Altcoin News
Senat AS Bergerak, XRP Berpeluang Tembus US$3 dalam Waktu Dekat?
Harga XRP menunjukkan sinyal penguatan seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat. Sentimen positif muncul setelah Senat AS menjadwalkan pembahasan Market Structure Bill, sebuah rancangan undang-undang yang dinilai kripto-friendly dan berpotensi membuka arus modal institusional lebih besar ke pasar aset digital, termasuk XRP.
Pada akhir pekan, XRP mencatatkan kenaikan dan berpeluang membukukan empat hari berturut-turut di zona hijau. Penguatan ini terjadi di tengah spekulasi bahwa Senat AS akan meloloskan Market Structure Bill, menyusul pengumuman Komite Perbankan Senat yang menetapkan 15 Januari sebagai tanggal markup RUU tersebut.
Perkembangan Penting XRP

Baca juga: XRP Naik 10%, Salip BNB dan Resmi Jadi Kripto Terbesar ke-4 Dunia
Perkembangan legislasi ini menjadi katalis penting bagi XRP, terutama setelah prosesnya sempat tertunda akibat penutupan sementara pemerintah AS (government shutdown). Penundaan tersebut sebelumnya menekan harga XRP, yang turun dari level tertinggi Oktober di US$2,96 ke titik terendah Desember di US$1,77.
Selain faktor regulasi, arus dana yang kuat ke ETF spot XRP turut memperkuat sentimen bullish. Sejak diluncurkan, ETF spot XRP mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$1,18 miliar. Angka ini bahkan melampaui kinerja ETF spot Bitcoin dan Ethereum, yang justru mengalami arus keluar sepanjang Desember.
Secara khusus, ETF spot XRP mencatatkan inflow hampir US$500 juta pada Desember, sementara ETF spot Bitcoin dan Ethereum masing-masing mengalami outflow lebih dari US$1 miliar dan US$600 juta. Perbedaan arus dana ini memicu spekulasi bahwa XRP mulai “terlepas” dari pergerakan Bitcoin dan pasar kripto secara umum.

Dilaporkan FXEmpire, CEO Canary Funds, Steven McClurg, menyebut XRP berpotensi menjadi aset yang bergerak berbeda dibanding altcoin lain. Menurutnya, kinerja XRP yang tetap kuat di tengah pelemahan pasar kripto menunjukkan peluang terjadinya puncak harga baru pada 2026.
Dari sisi regulasi, status hukum XRP juga semakin jelas setelah Pengadilan Banding AS menyetujui pencabutan banding antara Ripple dan SEC pada Agustus lalu. Putusan tersebut memperkuat posisi XRP sebagai aset non-sekuritas, sekaligus membuka jalan bagi berkembangnya pasar ETF spot XRP di AS.
Kombinasi Pendorong Harga XRP

Dengan kombinasi arus masuk institusional dan momentum regulasi, prospek XRP dinilai tetap positif. Dalam jangka menengah 4–8 minggu, XRP diproyeksikan berpotensi menguji level US$3, sementara target jangka lebih panjang 8–12 minggu berada di kisaran US$3,66.
Meski demikian, sejumlah risiko masih membayangi. Di antaranya adalah potensi pengetatan kebijakan moneter global, berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, hingga kemungkinan penolakan politik terhadap Market Structure Bill. Jika risiko-risiko tersebut terwujud, XRP berpeluang kembali tertekan menuju area US$1,75.
Secara teknikal, XRP masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari, menandakan struktur jangka pendek yang masih berhati-hati. Namun, para analis menilai fundamental yang menguat dapat menjadi penyeimbang tekanan teknikal.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada arah kebijakan The Fed, sikap Bank of Japan, data ekonomi AS, serta kelanjutan pembahasan regulasi kripto di Washington. Jika sentimen tetap mendukung, XRP dinilai memiliki peluang besar untuk melanjutkan reli dan mendekati level US$3 dalam beberapa pekan ke depan.
-
Event7 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $87.276, Tekanan Jual Dominasi
-
Bitcoin News7 days agoChart Tahunan Bitcoin Tak Pernah Merah Berturut-Turut, Pertanda 2026 Kembali Hijau?
-
Altcoin News7 days agoHarga Pi Network Menguat, Market Cap Naik 0,22%, Volume Terbatas

