Market

Market Awal Pekan: Laju Kripto Sedikit Galau meski Naik, Kenapa?

Published

on

Pergerakan market aset kripto pada Senin (8/8) pagi sedikit reli tipis. Hal ini membuat para investor tersenyum menyambut awal pekan dengan segudang aktivitas di hadapannya.

Melansir data CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak masuk tipis ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC), naik 1,31% ke US$ 23.253 dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) melonjak 1,59% ke US$ 1.705 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya juga bernasib sama. Misalnya, nilai Binance Coin (BNB) dan Cardano (ADA) dan Solana (SOL) kompak tumbuh di atas 4% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang menjadi pendorong reli tipis ini?

Trader Tokocrypto, Nathan Alexander, menjelaskan penguatan market kripto pagi ini sejatinya masih memanfaatkan momentum pelemahan indeks Dolar AS sejak akhir pekan lalu. Selera investor untuk masuk ke market meningkat jika dolar AS terlihat tidak menguntungkan.

“Dampak positif juga datang dari perilisan data ketenagakerjaan AS yang disambut baik, karena tingkat pengangguran adalah 3,5% di bawah perkiraan yang bakal semakin meningkat. Data ini jauh lebih baik dari yang diharapkan sebagai tanda kekuatan untuk pasar kerja. Alhasil juga meningkatkan selera investor kripto untuk akumulasi,” kata Nathan.

Advertisement
Harga Bitcoin Bergerak Agresif.

Baca juga: Bukan Saham, Ahli Ungkap Karakter Bitcoin Kini Mirip Obligasi dan Emas

Market Kripto Masih Sideways

Secara keseluruhan, market kripto masih dalam fase sideways atau datar. Pergerakan aset kripto yang tak beraturan menandakan tengah berada di fase sideways.

Pangkal kegalauan market kripto kali ini adalah didorong situasi makroekonomi dan kabar negatif terkait peretasan yang banyak muncul akhir-akhir ini, seperti di jaringan Solana dan Nomad. Data ketenagakerjaan AS ternyata juga bisa bisa menekan laju market kripto.

“Data menunjukan beban gaji perusahaan di AS semakin meningkat dan bisa membuat inflasi terus meningkat. Jika ini terjadi, The Fed bisa saja kembali meneruskan pengetatan kebijakan moneternya dengan agresif. Namun, di saat bersamaan, investor juga merasa data tersebut bisa menjadi indikasi bahwa ekonomi AS bisa terhindar dari resesi ekonomi di kuartal ini,” jelas Nathan.

Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum Pekan Ini

Dari segi analisis teknikal, investor telah melakukan price actions setelah nilai BTC sukses bertahan di atas level psikologis US$ 23.000. BTC akhirnya berhasil rebound menandakan bahwa pergerakannya terbilang positif untuk sementara. Namun, penguatan harga tersebut ternyata tidak diiringi dengan aksi akumulasi yang masif dan volume perdagangan yang tinggi.

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Cara Posting dan Buat IG Stories NFT di Instagram

“Level resistance BTC sekarang berada di US$ 24.700. Jika, BTC berhasil tembus level tersebut dengan volume meyakinkan, maka potensi melanjutkan penguatan sampai ke level US$ 25.960. Tapi kalo gagal, bisa turun ke level US$ 22.530 hingga US$ 21.840,” tutur Nathan.

Advertisement

Pekan ini menjadi momen penting bagi Ethereum, karena akan ada penggabungan testnet ketiga dan terakhir, yang disebut Goerli. Diharapkan penggabungan ini terjadi pada 10-12 Agustus mendatang, dan bisa menggerakan harga ETH, Ethereum Classic (ETC) dan market kripto secara keseluruhan.

“Apabila pergerakan harga ETH berhasil pullback, maka supply area pada level US$ 1.739-US$ 1.916 masih menjadi target utama dalam kenaikan harga ETH selanjutnya,” pungkas Nathan.

Popular

Exit mobile version