Connect with us

Crypto

XRP Melonjak 40% Sepekan, Resistance US$1,50 Jadi Penentu Tren Baru

Tim Research Tokocrypto mengatakan kenaikan tersebut terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas setelah US Treasury mengumumkan rencana meningkatkan buyback obligasi pemerintah jangka panjang.

Tivan

Published

on

Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

Harga XRP mencatat reli tajam dalam sepekan terakhir. Token ini diperdagangkan di sekitar US$1,31, naik 13,7% dalam 24 jam dan hampir 39,7% sepanjang pekan.

Tim Research Tokocrypto mengatakan kenaikan tersebut terjadi di tengah reli pasar kripto yang lebih luas setelah US Treasury mengumumkan rencana meningkatkan buyback obligasi pemerintah jangka panjang.

“Langkah itu sempat menekan yield obligasi AS dan memperbaiki minat investor terhadap aset berisiko, termasuk crypto,” jelasnya.

Selain faktor makro, XRP juga mendapat dorongan dari perkembangan institusional di ekosistem XRP Ledger (XRPL). Ripple terus memperluas infrastruktur pasar modal digital, termasuk melalui investasi pada ZILO dan Licuido untuk mendukung tokenized share classes, issuance, collateral utility, dan settlement dengan RLUSD sebagai cash leg teregulasi.

XRP Outperform di Tengah Reli Crypto

Reli XRP terjadi ketika pasar crypto secara keseluruhan juga menguat. Bitcoin ikut terdorong oleh kombinasi Treasury buyback, dorongan regulasi crypto dari Gedung Putih, dan inflow ETF spot yang kembali masuk.

Namun, XRP bergerak lebih agresif dibanding banyak aset besar lain. Kenaikan hampir 40% dalam sepekan menunjukkan trader mulai kembali memberi premi terhadap token ini, terutama karena narasi institusional XRPL ikut membaik.

XRP sebelumnya sempat berada dalam tekanan setelah beberapa kali gagal mempertahankan level psikologis penting. Kini, reli terbaru membuat pasar kembali memantau apakah bottom jangka pendek sudah terbentuk.

Meski demikian, kenaikan besar dalam waktu singkat juga membuka peluang pullback sehat. Setelah reli hampir 40%, sebagian trader biasanya mulai mengambil profit, terutama jika harga gagal menembus resistance berikutnya.

Baca juga: ASTER Berpeluang Ikut Diuntungkan Jika Aturan Perp DEX AS Dibuka Lebih Luas

Likuiditas Makro Jadi Pendorong Utama

Dilaporkan Coinpedia, katalis besar bagi pasar datang dari keputusan US Treasury untuk menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang. Buyback ini ditujukan untuk menambah likuiditas pada pasar obligasi yang sempat tertekan oleh kenaikan yield.

Ketika yield turun, aset berisiko seperti saham teknologi dan crypto biasanya mendapat dukungan karena investor mencari peluang return yang lebih tinggi. Kondisi ini membantu menciptakan reli lintas pasar, termasuk pada Bitcoin dan altcoin.

Namun, efek buyback tidak selalu permanen. AP melaporkan yield sempat kembali naik setelah penurunan awal, menunjukkan investor masih mencemaskan utang pemerintah, kebutuhan pembiayaan, dan arah kebijakan The Fed.

Karena itu, reli XRP tetap perlu diuji oleh kondisi pasar berikutnya. Jika likuiditas tetap membaik dan dolar melemah, momentum altcoin dapat berlanjut. Namun, jika yield kembali naik tajam, aset berisiko dapat kembali tertekan.

Institutional Lending XRPL Jadi Sentimen Tambahan

Selain faktor makro, XRP mendapat dukungan dari perkembangan XRPL. Clearpool mengumumkan kerja sama dengan Ripple dan Cicada Partners untuk membangun platform institutional lending di XRP Ledger.

Laporan pasar juga menyebut RippleX menyiapkan fungsi institutional lending di XRPL bersama Clearpool Finance dan Cicada Partners. Inisiatif ini menargetkan pasar private credit dan dapat memperluas penggunaan XRPL untuk aktivitas keuangan institusional.

Rencana seperti ini penting karena dapat memperkuat posisi XRPL sebagai infrastruktur untuk tokenisasi, kredit on-chain, dan settlement. Jika berhasil, penggunaan jaringan dapat meningkat dan memberi narasi fundamental tambahan bagi XRP.

Ripple juga sebelumnya bekerja sama dengan Aviva Investors untuk mengeksplorasi tokenisasi struktur fund tradisional di XRP Ledger sepanjang 2026 dan seterusnya.

Level US$0,90 Berhasil Direbut

Dari sisi teknikal, XRP sebelumnya berhasil merebut kembali level US$0,90. Reclaim area ini dibaca sebagai sinyal positif karena menunjukkan pembeli mampu membalikkan sebagian tekanan jual sebelumnya.

Kenaikan sekitar 34% dari level terendah terbaru juga membuat sebagian analis menilai bottom jangka pendek mungkin sudah terbentuk. Namun, klaim tersebut masih membutuhkan konfirmasi dari resistance yang lebih tinggi.

Level paling penting kini berada di US$1,50. Jika XRP mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut, pasar dapat membaca bahwa tren jangka menengah mulai berubah setelah hampir satu tahun berada dalam tekanan.

Sebaliknya, jika XRP gagal menembus US$1,50, reli terbaru dapat berubah menjadi fase konsolidasi. Dalam skenario tersebut, pullback ke area support lebih rendah masih mungkin terjadi.

Target US$10–US$30 Masih Spekulatif

Beberapa analis kembali menyebut target jangka panjang seperti US$10, US$20, hingga US$30 untuk XRP. Namun, target tersebut masih bersifat sangat spekulatif dan banyak bergantung pada teori wave-based price structure.

Target seperti itu belum didukung model valuasi fundamental yang jelas atau katalis terkonfirmasi. Karena itu, angka US$10–US$30 lebih tepat dibaca sebagai skenario makro jangka panjang, bukan proyeksi utama dalam waktu dekat.

Dalam jangka pendek, level yang lebih realistis untuk dipantau adalah US$1,50. Penutupan harga yang kuat di atas area tersebut akan menjadi sinyal teknikal pertama bahwa reli XRP memiliki peluang berlanjut.

Jika US$1,50 berhasil direbut, pasar dapat mulai memantau area resistance berikutnya. Namun, jika harga kembali turun dan gagal mempertahankan level saat ini, XRP berisiko mengalami koreksi setelah reli besar.

XRP Butuh Konfirmasi di Atas US$1,50

Secara keseluruhan, reli XRP hampir 40% dalam sepekan menunjukkan momentum pasar mulai membaik. Katalis makro dari Treasury buyback, membaiknya sentimen crypto AS, serta perkembangan institusional di XRPL ikut memperkuat minat terhadap token ini.

Namun, reli besar juga membawa risiko overheating. Setelah kenaikan cepat, pullback sehat tetap mungkin terjadi sebelum XRP mencoba bergerak lebih tinggi.

Kunci berikutnya adalah level US$1,50. Jika XRP mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, peluang perubahan tren jangka lebih panjang akan semakin kuat.

Sebaliknya, jika XRP gagal mempertahankan kenaikan dan turun kembali ke bawah area support terdekat, pasar dapat membaca reli terbaru sebagai pantulan sementara. Untuk saat ini, XRP menunjukkan momentum bullish, tetapi konfirmasi tren baru masih bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas US$1,50.

Baca juga: SEC Siapkan Regulasi Baru untuk Crypto, Apa yang Bakal Berubah?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Trending