihat setelah kabar eksploitasi menyebar. ONE turun tajam hingga mencetak rekor terendah baru di sekitar US$0,0005735.

Penurunan tersebut mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dua risiko sekaligus. Pertama, risiko dilusi suplai akibat mint token tanpa izin. Kedua, risiko penjualan besar jika token hasil eksploitasi berhasil masuk ke pasar.

Dengan sekitar 4 miliar token baru yang diduga tercetak, struktur suplai ONE mendapat tekanan besar dalam waktu singkat. Jika sebagian besar token tersebut dijual, likuiditas pasar dapat tertekan dan harga berisiko turun lebih dalam.

Namun, jika exchange berhasil membekukan dana secara cepat, sebagian tekanan jual dapat dibatasi. Karena itu, respons exchange dan update resmi dari Harmony akan menjadi faktor penting bagi pergerakan harga berikutnya.

Insiden Keamanan Kedua yang Besar

Eksploitasi ini kembali menyoroti rekam jejak keamanan Harmony. Pada 2022, jaringan tersebut juga mengalami insiden besar ketika Horizon Bridge kehilangan sekitar US$99,6 juta dalam serangan yang kemudian dikaitkan dengan Lazarus Group dari Korea Utara.

Insiden terbaru ini berbeda karena menyangkut dugaan mint token tanpa izin di jaringan. Namun, dampaknya terhadap kepercayaan pengguna bisa sama besar, terutama karena suplai baru yang tercetak mencapai porsi signifikan dari total suplai.

Hingga saat ini, Harmony belum mengungkap penyebab utama dari eksploitasi terbaru tersebut. Tanpa penjelasan root cause, pasar masih akan menilai risiko lanjutan tetap terbuka.

Transparansi tim dalam menjelaskan celah yang dimanfaatkan, jumlah token yang berhasil diamankan, serta langkah pemulihan akan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan komunitas.

Pasar Menunggu Patch dan Keputusan Rollback

Untuk saat ini, fokus pasar tertuju pada tiga hal. Pertama, apakah dana yang sudah berpindah ke exchange dapat dibekukan. Kedua, apakah patch jaringan bisa diterapkan tanpa memicu gangguan baru. Ketiga, apakah Harmony benar-benar akan memilih rollback sebagai bagian dari pemulihan.

Jika dana berhasil dibekukan dan patch diterapkan dengan cepat, tekanan terhadap ONE dapat mulai mereda. Namun, harga tetap perlu waktu untuk pulih karena sentimen pasar sudah tertekan oleh risiko suplai dan keamanan.

Sebaliknya, jika sebagian besar token hasil eksploitasi tidak dapat diamankan, ONE berisiko menghadapi tekanan jual lanjutan. Ketidakpastian terkait rollback juga dapat membuat investor memilih menunggu sebelum kembali masuk.

Secara keseluruhan, Harmony menghadapi salah satu krisis terbesarnya sejak insiden Horizon Bridge. Harga ONE telah jatuh ke rekor terendah, sementara kepercayaan pasar kini bergantung pada kecepatan tim menangani eksploitasi, membekukan dana, dan menjelaskan penyebab utama insiden.

Dalam jangka pendek, outlook ONE masih sangat rapuh. Pemulihan harga baru dapat terbentuk jika Harmony mampu membatasi dampak token hasil mint, memberikan update teknis yang jelas, dan menunjukkan bahwa jaringan kembali aman digunakan.

Baca juga: Tokenized Stocks: Cara Baru Mengakses Saham Global Lebih Mudah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending