Connect with us

Altcoin News

Kena Exploit, Stablecoin $BLC Ini Turun dari $1 jadi Rp10 Perak

Published

on

Algoritmik stablecoin Balance Coin (BLC) mengalami kehilangan patokannya, yang seharunya 1 koin BLC seharga dengan $1 Amerika.

Hal ini terjadi setelah menjadi korban serangan exploit. Akibat insiden tersebut, harga BLC yang sebelumnya diperdagangkan $1 turun lebih dari 99,9% hanya dalam hitungan jam.

Apa Itu Balance Coin (BLC)?

Balance Coin merupakan algoritmik stablecoin di jaringan BNB Chain yang dikembangkan oleh 42DAO melalui Balance Protocol.

BLC dirancang untuk mempertahankan nilai tetap sebesar $1 melalui mekanisme algoritmik yang menyesuaikan pasokan token berdasarkan kondisi pasar.

Untuk mencetak BLC, pengguna harus menyetor aset kripto sebagai collateral, seperti BTC, ETH, BCH, maupun aset lain yang didukung dengan rasio overcollateralization tertentu.

Bagaimana Exploit Terjadi?

Berdasarkan analisis blockchain security firm SlowMist, pelaku memanfaatkan celah pada price oracle, yaitu sistem yang memasok data harga aset ke dalam Balance Protocol.

Protokol BLC bekerja dengan sisten algoritmik, dimana nilai jaminan sistem collateralized debt position (CDP) dipantau oleh price oracle, dan apabila rasio utang terhadap jaminan turun di bawah batas yang ditentukan, sistem akan secara otomatis melikuidasi vault pengguna.

Namun karena protokol tersebut tidak memverifikasi apakah harga tersebut masih berada dalam rentang yang wajar dan tidak memiliki mekanisme liquidation delay, sistem langsung melikuidasi sejumlah vault yang seharusnya masih aman.

Akibatnya, cadangan yang menjamin nilai dari koin BLC hilang, sehingga harga BLC runtuh dalam waktu singkat dengan kerugian yang dialami protokol diperkirakan mencapai sekitar $912.000.

Menurut data dari CoinMarketCap, Balance Coin (BLC) hanya tersedia di platform decentralized finance (DeFi) dan belum tercatat di bursa kripto resmi.

Karena itu, sebelum berinvestasi, pastikan kamu membeli aset kripto yang di platform resmi seperti Tokocrypto yang diawasi OJK. Mulai investasi aset kripto yang terdaftar hanya dengan Rp10.000! [Daftar di Sini]

Harga BLC Turun 99,9% dan Janji Kompensasi

Sebelum insiden terjadi, BLC diperdagangkan layaknya stablecoin, yakni $1. Setelah exploit berlangsung, nilainya sempat merosot hingga $0,0005 atau sekitar Rp10 rupiah. 

Di tengah proses investigasi, 42DAO mengumumkan akan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak. 

Prosesnya akan menggunakan snapshot aset on-chain yang diambil sebelum exploit terjadi sebagai dasar untuk memverifikasi kepemilikan pengguna.

Besaran kompensasi nantinya akan dihitung berdasarkan saldo aset, liquidity shares, posisi kolateral, serta hak pengguna lainnya yang tercatat pada saat snapshot.

Meski demikian, 42DAO mengatakan detail mengenai blok snapshot, metode perhitungan, mekanisme distribusi, hingga jadwal kompensasi akan diumumkan setelah proses verifikasi data selesai. 

Insiden Balance Coin menambah daftar stablecoin yang gagal mempertahankan patokannya terhadap dolar AS. Sebelumnya, TerraUSD (UST) runtuh pada 2022 dan menghapus nilai pasar hingga puluhan miliar dolar AS, sementara USDC sempat kehilangan patokannya pada 2023 setelah kolapsnya Silicon Valley Bank, meski akhirnya berhasil pulih. 


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Coindesk: Balance stablecoin collapses 99% after $1 million exploit drains its bitcoin vaults
Bitcoin News: Another Stablecoin Bites the Dust as BLC Crashes From $1 to Near Worthless
X: @SlowMist_Team

Trending