Bitcoin News
Strategy Akhiri Pola Buy Every Dip, Kini Bagi Modal
Tim Research Tokocrypto mengatakan dalam earnings call kuartal II, Strategy mengonfirmasi bahwa pendanaan ke depan akan dibagi antara pembelian Bitcoin dan penguatan cadangan kas dalam dolar AS.
Strategy mulai mengubah pendekatan investasinya terhadap Bitcoin. Perusahaan yang selama ini dikenal agresif menggalang modal untuk membeli BTC kini tidak lagi akan menggunakan setiap dana baru secara penuh untuk akumulasi Bitcoin.
Tim Research Tokocrypto mengatakan dalam earnings call kuartal II, Strategy mengonfirmasi bahwa pendanaan ke depan akan dibagi antara pembelian Bitcoin dan penguatan cadangan kas dalam dolar AS. Porsi pembagian tersebut akan disesuaikan dengan kondisi pasar.
“Perubahan ini memicu perdebatan di kalangan investor. Sebagian menilai Strategy hanya menjadi lebih fleksibel dalam mengelola treasury. Namun, sebagian lain melihat langkah ini sebagai tanda bahwa strategi Bitcoin-first perusahaan mulai memasuki fase baru,” katanya.
Tiga Pekan Tanpa Beli Bitcoin
Pengumuman ini muncul setelah Strategy tidak membeli Bitcoin selama tiga pekan berturut-turut. Pada periode 20–26 Juli, kepemilikan Bitcoin perusahaan tetap tidak berubah di 843.775 BTC.
Jumlah tersebut masih menjadikan Strategy sebagai pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia. Total biaya akumulasi BTC perusahaan mencapai US$63,69 miliar, dengan harga beli rata-rata US$75.476 per Bitcoin.
Namun, pada harga pasar saat ini, nilai treasury Bitcoin Strategy diperkirakan berada di sekitar US$54,77 miliar. Artinya, kepemilikan BTC perusahaan sedang berada di bawah total biaya perolehannya.
Alih-alih membeli lebih banyak Bitcoin, Strategy menjual 5,42 juta saham Class A dan mengumpulkan dana US$544,5 juta. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan cadangan kas dolar AS menjadi US$3,75 miliar.
Cadangan tersebut dinilai cukup untuk menutup pembayaran dividen saham preferen dan beban bunga selama lebih dari 2,1 tahun.
Baca Juga: BitMEX Tutup Setelah 11 Tahun, Ini 3 Alasan Utama di Baliknya
Fokus Baru: Likuiditas dan Efisiensi Modal
Dilaporkan Coinpedia, manajemen Strategy mengatakan penjualan Bitcoin di masa depan juga dapat dilakukan jika diperlukan. Dana hasil penjualan dapat digunakan untuk mengisi kembali cadangan kas, membayar dividen saham preferen, menutup beban bunga, serta mendukung pembelian kembali saham MSTR dan STRC.
Perusahaan juga menegaskan tidak sedang mempertimbangkan pinjaman berbasis Bitcoin. Strategy menilai model tersebut memiliki risiko counterparty dan margin yang tidak ingin diambil perusahaan.
Dalam kerangka baru ini, Strategy sudah menjual Bitcoin senilai sekitar US$218,4 juta sepanjang 2026 melalui BTC Monetization Program. Penjualan tersebut digunakan untuk membantu memenuhi sebagian kewajiban dividen saham preferen.
Langkah ini menunjukkan bahwa Strategy mulai menyeimbangkan strategi akumulasi Bitcoin dengan kebutuhan likuiditas dan stabilitas keuangan perusahaan.
Buyback STRC Jadi Prioritas
Selain menahan pembelian Bitcoin, Strategy juga mulai memprioritaskan pembelian kembali saham preferen STRC. Perusahaan baru-baru ini menggunakan US$25 juta untuk membeli kembali 288.930 saham preferen STRC dengan harga rata-rata US$86,53.
Harga tersebut sekitar 13% di bawah nilai par US$100. CEO Strategy, Phong Le, mengatakan pembelian STRC di harga diskon dapat mengurangi kewajiban dividen preferen di masa depan, sehingga menjadi penggunaan modal yang menarik.
Saat ini, masih ada sekitar US$975 juta tersisa dari program buyback STRC senilai US$1 miliar. Dewan perusahaan juga berencana mempertahankan dividen STRC sebesar 12% hingga saham preferen tersebut secara konsisten diperdagangkan mendekati US$100.
Bagi Strategy, langkah ini dapat membantu mengurangi beban pembayaran jangka panjang, sekaligus memperkuat struktur modal perusahaan.
Investor Terbelah
Perubahan strategi ini mendapat respons beragam dari komunitas kripto dan investor MSTR. Analis kripto Ted Pillows mempertanyakan mengapa Strategy justru mengurangi pembelian Bitcoin saat BTC masih diperdagangkan jauh di bawah all-time high.
Menurutnya, kondisi harga yang lebih rendah seharusnya menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk menambah kepemilikan.
Di sisi lain, analis lain memperingatkan bahwa jeda pembelian Bitcoin dapat dibaca sebagai tekanan dalam model treasury Strategy. Jika investor menilai jeda ini sebagai tanda melemahnya keyakinan perusahaan terhadap BTC, saham MSTR berisiko kembali tertekan.
Meski begitu, Strategy masih mencatat pertumbuhan digital capital yang kuat sepanjang 2026. Perusahaan telah menggalang US$17,06 miliar melalui program ATM tahun ini, mencatat BTC Yield sebesar 4,5%, dan meningkatkan kepemilikan Bitcoin sebesar 25% secara year-to-date.
Dengan demikian, Bitcoin tetap menjadi pusat strategi perusahaan. Namun, pendekatan Strategy kini tidak lagi sepenuhnya berfokus pada akumulasi agresif.
Perusahaan mulai menggabungkan pembelian BTC dengan manajemen likuiditas, cadangan kas, pembayaran kewajiban, dan buyback saham preferen. Pergeseran ini menandakan Strategy memasuki fase treasury yang lebih fleksibel dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
-
Market4 days agoPasar Kripto Hari Ini 28 Juli 2026: Bitcoin Tertekan Jelang Rapat FED
-
Market6 days agoBitMEX Tutup Setelah 11 Tahun, Ini 3 Alasan Utama di Baliknya
-
Market4 days agoSinyal Kripto 27 Juli 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar
-
Market5 days agoRobert Kiyosaki Soroti Utang AS, Sebut Bitcoin dan Ethereum Jadi Aset Lindung Nilai

