Market

Kapan Altcoin Season 2026 Dimulai? Analis Pantau ISM, Bitcoin, dan Ekspor Asia

Tim Research Tokocrypto mengatakan faktor utama yang dipantau adalah indeks manufaktur ISM Amerika Serikat, momentum Bitcoin, serta membaiknya data ekspor dari Asia.

Published

on

Pasar altcoin masih bergerak lemah terhadap Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sejumlah analis mulai melihat tanda-tanda awal bahwa kondisi untuk altcoin season baru dapat terbentuk pada 2026.

Tim Research Tokocrypto mengatakan faktor utama yang dipantau adalah indeks manufaktur ISM Amerika Serikat, momentum Bitcoin, serta membaiknya data ekspor dari Asia.

“Jika ketiga indikator ini bergerak searah, altcoin berpotensi mendapat ruang lebih besar untuk mengungguli Bitcoin,” ujarnya.

Meski begitu, analis menilai altcoin season kali ini kemungkinan tidak akan terjadi secara merata seperti 2017 atau 2021. Pasar kemungkinan lebih selektif dan hanya altcoin dengan fundamental kuat yang lebih dulu bergerak.

Altcoin Masih Lemah terhadap Bitcoin

Dilaporkan Coinpedia, siklus kripto saat ini berbeda dari 2017 dan 2021. Pada 2017, dominasi Bitcoin turun tajam dari sekitar 95% ke 35%, membuka ruang besar bagi altcoin untuk reli.

Pada 2021, pola serupa kembali terjadi ketika dominasi Bitcoin turun dari sekitar 73% ke 39%. Penurunan dominasi tersebut menunjukkan aliran modal berpindah dari BTC ke altcoin dalam skala besar.

Namun, pada 2025, dominasi Bitcoin hanya turun dari sekitar 66% ke 57%. Penurunan yang lebih kecil ini membuat peluang altcoin untuk mengungguli Bitcoin menjadi lebih terbatas.

Akibatnya, pasar belum melihat broad-based altcoin rally seperti siklus sebelumnya. Banyak altcoin masih tertinggal, sementara Bitcoin tetap menjadi aset utama yang lebih banyak menyerap likuiditas.

Baca juga: Hyperliquid Pimpin Kenaikan Top 10 Crypto di Agustus, tapi Smart Money Justru Short HYPE

ISM Manufaktur Jadi Sinyal Kunci

Menurut analisis yang dikutip, indeks manufaktur ISM AS dapat menjadi salah satu indikator paling penting untuk membaca awal altcoin season. Secara historis, altcoin cenderung menguat terhadap Bitcoin ketika aktivitas manufaktur global membaik.

Level penting yang dipantau adalah 58. Ketika ISM bergerak di atas level tersebut pada 2017 dan sekitar 2020, metrik Others-vs-Bitcoin ikut melonjak, sementara dominasi Bitcoin turun tajam.

Sejak 2021, ISM lebih banyak berada di bawah 50. Kondisi ini mencerminkan pelemahan sektor manufaktur dan bertepatan dengan periode panjang ketika altcoin terus underperform terhadap Bitcoin.

Jika ISM kembali mendekati atau menembus 58, analis menilai peluang rotasi modal ke altcoin dapat meningkat. House of Crypto bahkan melihat periode September hingga Oktober sebagai jendela potensial altcoin season jika ISM mencapai level tersebut.

Ekspor Korea Selatan dan Taiwan Jadi Petunjuk Awal

Selain ISM, analis juga memantau data ekspor Korea Selatan dan harga ekspor Taiwan. Kedua wilayah ini penting karena menjadi pemasok utama semikonduktor dan komponen teknologi global.

Jika ekspor Korea Selatan dan Taiwan membaik, hal itu dapat menjadi sinyal awal bahwa permintaan manufaktur global mulai pulih. Pemulihan ini kemudian dapat tercermin pada indeks ISM AS dalam beberapa bulan berikutnya.

Kekuatan pada indikator Asia juga relevan bagi pasar kripto karena sektor teknologi dan likuiditas global sering memiliki hubungan dengan minat terhadap aset berisiko. Ketika permintaan teknologi membaik, investor biasanya lebih terbuka terhadap aset high-beta seperti altcoin.

Dengan demikian, membaiknya data ekspor Asia dapat menjadi petunjuk awal sebelum altcoin season benar-benar terlihat pada grafik harga.

Bitcoin Perlu Mulai Stagnan

Altcoin season biasanya tidak hanya membutuhkan kondisi makro yang membaik. Bitcoin juga perlu memasuki fase stagnan atau mulai kehilangan momentum relatif.

Jika Bitcoin terus menguat agresif, modal cenderung tetap terkonsentrasi di BTC. Namun, ketika Bitcoin mulai bergerak sideways setelah reli besar, trader biasanya mulai mencari peluang di altcoin.

Saat ini, Bitcoin dinilai cukup resilien meski menghadapi berbagai tekanan, termasuk ketegangan geopolitik, harga minyak tinggi, penjualan korporasi, dan insiden keamanan besar di sektor wallet. Ketahanan ini dapat mengindikasikan tekanan jual mulai melemah.

Jika Bitcoin mampu bertahan stabil tetapi tidak lagi mendominasi pergerakan pasar, ruang bagi altcoin untuk bergerak lebih luas akan terbuka. Inilah fase yang biasanya menjadi awal rotasi modal.

Altcoin Kuat Lebih Dulu Bergerak

Jika altcoin season mulai terbentuk, analis memperkirakan token dengan fundamental dan aktivitas kuat akan menjadi yang pertama bergerak. Michaël van de Poppe menyoroti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) sebagai dua nama utama yang perlu dipantau.

Keduanya memiliki likuiditas besar, ekosistem aktif, dan sering menjadi tujuan awal rotasi modal ketika Bitcoin mulai melambat. Jika ETH dan SOL mulai outperform BTC, pasar dapat membaca hal itu sebagai sinyal awal bahwa risk appetite terhadap altcoin mulai kembali.

Di luar aset besar, beberapa proyek seperti Pump.fun, Hyperliquid, dan Morpho juga disebut menarik perhatian karena memiliki revenue, aktivitas jaringan, dan mekanisme token yang lebih jelas.

Namun, analis menekankan bahwa altcoin season 2026 kemungkinan lebih selektif. Tidak semua token akan naik hanya karena pasar altcoin membaik. Investor kemungkinan akan lebih memilih proyek dengan penggunaan nyata, pendapatan, likuiditas, dan narasi yang kuat.

Market Cap Altcoin Pantau Support US$160 Miliar

Dari sisi teknikal, pasar altcoin secara luas juga berada di area penting. Salah satu analis menyebut market cap altcoin sekitar US$161 miliar sedang berada dekat zona support US$160 miliar hingga US$165 miliar.

Jika area ini bertahan, peluang pemulihan menuju US$320 miliar hingga US$340 miliar dapat terbuka. Namun, jika support tersebut gagal dipertahankan, pasar altcoin berisiko turun lebih dalam menuju support berikutnya di sekitar US$124 miliar.

Level ini penting karena dapat menunjukkan apakah pasar altcoin sedang membangun base atau justru masih berada dalam tren pelemahan. Untuk mengonfirmasi altcoin season, market cap altcoin perlu menunjukkan higher low dan mulai bergerak naik secara konsisten terhadap Bitcoin.

September–Oktober Jadi Periode yang Dipantau

Secara keseluruhan, altcoin season 2026 belum terkonfirmasi, tetapi beberapa indikator mulai mengarah ke fase yang perlu dipantau. ISM manufaktur AS menjadi pemicu utama, terutama jika mampu bergerak menuju level 58.

Data ekspor Korea Selatan dan Taiwan dapat menjadi sinyal awal pemulihan manufaktur global. Sementara itu, Bitcoin perlu mulai stagnan agar modal dapat berotasi ke aset dengan risiko lebih tinggi.

Jika kondisi tersebut terjadi pada September hingga Oktober, peluang altcoin season dapat meningkat. Namun, reli kemungkinan tidak terjadi secara merata di seluruh pasar.

Altcoin dengan fundamental kuat, aktivitas jaringan tinggi, likuiditas besar, dan narasi yang jelas berpotensi bergerak lebih dulu. Ethereum, Solana, serta proyek dengan revenue dan penggunaan nyata dapat menjadi fokus utama.

Untuk saat ini, pasar masih menunggu konfirmasi. Selama Bitcoin dominance belum turun tajam dan ISM belum mendekati level historis pemicu rotasi, altcoin season masih berupa potensi, bukan tren yang sudah berjalan.

Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending

Exit mobile version