Altcoin News
Jelang Gala Trump, Whale Borong Memecoin Meski Harga Masih Tertekan
Aktivitas investor besar (whale) kembali mencuri perhatian pasar kripto, kali ini pada memecoin OFFICIAL TRUMP.
Tim Research Tokocrypto melihat adanya risiko yang perlu diperhatikan investor. “Konsentrasi kepemilikan yang tinggi.
Aktivitas investor besar (whale) kembali mencuri perhatian pasar kripto, kali ini pada memecoin OFFICIAL TRUMP. Menjelang acara eksklusif di Mar-a-Lago pada 25 April, sejumlah whale terpantau agresif mengakumulasi token tersebut demi mendapatkan akses ke acara terbatas yang melibatkan Presiden Amerika Serikat.
Berdasarkan data on-chain, beberapa investor besar menarik ratusan ribu hingga jutaan token dari exchange seperti Binance, Bybit, dan BitMart. Salah satu whale diketahui meningkatkan kepemilikan menjadi sekitar 1,13 juta token dengan nilai lebih dari 3 juta dolar AS. Secara keseluruhan, hanya 297 pemegang terbesar yang berhak menghadiri luncheon utama, sementara 29 teratas akan mendapatkan akses ke sesi privat yang lebih eksklusif.
Momentum Event Jadi Pendorong Permintaan
Laporan CryptoNews menyebutkan fenomena ini menunjukkan bagaimana event eksklusif dapat menjadi pendorong permintaan yang signifikan dalam waktu singkat. Dalam kasus ini, kepemilikan token bukan hanya soal potensi kenaikan harga, tetapi juga akses terhadap pengalaman yang tidak bisa didapatkan secara umum.
Hal ini membuat perilaku pasar menjadi unik, di mana faktor utilitas non-finansial memainkan peran penting. Tidak sedikit investor yang melihat token ini sebagai “tiket masuk” ke jaringan sosial dan politik tertentu, bukan sekadar instrumen investasi.
Baca Juga: WLFI Turun ke $0,10, Proyek Kripto Trump Umumkan World Swap
Harga Turun, Tapi Akumulasi Tetap Berjalan
Menariknya, aksi akumulasi ini terjadi di tengah tren penurunan harga. Sejak mencapai puncak sekitar 4,35 dolar AS pada Maret, harga TRUMP telah turun sekitar 33% dan kini berada di kisaran 2,80 dolar AS.
Di sisi lain, struktur kepemilikan juga menjadi sorotan, di mana 10 wallet terbesar menguasai sekitar 91% dari total suplai. Kondisi ini membuat pergerakan harga menjadi sangat sensitif terhadap aktivitas segelintir pemain besar.
Diperhatikan Investor
“Fenomena ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset kripto tertentu bisa dipengaruhi oleh faktor di luar harga, seperti akses eksklusif atau utilitas tambahan,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Namun, mereka juga menekankan adanya risiko yang perlu diperhatikan investor. “Konsentrasi kepemilikan yang tinggi dan ketergantungan pada event membuat pergerakan harga cenderung tidak stabil. Biasanya, setelah event selesai, minat pasar bisa menurun,” tambahnya.
Risiko Volatilitas Pasca Event
Sejumlah analis melihat bahwa pola seperti ini sering kali bersifat sementara. Dalam banyak kasus sebelumnya, harga aset yang didorong oleh event tertentu cenderung mengalami koreksi setelah momentum utama berakhir.
Hal ini terjadi karena permintaan yang sebelumnya tinggi mulai berkurang ketika insentif utama, dalam hal ini akses ke acara eksklusif, tidak lagi relevan. Akibatnya, tekanan jual bisa meningkat dalam waktu singkat.
Baca Juga: Token TRUMP & MELANIA Anjlok 99%, Investor Ritel Rugi US$4,3 Miliar
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event7 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi $68.777, Tren Masih Kuat?
-
Bitcoin News5 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Koreksi Uji Support $70.000
-
Market5 days agoSchwab: Bitcoin dan ETH Bisa Guncang Portofolio Meski Cuma 1%

