Altcoin News
Standard Chartered Prediksi UNI Bisa Naik ke US$100
Tim Research Tokocrypto melihat meski Uniswap sebagai protokol memiliki posisi kuat, pertanyaan utama tetap sama: apakah pertumbuhan protokol benar-benar akan tercermin pada harga token UNI?
Standard Chartered memulai liputan terhadap Uniswap (UNI) dengan target harga US$100 pada akhir 2030. Target ini mencerminkan potensi kenaikan besar dari harga UNI saat ini yang masih berada di sekitar US$2,71.
Bank tersebut mengaitkan proyeksi bullish ini dengan pertumbuhan aset tokenisasi di sektor decentralized finance atau DeFi.
Menurut Standard Chartered, Uniswap bisa menjadi salah satu token paling jelas untuk menangkap peluang dari konvergensi antara keuangan tradisional dan infrastruktur blockchain.
Daftar Isi
DeFi Diproyeksikan Menyerap Aset US$2,7 Triliun
Dilaporkan BeInCrypto, Geoffrey Kendrick, Head of Digital Asset Research Standard Chartered, memperkirakan aset tokenisasi di blockchain dapat mencapai US$4 triliun pada akhir 2028.
Dari jumlah tersebut, porsi aset tokenisasi yang aktif di DeFi diperkirakan naik menjadi 30% pada 2030, jauh lebih tinggi dibanding sekitar 3,5% saat ini.
Jika proyeksi ini tercapai, nilai aset yang terkunci di DeFi dapat mencapai sekitar US$2,7 triliun. Ini berarti peningkatan sekitar 37 kali lipat dari kondisi saat ini.
Mengapa Uniswap Dianggap Menarik?
Standard Chartered menilai Uniswap memiliki posisi strategis karena berperan sebagai infrastruktur likuiditas utama di DeFi.
Uniswap memiliki brand yang kuat, likuiditas besar, dan kemampuan memfasilitasi perdagangan berbagai pasangan aset on-chain.
Ketika aset dunia nyata seperti saham tokenisasi, stablecoin, dan aset keuangan tradisional mulai berpindah ke blockchain, Uniswap berpotensi menjadi salah satu tempat utama untuk memperdagangkan aset-aset tersebut.
Tokenisasi Aset Dunia Nyata Jadi Katalis
Narasi utama di balik target bullish UNI adalah tokenisasi real-world assets atau RWA.
Versi tokenisasi dari saham seperti SpaceX, Apple, dan Tesla disebut mulai beroperasi di Uniswap. Aktivitas ini menjadi contoh awal bagaimana aset tradisional dapat masuk ke ekosistem DeFi.
Dalam data yang disebutkan, lebih dari US$9,1 miliar aset dunia nyata telah diperdagangkan melalui pool terkait, dengan lebih dari 2,6 juta transaksi.
BlackRock dan BUIDL Perkuat Narasi Institusional
Minat institusional terhadap ekosistem Uniswap juga mulai terlihat. Pada Februari, dana tokenisasi BUIDL milik BlackRock menjadi dapat diperdagangkan melalui UniswapX.
BlackRock juga disebut mengambil posisi strategis dalam ekosistem Uniswap.
Keterlibatan institusi besar seperti BlackRock memperkuat tesis bahwa DeFi tidak lagi hanya menjadi ruang eksperimental, tetapi mulai terhubung dengan infrastruktur keuangan tradisional.
Unichain dan Token Burn Bisa Dorong Nilai UNI
Selain pertumbuhan RWA, Standard Chartered juga menyoroti potensi peningkatan value accrual untuk token UNI.
Uniswap memiliki proposal token burn serta jaringan layer-2 bernama Unichain. Keduanya bertujuan menghubungkan fee protokol secara lebih langsung dengan nilai token.
Jika Uniswap berhasil mengomersialisasikan protokolnya dan membangun kemitraan TradFi yang kuat, rasio kapitalisasi pasar terhadap biaya transaksi berpotensi meningkat.
UNI Masih Jauh dari Target Bank
Meski target jangka panjang Standard Chartered sangat bullish, harga UNI saat ini masih jauh tertinggal.
Pada hari Senin (15/6), UNI diperdagangkan di sekitar US$2,71, naik sekitar 8% dalam sehari tetapi masih turun sekitar 62% dalam setahun terakhir.
Kapitalisasi pasar UNI berada di sekitar US$1,68 miliar, jauh di bawah level yang dibutuhkan untuk mendukung target US$100 pada 2030.
Baca Juga: Situs Uniswap Palsu Kuras US$400.000 dari Beberapa Wallet
Target Bertahap hingga 2030
Standard Chartered menetapkan target UNI secara bertahap. Untuk 2026, target harga berada di US$6,50.
Target tersebut kemudian naik menjadi US$20 pada 2027, US$40 pada 2028, US$65 pada 2029, dan US$100 pada 2030.
Jika proyeksi ini tercapai, UNI akan mencatat performa yang diperkirakan melampaui Bitcoin dan Ethereum dalam periode yang sama.
Tantangan Utama: Apakah Pertumbuhan Protokol Masuk ke Token?
Tim Research Tokocrypto melihat meski Uniswap sebagai protokol memiliki posisi kuat, pertanyaan utama tetap sama: apakah pertumbuhan protokol benar-benar akan tercermin pada harga token UNI?
“Selama ini, banyak protokol DeFi mencatat aktivitas tinggi, tetapi tokennya tidak selalu mendapatkan value capture yang jelas,” ujarnya.
Karena itu, keberhasilan proposal token burn, Unichain, dan mekanisme fee akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah UNI bisa mengikuti pertumbuhan ekosistem Uniswap.
Risiko Regulasi Masih Perlu Dipantau
Risiko regulasi juga masih menjadi faktor penting. Meski otoritas sebelumnya telah menghentikan penyelidikan terhadap Uniswap, sektor DeFi tetap berada dalam pengawasan global.
Jika regulasi terhadap DEX, tokenisasi aset, atau RWA menjadi lebih ketat, pertumbuhan yang diproyeksikan Standard Chartered bisa berjalan lebih lambat dari perkiraan.
Sebaliknya, jika regulasi semakin jelas dan mendukung integrasi TradFi ke blockchain, Uniswap dapat berada dalam posisi yang lebih kuat.
Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
