Altcoin News
Solana Tertekan di Akhir 2025, Tapi Januari 2026 Bisa Jadi Titik Balik?
Harga Solana (SOL) tercatat melemah sekitar 12% dalam 30 hari terakhir menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026. Pergerakan ini memunculkan kombinasi sinyal bullish dan bearish di grafik, sehingga arah harga SOL pada Januari 2026 masih menjadi perhatian pelaku pasar kripto.
Secara historis, Januari kerap menjadi bulan positif bagi Solana. Data menunjukkan rata-rata imbal hasil Januari berada di kisaran 59%, dengan median sekitar 22%, terutama ketika Desember ditutup dengan penurunan harga. Pola tersebut terlihat pada beberapa tahun terakhir, termasuk penurunan tajam di Desember 2022 yang diikuti reli 140% pada Januari 2023, serta koreksi Desember 2024 yang berlanjut dengan kenaikan pada Januari 2025.
Historis Harga Solana

Hingga akhir Desember 2025, SOL masih tercatat turun sekitar 6,9%. Secara statistik, kondisi ini mendukung narasi “Red December, Green January” atau Desember merah yang diikuti Januari hijau.
Dari sisi fundamental, aliran dana ETF turut memberikan dukungan. Sejak diluncurkan, ETF spot Solana belum mencatat arus keluar bersih mingguan. Pada pekan terakhir, dana masuk mencapai sekitar USD 13,14 juta, sehingga total kumulatif inflow menembus USD 755,77 juta. Aliran dana yang konsisten ini menandakan kepercayaan selektif investor terhadap SOL, di tengah tekanan yang dialami aset kripto utama lainnya.
Namun, analis menilai inflow tersebut tidak serta-merta menandai awal altseason. Tim analis B2BINPAY menyebut investor masih sangat selektif dan cenderung memilih altcoin yang likuid dan dikenal luas seperti Solana atau XRP, tanpa rotasi besar dari Bitcoin dan Ethereum.
Baca juga: Alarm Merah Solana! Jika Support US$105 Jebol, Harga Berisiko Longsor
Analisa Teknikal SOL

Dari sisi teknikal, grafik dua hari menunjukkan adanya bullish divergence. Harga SOL membentuk lower low antara 21 November hingga 17 Desember, sementara RSI justru mencetak higher low. Pola ini sering diartikan sebagai sinyal awal potensi pembalikan arah jika didukung oleh kenaikan volume beli.

Meski demikian, tekanan bearish belum sepenuhnya hilang. Pada timeframe yang sama, EMA 100 periode mendekati persilangan ke bawah EMA 200 periode. Jika bearish crossover ini terkonfirmasi, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga awal Januari 2026 sebelum pemulihan yang lebih stabil terjadi.
Data derivatif juga mencerminkan kehati-hatian pasar. Mayoritas kelompok trader, termasuk akun besar dan whale Solana, masih berada pada posisi net short dalam tujuh hari terakhir. Meski begitu, sebagian pelaku seperti smart money dan trader tertentu mulai membuka posisi long secara bertahap, yang diduga sebagai antisipasi potensi reli Januari.
Potensi SOL

Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar USD 124. Level USD 129 menjadi titik kunci. Penutupan harga dua hari di atas level tersebut dinilai dapat membuka peluang kenaikan menuju USD 150, bahkan hingga USD 171 jika momentum dan arus dana ETF tetap terjaga. Data cost-basis menunjukkan area USD 123–124 sebagai zona suplai kuat yang sedang diuji harga.
Sebaliknya, level USD 116 menjadi batas pengaman. Penurunan di bawah area ini berpotensi menggugurkan skenario bullish Januari dan membuka peluang kelanjutan tren turun, terutama jika disertai konfirmasi bearish dari EMA.
Dengan demikian, pergerakan Solana pada Januari 2026 akan sangat ditentukan oleh dua level krusial tersebut. Bertahan di atas USD 129 dapat memberi ruang bagi reli lanjutan, sementara penurunan di bawah USD 116 berisiko menghapus harapan akan pola historis “Green January” bagi SOL.
Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Event3 days agoEvent Tokocrypto Minggu Ini
-
Academy6 days agoRiset Kripto 22-26 Des 2025: Bitcoin Sideways, Pertanda Akumulasi?
-
Bitcoin News6 days agoAnalisa Harga BTC Hari Ini: Menguat ke $88.800, Sentimen Mulai Positif
-
Market6 days agoThe Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

