Blockchain

Polkadot Coin: Pengertian, Solusi yang Ditawarkan dan Kelebihan

Published

on

Polkadot coin – Sebagian besar cryptocurrency atau aset kripto baru muncul untuk menyelesaikan beberapa masalah dunia nyata menggunakan teknologi blockchain. Polkadot disisi lain, muncul untuk menyelesaikan masalah blockchain itu sendiri. 

Apa Itu Polkadot?

Polkadot adalah “teknologi multi-rantai yang heterogen”. Seperti yang dinyatakan dalam situs resminya, Polkadot adalah jaringan yang dirancang untuk menggabungkan jaringan blockchain satu dengan jaringan blockchain lainnya. Polkadot dirancang untuk menyelesaikan beberapa masalah utama yang mencegah teknologi blockchain mencapai aplikasi berskala besar di dunia nyata.

Dua dari masalah utama Blockchain yang ingin dipecahkan Polkadot, adalah:

1. Skalabilitas

Sederhananya, teknologi blockchain yang ada saat ini tidak dapat menjalankan jumlah transaksi di dunia desentralisasi yang dibayangkan. Saat ini, node jaringan memproses transaksi satu per satu, membentuk kemacetan yang membatasi volume yang lebih tinggi. 

2. Isolasi

Jaringan blockchain tetap terpisah dan independen, kurang interkomunikasi dan interoperabilitas. 

Baca Juga: Polkadot (DOT) Hadir di Indonesia Melalui Tokocrypto, Bisa Diperdagangkan dengan BIDR

Polkadot dapat mengatasi permasalahan diatas, karena inti struktur dari Polkadot sendiri terdiri dari:

Advertisement
  1. Relay Chain – rantai Polkadot utama yang akan dihubungkan dengan semua individu blockchain
  2. Parachain – singkatan dari ‘parallelized chain’ atau rantai paralel dimana blockchain akan berjalan secara paralel melalui jaringan Polkadot
  3. Bridge Chain – Rantai jembatan yang dibuat untuk menghubungkan blockchain yang tidak menggunakan protokol tata kelola Polkadot

Kelebihan Polkadot

Tidak mengherankan kalau Polkadot mengalami pertumbuhan yang pesat. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dari sistem Polkadot yang tidak dimiliki blockchain lainnya.

  1. Skala yang lebih besar

Blockchain biasa hanya bisa memproses jumlah traffic yang terbatas karena beroperasi sendiri. Akan tetapi, Polkadot bisa memproses transaksi lebih banyak karena sistem multi-chain network yang dibangunnya.

Sistem multi-chain ini mengurangi bottleneck atau kemacetan yang sering terjadi pada blockchain lain.

  1. Desain spesifik

Arsitektur blockchain selama ini mencoba untuk bisa melakukan fitur atau use case yang bermacam-macam. Akan tetapi, Polkadot adalah blockchain yang memiliki desain baru untuk optimasi use case spesifik. Sistem ini membuat layanan blockchain menjadi lebih efisien tanpa kode yang tidak perlu. Developer juga bisa membuat blockchain lebih cepat dan efisien.

  1. Bebas diatur

Salah satu kelebihan Polkadot yang bisa dirasakan adalah sistemnya yang memberi kebebasan bagi semua yang tergabung di dalamnya. Sistem blockchain ini mampu dioptimasi dan diatur sesuai kebutuhan.

  1. Upgrade mudah

Blockchain juga membutuhkan upgrade dari waktu ke waktu agar sistemnya tetap bisa beroperasi dengan optimal. Proses upgrade yang disebut hard fork ini cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, dengan Polkadot, upgrade dengan hard fork tidak lagi dibutuhkan. Blockchain bisa langsung di-upgrade tanpa proses yang rumit.

Kesimpulan

Dengan membaca deskripsi diatas, dapat dipahami gambaran singkat mengenai bagaimana jaringan Polkadot serta kelebihannya. Dalam menghubungkan ke Relay Chain yang merupakan cara untuk memecahkan permasalahan interoperabilitas dengan fitur smart contract yang memastikan bahwa setiap transaksi antar rantai individu dijalankan dengan tepat.

Jaringan blockchain ini terhubung menggunakan kehadiran Bridge Chain, dimana Ethereum atau EOS maupun jaringan lainnya dapat saling berinteraksi menggunakan Polkadot. Sedangkan Parachain dapat menyelesaikan masalah skalabilitas dengan memproses transaksi secara paralel.

Kemampuan ini menunjukkan bahwa Polkadot coin menawarkan serangkaian aplikasi yang mulai dibangun di atas platformnya.

Harapannya, solusi interoperabilitas yang ditawarkan oleh Polkadot akan mempermudah pertukaran data dan memparalelkan beban kerja antar blockchain, menyelesaikan masalah throughput yang selama ini menjadi batu sandungan untuk diadopsi DApp serta meningkatkan skalabilitas jaringan di beberapa blockchain. 

Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Popular

Exit mobile version