Connect with us

Altcoin News

The Sandbox Kena Eksploit Bridge, SAND Tanpa Backing Dicetak di Base dan BSC

Tim Resaerch Tokocrypto menjelaskan laporan on-chain dari perusahaan keamanan menunjukkan angka token tidak terbacking yang sangat besar secara nominal.

Tivan

Published

on

Kripto The Sandbox naik lebih dari 8%. Foto: The Sandbox.

The Sandbox menghadapi insiden keamanan setelah bridge cross-chain SAND di jaringan Base dan BNB Smart Chain (BSC) dilaporkan mengalami eksploit. Celah tersebut memungkinkan pelaku mencetak SAND tanpa backing atau cadangan yang sesuai di kedua jaringan tersebut.

Tim The Sandbox menyatakan telah mengidentifikasi dan mengendalikan penuh kerentanan pada bridge SAND di Base dan BSC. Proyek juga menegaskan bahwa dampak insiden ini kurang dari 0,01% dari total suplai SAND, sementara SAND di Ethereum dan Polygon, wallet pengguna, serta aset backing yang terkunci di Ethereum tidak terdampak.

Tim Resaerch Tokocrypto menjelaskan laporan on-chain dari perusahaan keamanan menunjukkan angka token tidak terbacking yang sangat besar secara nominal.

“Blockaid menyebut sekitar US$49 miliar “face-value” SAND telah dicetak melalui lebih dari 400 transaksi, sementara PeckShield melaporkan sekitar 14,9 miliar SAND muncul di dua alamat yang dikaitkan dengan serangan,” ujarnya.

Eksploit Terjadi di Bridge SAND

Insiden ini terjadi pada sistem cross-chain bridge SAND, bukan pada token SAND utama di Ethereum. Menurut laporan keamanan, penyerang diduga memperoleh kendali atas delegate permission yang berkaitan dengan sistem OFT SAND di Base.

Melalui celah tersebut, penyerang dapat mencetak SAND tanpa cadangan yang sesuai. Jenis serangan ini sering disebut sebagai unbacked mint atau infinite mint, karena token dapat dibuat di jaringan tujuan tanpa aset yang sah terkunci sebagai backing di jaringan asal.

The Sandbox kemudian menghentikan aktivitas bridging di Base dan BSC untuk mengisolasi dampak. Tim juga meminta pengguna untuk tidak membeli, menjual, atau memperdagangkan SAND di Base maupun BSC sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah ini penting karena token yang tercetak tanpa backing dapat menciptakan ketidakseimbangan suplai di jaringan tertentu. Jika token tersebut masuk ke liquidity pool, harga dan likuiditas lokal dapat terganggu.

Baca juga: Kapan Altcoin Season 2026 Dimulai? Analis Pantau ISM, Bitcoin, dan Ekspor Asia

US$49 Miliar Bukan Dana yang Dicuri

Angka US$49 miliar menjadi perhatian besar, tetapi perlu dibaca dengan hati-hati. Nilai tersebut merepresentasikan face value dari SAND yang dicetak tanpa backing, bukan jumlah uang yang benar-benar dicuri atau berhasil dicairkan oleh penyerang.

Dengan kata lain, token yang dicetak secara tidak sah tidak otomatis dapat dijual senilai US$49 miliar. Jika token dalam jumlah sangat besar langsung dijual ke pasar, harga SAND kemungkinan akan jatuh drastis karena likuiditas tidak cukup untuk menyerap suplai tersebut.

Laporan pasar menyebut nilai aktual yang berhasil diekstraksi jauh lebih kecil. Beberapa laporan memperkirakan Ethereum OFT adapter kehilangan sekitar 14,75 juta SAND atau sekitar US$675.000 pada saat kejadian, dengan sebagian dana dikonversi menjadi sekitar 79,74 ETH.

Perbedaan antara face value dan dana yang benar-benar dicuri ini penting agar investor tidak salah membaca skala kerugian. Insiden tetap serius karena menyangkut integritas bridge, tetapi angka nominal token tercetak tidak sama dengan kerugian kas langsung.

Base dan BSC Terdampak, Ethereum dan Polygon Tidak

The Sandbox menegaskan bahwa kerentanan berdampak pada bridge SAND di Base dan BSC. Ethereum dan Polygon disebut tidak terdampak, begitu pula wallet pengguna dan SAND yang terkunci di Ethereum sebagai backing.

Pernyataan ini membantu membatasi ruang lingkup insiden. Artinya, masalah utama terjadi pada representasi cross-chain SAND di jaringan tertentu, bukan pada kontrak utama SAND secara keseluruhan.

Meski begitu, risiko operasional tetap ada. Ketika bridge dihentikan, pengguna yang memiliki SAND di Base atau BSC dapat menghadapi keterbatasan transaksi sampai proses pemulihan selesai.

The Sandbox juga disebut sedang mengambil snapshot jaringan sebelum serangan dan menyiapkan kompensasi bagi liquidity provider yang memenuhi syarat. Langkah ini biasanya dilakukan untuk menentukan posisi pengguna sebelum eksploit dan memisahkan token sah dari token yang tercetak tanpa backing.

Bursa Korea Hentikan Deposit dan Withdrawal

Insiden ini langsung memicu respons dari bursa. Bithumb mengumumkan penghentian sementara deposit dan withdrawal SAND pada 22 Agustus 2026 pukul 11.11 waktu setempat.

Upbit juga disebut mengeluarkan peringatan investor dan menangguhkan deposit serta withdrawal SAND setelah mendeteksi potensi masalah keamanan dan aktivitas on-chain abnormal. The Defiant melaporkan Upbit menghentikan transfer SAND pada jaringan Ethereum, meskipun The Sandbox menyatakan Ethereum tidak terdampak.

Langkah bursa tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berhati-hati meski The Sandbox menyebut dampak langsung terbatas. Dalam kasus bridge exploit, bursa biasanya menunggu stabilitas jaringan, kejelasan status token, dan koordinasi dengan tim proyek sebelum membuka kembali layanan.

Investor juga perlu memperhatikan bahwa penangguhan deposit dan withdrawal tidak selalu berarti trading spot dihentikan. Namun, pembatasan transfer dapat meningkatkan risiko volatilitas harga di masing-masing platform.

Harga SAND Tetap Menguat

Menariknya, harga SAND tetap menguat setelah laporan eksploit muncul. Data yang dikutip dalam materi sumber menunjukkan SAND naik sekitar 4,76% ke US$0,0476, sementara volume perdagangan melonjak lebih dari 400%.

Kenaikan harga di tengah kabar negatif dapat terjadi karena beberapa faktor. Pertama, pasar mungkin menilai dampak langsung lebih kecil dari headline awal setelah The Sandbox menyatakan Ethereum, Polygon, wallet pengguna, dan backing asset tidak terdampak.

Kedua, lonjakan volume dapat mencerminkan perdagangan spekulatif setelah berita besar muncul. Sebagian trader mungkin membeli setelah melihat risiko dianggap terkendali, sementara sebagian lain keluar dari posisi untuk mengurangi eksposur.

Namun, kenaikan harga tidak berarti risiko telah selesai. Selama bridge di Base dan BSC masih dihentikan dan proses pemulihan belum tuntas, volatilitas SAND tetap berpotensi tinggi.

Risiko Bridge Kembali Jadi Sorotan

Eksploit SAND kembali menyoroti risiko bridge cross-chain di industri crypto. Bridge menjadi infrastruktur penting karena memungkinkan token bergerak antarjaringan, tetapi juga sering menjadi titik rawan karena harus menjaga kesesuaian antara aset terkunci dan token representatif di jaringan lain.

Ketika sistem bridge gagal, masalah yang muncul bukan hanya pencurian dana. Risiko juga dapat berupa pencetakan token tanpa backing, gangguan likuiditas, kesalahan harga, dan kerugian bagi penyedia likuiditas.

Dalam kasus The Sandbox, pernyataan resmi bahwa dampak kurang dari 0,01% total suplai menjadi sinyal mitigasi. Namun, angka on-chain dari firma keamanan menunjukkan insiden ini tetap besar dari sisi volume token tidak terbacking yang sempat tercetak.

Karena itu, proses pemulihan, snapshot, dan kompensasi liquidity provider akan menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan pasar.

Outlook SAND: Stabil jika Pemulihan Berjalan Lancar

Secara keseluruhan, eksploit bridge SAND di Base dan BSC menjadi insiden serius, tetapi sejauh ini The Sandbox menyatakan dampaknya terbatas dan telah dikendalikan. Ethereum, Polygon, wallet pengguna, dan SAND backing di Ethereum disebut tetap aman.

Namun, pasar masih perlu menunggu pembaruan lebih lanjut. Hal yang perlu dipantau adalah kapan bridge Base dan BSC dibuka kembali, bagaimana hasil snapshot jaringan, serta apakah kompensasi bagi liquidity provider berjalan lancar.

Jika pemulihan berjalan tertib dan tidak ada token tidak terbacking yang masuk lebih jauh ke pasar, tekanan terhadap SAND dapat tetap terbatas. Namun, jika muncul temuan baru atau proses kompensasi memicu ketidakpastian, harga SAND berisiko kembali volatil.

Untuk saat ini, investor perlu berhati-hati terhadap SAND di Base dan BSC serta mengikuti pengumuman resmi dari The Sandbox dan bursa. Insiden ini bukan berarti seluruh jaringan SAND gagal, tetapi menunjukkan bahwa risiko bridge cross-chain tetap menjadi salah satu titik paling sensitif dalam ekosistem crypto.

Baca juga: Rahasia SpaceX yang Baru IPO: Punya 18.712 Bitcoin, Lebih Banyak dari Tesla!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending