Market
Peluang CLARITY Act Lolos pada 2026 Makin Menipis
Tim Research Tokocrypto menilai perubahan sentimen ini muncul setelah Pemimpin Mayoritas Senat John Thune belum mengajukan cloture untuk membawa rancangan undang-undang tersebut ke tahap pemungutan suara.
Peluang CLARITY Act untuk disahkan pada 2026 semakin menipis setelah proses pembahasan rancangan undang-undang struktur pasar kripto tersebut kembali tertunda di Senat Amerika Serikat.
Tim Research Tokocrypto menilai perubahan sentimen ini muncul setelah Pemimpin Mayoritas Senat John Thune belum mengajukan cloture untuk membawa rancangan undang-undang tersebut ke tahap pemungutan suara.
“Kondisi ini membuat pasar semakin ragu apakah Senat masih memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan proses legislasi sebelum masa reses Agustus,” jelasnya.
Sebelumnya, Thune sempat menyatakan bahwa Senat akan mencoba menggelar pemungutan suara awal sebelum pekan berakhir. Namun, sejumlah laporan menyebut agenda Senat yang padat, termasuk pembahasan prioritas legislatif lain dan isu prosedural, membuat CLARITY Act kembali tertunda.
Pasar Prediksi Mulai Turunkan Ekspektasi
Dikutip Coingape, sikap skeptis pasar terlihat dari pergerakan pasar prediksi. Kalshi disebut tidak lagi memperkirakan CLARITY Act dapat disahkan pada 2026 seiring semakin dekatnya tenggat 7 Agustus.
Kontrak yang memperkirakan rancangan undang-undang tersebut berlaku sebelum 1 Juli 2027 turun 8 poin persentase menjadi 41% dalam sehari. Sementara itu, peluang CLARITY Act berlaku sebelum 1 Oktober 2027 berada di sekitar 58%.
Adapun peluang menjadi undang-undang sebelum 1 Januari 2028 justru naik ke 65%. Perubahan ini menunjukkan pelaku pasar mulai menggeser ekspektasi dari 2026 ke periode 2027 atau bahkan 2028.
Volume perdagangan pada pasar prediksi terkait isu ini juga telah mencapai lebih dari US$5,42 juta. Angka tersebut menunjukkan investor dan trader aktif menilai ulang prospek legislasi kripto di AS.
CLARITY Act sebelumnya dipandang sebagai salah satu regulasi penting bagi industri aset digital karena dapat memberikan kerangka hukum yang lebih jelas untuk market structure, exchange, token, dan pengawasan regulator. Jika tertunda, ketidakpastian regulasi di AS berpotensi bertahan lebih lama.
Baca juga: Dogecoin Dekati US$0,07, Alamat Aktif DOGE Naik 16%
Hambatan Politik Masih Besar
Penundaan terbaru terjadi di tengah agenda Senat yang padat. Selain CLARITY Act, Senat juga menghadapi pembahasan continuing resolution untuk menjaga operasional pemerintah tetap berjalan.
Sejumlah isu lain juga masih menjadi hambatan, termasuk ketentuan etika dan pembahasan Blockchain Regulatory Certainty Act. Isu etika menjadi salah satu titik negosiasi penting karena menyangkut batasan bagi pejabat publik dan keterlibatan mereka dalam proyek aset digital.
Laporan CoinDesk sebelumnya menyebut perdebatan mengenai ketentuan yang melarang pejabat senior pemerintah, termasuk presiden, mendukung proyek kripto menjadi salah satu hambatan dalam negosiasi bipartisan.
Untuk dapat maju, CLARITY Act membutuhkan dukungan 60 suara di Senat. Dengan Partai Republik memegang 53 kursi, dukungan dari sejumlah senator Demokrat tetap diperlukan agar rancangan undang-undang tersebut dapat melewati hambatan prosedural.
Jika Thune mengajukan cloture, jam prosedural Senat akan mulai berjalan. Berdasarkan aturan Senat, harus ada satu hari jeda sebelum pemungutan suara cloture pertama. Jika cloture disetujui, rancangan undang-undang kemudian dapat masuk ke debat 30 jam sebelum pemungutan suara berikutnya.
Dengan waktu yang semakin terbatas sebelum reses, pasar kini menilai peluang penyelesaian CLARITY Act pada 2026 semakin kecil.
Dampak ke Pasar Kripto
Bagi pasar kripto, tertundanya CLARITY Act dapat menambah ketidakpastian jangka pendek. Regulasi ini dianggap penting karena dapat memperjelas peran regulator, status aset digital tertentu, dan aturan bagi pelaku industri.
Tanpa kepastian dari Kongres, industri kemungkinan masih harus bergantung pada pendekatan regulasi dari SEC dan CFTC. Jalur ini dapat tetap memberikan kejelasan, tetapi biasanya lebih lambat, lebih teknis, dan kurang memberi sinyal positif dibanding undang-undang yang disahkan secara politik.
Investor juga akan mencermati dampaknya terhadap aset yang sangat sensitif terhadap regulasi, termasuk Bitcoin, Ethereum, XRP, token exchange, stablecoin, dan sektor tokenized assets.
Jika pembahasan CLARITY Act kembali tertunda hingga setelah reses, pasar kripto berisiko kehilangan salah satu katalis regulasi terbesar pada 2026. Hal ini dapat membuat trader kembali fokus pada faktor lain seperti data inflasi AS, kebijakan The Fed, arus ETF, dan sentimen makro global.
Meski begitu, penundaan bukan berarti regulasi kripto AS sepenuhnya berhenti. Senat masih dapat kembali membahas rancangan tersebut pada periode berikutnya, sementara regulator dapat mempercepat rule-making secara langsung.
Untuk saat ini, pasar cenderung menilai CLARITY Act tidak lagi menjadi katalis kuat untuk 2026. Selama belum ada jadwal cloture yang jelas dan dukungan bipartisan yang cukup, prospek pengesahan rancangan undang-undang ini kemungkinan tetap berada dalam tekanan.
Baca juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event4 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy6 days agoRiset Kripto 27-31 Juli 2026: Bitcoin Dihantam Tiga Sentimen!
-
Altcoin News6 days agoKesulitan Dapat Pinjaman, Peternak Brasil Tokenisasi Sapi sebagai Jaminan
-
Market3 days agoPasar Kripto Hari Ini 3 Agustus 2026: Cardano Bersiap Upgrade Besar


