Market

Pasar Sepekan: Market Kripto Kian Meroket, Apakah Terus Bull Run?

Published

on

Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir melaju tinggi drastis. Banyak analis yang tidak memprediksi kenaikan harga kripto di tengah situasi The Fed yang menaikkan suku bunga acuan dan ekonomi AS yang masuk masa resesi.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berhasil merangsek ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Misalnya saja, Bitcoin naik nilai 3,16% dalam sehari terakhir dan mendarat di US$ 23.819, seperti terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (29/7) pukul 12.00 WIB.

Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) terbang 4,5% dan nyaman di US$ 1.722 di waktu yang sama. Altcoin lain tak kalah ganas, nilai Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) melesat lebih dari 7% di waktu yang sama.

Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Investor Kripto Tembus 15 Juta, Bappebti Perketat Pengawasan Exchange

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan tidak hanya market kripto saja yang menampilkan performa apik. Saham pun mengalami kenaikan tertinggi beberapa hari terakhir. Ini dikarenakan market melihat pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell yang kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuan selepas September mendatang.

“Investor percaya bahwa The Fed akan memegang janjinya setelah melihat pertumbuhan ekonomi tahunan AS yang masih buruk -0,9% pada kuartal II 2022. Mereka yakin, The Fed tidak akan lagi mengerek bunganya dengan agresif demi mencegah ekonomi AS dari jurang resesi yang semakin dalam,” kata Afid.

Advertisement

Afid melihat meski ekonomi AS tampaknya menuju resesi, tetapi sulit untuk memprediksi bagaimana kinerja market kripto dalam beberapa minggu ke depan. Menurutnya, kali ini terjadi anomali pergerakan market kripto. Biasanya market akan tertekan, ketika ada pengumuman penting seperti kenaikan suku bunga acuan The Fed dan kinerja buruk ekonomi AS.

“Selera investor tampak meningkat setelah kabar buruk soal makroekonomi yang telah banyak diprediksi sebelumnya oleh para analis. Namun, kripto perlu menanti lebih lama lagi untuk mengalami bull run. Dengan kata lain, tunggulah kebijakan suku bunga rendah berikutnya, jikalau memang resesi terjadi atau ketika kelak inflasi di AS sesuai sasaran The Fed, yakni 2 persen,” ungkapnya.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Berlaku 1 Bulan, Pemerintah Indonesia Kantongi Pajak Kripto Rp 48,19 M

Analisis Gerak Bitcoin dan Ethereum

Dari sisi analisis teknikal, investor sepertinya sedang rajin membawa harga Bitcoin menembus level US$ 24.000. Pasalnya, jika harga BTC menembus level tersebut, maka ada kemungkinan akan terus melaju setidaknya hingga titik US$ 25.254.

Terlebih, sinyal-sinyal bullish juga terlihat di pasar derivatif Bitcoin. Data terakhir di pasar opsi BTC menunjukkan open interest investor di level US$ 25.000. Ini merupakan indikasi bahwa investor berharap harga BTC bisa menyentuh tingkatan tersebut atau bahkan lebih tinggi dalam waktu dekat.

Sementara itu, angin segar sedang berhembus pada jaringan Ethereum. Pasca pengumuman peuncuran Shadow Fork pada Selasa (26/7) nilai ETH terlihat kinclong dan juga mendongkrak nilai Ethereum Classic (ETH) sebesar 21,82% dalam sehari terakhir.

Advertisement
Ilustrasi Ethereum dan Bitcoin

Baca juga: Potensi Bisnis Kripto di Indonesia saat Bear Market

Pergerakan harga ETH kembali naik ke titik resistensi dan mencoba untuk breakout. Target kenaikannya pada level US$ 1.739-US$ 1.916 dan berdasarkan grafik day-50 EMA pada harga US$ 1.461 masih menjadi support yang solid untuk ETH.

Rencananya pembaruan di jaringan Goerli akan berlangsung pada 10 Agustus dan digadang akan menjadi uji coba terakhir Ethereum sebelum benar-benar meluncurkan The Merge di jaringan utamanya pada September mendatang. Hal ini akan menjadi pekan yang baik untuk Ethereum.

Popular

Exit mobile version