Connect with us

Launchpad

Terkait ICO, Pemerintah Malaysia: Kembalikan Dana kepada Investor

Published

on

Terkait ICO, Pemerintah Malaysia: Kembalikan Dana kepada Investor

84
IKLAN

Ada suasana baru industri kripto di Malaysia, setelah Pemerintah Malaysia mengeluarkan aturan baru soal kripto dan Initial Coin Offering (ICO) pada Senin, 14 Januari lalu. Kabar terbaru, Country Heights Holdings, perusahaan yang berbasis di Malaysia hendak menyelenggarakan ICO berdasarkan peraturan itu. Perusahaan itu menyebut mata uang kriptonya itu dengan “horse currency”.

Melalui peraturan itu, Kementerian Keuangan Malaysia berkoordinasi dengan Bank Negara Malaysia dan Komisi Sekuriti Malaysia (KSM) untuk menangguhkan semua hal terkait ICO di Malaysia. Perusahaan penyelenggara ICO diperintahkan untuk mengembalikan semua uang yang telah dikumpulkan dari para investor.

“Siapapun yang sedang atau hendak menyelenggarakan ICO harus mendapatkan persetujuan dari KSM. Saat ini, semua ICO yang sedang berlangsung harus dihentikan dan harus mengembalikan semua dana yang terkumpul kepada investor,” jelas lembaga negara Malaysia yang mengatur pasar modal itu kepada Thestar.com.my. KSM akan menerbitkan panduan lengkap soal ICO pada akhir Maret nanti.

Pendiri Country Heights Holdings, Lee Kim Yew mengatakan, perusahaannya ingin sebagai perusahaan pertama di Malaysia yang mematuhi peraturan tersebut. Perusahaan berencana menerbitkan 1 miliar unit “mata uang horse” yang dijamin dengan aset fisik senilai 2 miliar milik perusahaan. Sekitar 300 juta di antaranya dapat dimiliki oleh publik.

Selain soal ICO, komisi juga mengatur soal aturan main untuk bursa kripto, exchange dan platform terkait lainnya. Dalam masa transisi, komisi telah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pengelola bursa. Bursa-bursa itu harus mematuhi sejumlah syarat hingga 1 Maret 2019, sampai semua aturan telah diterapkan menjelang panduan lengkap kripto dikeluarkan pada akhir Maret nanti.

“Selama masa transisi itu, pengelola platform tidak diizinkan menerima pengguna atau investor baru dan hanya diizinkan untuk memfasilitasi penarikan dan transfer dana dengan petunjuk tertulis kepada para investor. Pengelola harus menyesuaikan peraturan baru ini paling lama hingga 25 Januari 2019,” kata KSM.

KSM menambahkan, pengelola platform baru dapat mengajukan permohonan kepada komisi setelah panduan lengkap diterbitkan. [thestar.com.my/vins]

Ikuti media sosial kami

Ingin Beriklan? Klik di Sini

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Blockchain

5 Proyek DeFi Potensial 2022

Published

on

5 Proyek DeFi Potensial 2022

Banyak investor crypto yang mulai panik menuju Tahun 2022 akibat adanya potensi koreksi yang cukup signifikan.

Sehingga mulai muncul perbincangan mengenai cara mengamankan dana dan bagaimana caranya agar tetap bisa menghasilkan uang.

Salah satu alternatif yang dituju adalah sektor Decentralized Finance atau DeFi sebagai cara untuk menghasilkan keuntungan.

Dalam artikel ini akan diberikan lima proyek DeFi potensial dari sisi token dan juga kegunaannya untuk mencari keuntungan di 2022

Aave (AAVE)

Pertama adalah Aave, protokol DeFi yang membuka jalan kepada ketenaran DeFi saat ini.

Aave adalah sebuah aplikasi terdesentralisasi yang bergerak dalam Blockchain Ethereum dan telah berdiri sejak 2018.

Saat ini Aave telah terintegrasi dengan Blockchain Polygon dan Avalanche.

Tujuannya adalah untuk memberikan akses penggunaan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.

Aave merupakan sebuah protokol yang berfungsi untuk sistem pinjam meminjam crypto secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga.

Baca JugaFakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

Aplikasi Aave mempermudah pihak yang ingin meminjam crypto untuk bertemu pihak yang ingin meminjamkan crypto secara cepat.

Nantinya , semua akan terjadi secara otomatis melalui smart contract dan pihak yang memberi pinjaman mendapat keuntungan dan yang meminjam dikenakan biaya yang wajar.

Pada Tahun 2021, proyek ini masih memimpin dunia DeFi dengan dana terkunci atau TVL pada $11,88 Miliar.

Akibat kesuksesan hingga saat ini, banyak investor yang percaya bahwa harga Token AAVE dan proyeknya akan tetap kuat di 2022.

Dari sisi harga, tidak dapat dipungkiri harganya akan terimbas. Tapi kemungkinan besar proyek ini akan tetap stabil dan berpotensi pulih dengan cepat.

Dengan potensi perkembangan teknologi dan juga integrasi dengan blockchain lain, kemungkinan Aave akan menarik perhatian di 2022.

Compound (COMP)

Selanjutnya adalah Compound, salah satu proyek yang berdiri pada masa awal DeFi dan menjadi salah satu pemimpin utama.

Sebelum ada Aave, protokol pinjam meminjam pertama adalah Compound dimana tampilannya yang mudah membuat ketertarikannya menarik.

Compound juga menjadi tempat untuk investor meminjam dan meminjamkan crypto secara cepat dan murah tanpa pihak ketiga.

Pilihan crypto yang tersedia di Compound juga relatif simpel, sehingga memudahkan penggunanya sejak 2017.

Compound berdiri pada Blockchain Ethereum, dan umumnya mayoritas proyek DeFi Ethereum relatif akan bertahan lama.

Dari platform ini pengguna dapat menghasilkan keuntungan melalui meminjamkan crypto yang dimilikinya dan menerapkan pembayaran suku bunga.

Saat ini Compound telah memiliki sebanyak $9.8 Miliar dalam bentuk crypto yang tersimpan dalam protokolnya.

Dari sisi harga, melihat kuatnya COMP melewati bear market 2018 dan telah kembali pulih, COMP kemungkinan akan kuat di 2022.

Yearn Finance (YFI)

Ketiga adalah Yearn Finance, salah satu proyek yang juga telah berdiri sejak Tahun 2020, menanggapi meledaknya ketenaran dari Sektor DeFi.

Yearn Finance merupakan salah satu crypto yang valuasi atau harga tokennya, yaitu YFI, memiliki harga yang mendekati Bitcoin.

Yearn Finance adalah proyek platform aggregator DeFi, terutama yang bergerak di Blockchain Ethereum.

Umumnya, untuk membandingkan beberapa proyek DeFi, pengguna diharuskan untuk membandingkan secara manual dengan membuka beberapa aplikasi.

Platform YFI mempermudah pengguna untuk membandingkan produk DeFi dalam satu platform yang sama.

Sehingga proses tersebut mempermudah pengguna menemukan produk dengan terbaik dan sekaligus langsung menggunakannya tanpa harus pindah platform atau aplikasi.

Sejak 2020 hingga saat ini, YFI masih terlihat bergerak terus positif, dan penggunanya juga terlihat masih setia sejak DeFi Summer.

Baca JugaApa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula

Jumlah dana yang terkunci pada produk-produk yang tersedia di Yearn Finance, terlihat telah mencapai $5.44 Miliar.

Angka tersebut juga disandingkan dengan pertumbuhan teknologi Yearn Finance, dimana proyeknya telah terintegrasi dengan beberapa blockchain.

Blockchain-blockchain yang dimaksud adalah Binance Smart Chain, Blockchain Fantom, Avalanche, dan beberapa blockchain lainnya.

Melihat kekuatan dan pertumbuhannya, banyak yang percaya YFI masih akan terus tumbuh di 2022.

Curve Finance (CRV)

Berikutnya adalah Curve Finance, proyek DeFi yang saat ini sedang cukup mendominasi dunia DeFi dari sisi kegunaannya.

Curve Finance adalah sebuah proyek DeFi yang bergerak sebagai decentralized exchange dan sekaligus tempat penyimpanan berbunga untuk stablecoins.

Pengguna dapat menukarkan stablecoins seperti USDT, DAI, dan lainnya di Curve Finance sekaligus juga menyimpannya untuk mendapatkan bunga per tahun.

Keuntungan yang diberikan juga melebihi keuntungan yang didapatkan dibandingkan menyimpan uang di bank.

Kemungkinan besar hal tersebut yang membuat ketenarannya meningkat, terutama di 2021 saat suku bunga bank relatif terus turun.

Saat ini Curve Finance juga terlihat telah menyediakan jasa untuk tokenisasi emas.

Banyaknya stablecoin yang masuk bisa jadi adalah hasil fiat dari bank yang dikeluarkan oeh investor institusional.

Untuk saat ini, jumlah total dana yang terkunci di Curve Finance adalah dana terbesar dibandingkan platform DeFi lainnya.

Jumlah total dana yang terkunci yang sebagian besar adalah stablecoin, terlihat berada pada $16.74 Miliar.

Melihat perkembangan teknologi seperti implementasi Automated Market Maker dan fitur Governance, CRV dapat menjadi salah satu proyek yang kuat di 2022.

Maker (MKR)

Terakhir adalah Maker, proyek DeFi yang berfokus kepada stablecoin bernama DAI untuk tempat penyimpanan dan peminjaman, layaknya perbankan.

Maker merupakan sebuah proyek yang ingin menggantikan sistem perbankan namun bergerak secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga yang berkuasa.

Sejak dicetuskan dalam Blockchain Ethereum pada 2015 dan berdiri di 2017, Maker telah melewati banyak perkembangan dan masalah.

Namun hingga saat ini, Maker masih menjadi salah satu proyek yang kuat bertahan dan telah menjadi pusat untuk fitur governance di Blockchain Ethereum.

Untuk saat ini Maker memiliki beberapa aplikasi dalam ekosistemnya dimana salah satu yang saat ini paling utama adalah Oasis.

Oasis digunakan untuk menjadi platform peminjaman dan penyimpanan crypto, termasuk stablecoin DAI untuk mendapatkan keuntungan secara pasif per tahun.

Suku bunga yang ditawarkan juga relatif bervariasi, dimana rata-rata suku bunga tersebut lebih menguntungkan dibandingkan sistem perbankan konvensional.

Saat ini jumlah dana yang terkunci di aplikasi tersebut adalah sebanyak $11.71 Miliar, peringkat keempat dalam jumlah dana terkunci, atau TVL, di Sektor DeFi saat ini.

Dengan pergerakan MKR yang sudah melalui satu bear market dan kemudian pulih, MKR diprediksi dapat bertahan kuat di 2022.

sumber.

Continue Reading

Launchpad

Integrasi dengan WalletConnect, TokoMall Permudah Proses Koleksi NFT art

Published

on

Setelah peluncurannya pada Agustus lalu, TokoMall sebagai leading NFT marketplace platform di Indonesia terus berkomitmen memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para official partner dan kolektor. Kini, TokoMall mengumumkan integrasi terbarunya dengan WalletConnect.

“WalletConnect merupakan protokol terbuka yang memungkinkan dompet digital yang Anda miliki terhubung dan berinteraksi dengan decentralized applications (DApps) dan dompet lainnya cukup dengan memindai kode QR”

Chung Ying Lai, Chief Strategy Officer Tokocrypto menjelaskan bahwa “Kami ingin memberikan kemudahan bagi para kreator dan kolektor NFT di Indonesia juga dunia untuk mengakses TokoMall melalui integrasi ini. Proses koleksi NFT akan lebih nyaman dengan menggunakan WalletConnect, dimana didalamnya dompet digital seperti MetaMask, SafePal, dan Trust Wallet sudah terhubung dan bisa langsung digunakan.”

Baca Juga : Intip nih! Karya dari deretan Artist Lokal di “TKO Creative” TokoMall

Jadi, gimana sih caranya? Gampang banget kok! Buat kamu yang mau explore NFT di TokoMall langsung aja klik www.mall.tokoscape.com di desktop laptop kamu lalu klik “Hubungkan Dompet” dan pilih WalletConnect. Nantinya ada kode QR yang terpampang di layar desktop kamu.

Kemudian buka aplikasi dompet digital yang kamu miliki, misal Trust Wallet. Langsung pindai kode QR yang ada di layar tersebut dengan aplikasi kamu dan dompet kamu akan langsung terhubung ke TokoMall. Kamu siap untuk koleksi NFT art ataupun minting karya NFT kamu di TokoMall.

Buat step lebih detil, bisa cek di sini ya Tokonauts!

Continue Reading

Blockchain

Kolaborasi Strategis Tokocrypto & BeKind: Kembangkan TokoCare & Proyek Tokenisasi di TokoLaunchpad

Published

on

Tokocrypto selaku pedagang aset kripto no 1 di Indonesia kini juga melebarkan fokusnya pada pengembangan ekosistem blockchain di Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui TokoLaunchpad dimana salah satu startup yang bergabung dalam program inkubator ini adalah BeKind.

Tokolaunchpad merupakan proyek akselerator pertama yang memberdayakan start-up dengan teknologi blockchain dan tokenisasi di Indonesia dari Tokocrypto, rencananya akan diluncurkan pada akhir 2021.

BeKind merupakan proyek blockchain pertama di Indonesia yang mengembangkan ekosistem impak sosial/donasi yang kuat dan terukur, berdasarkan bukti melalui platform digital yang transparan. Saat ini, BeKind berfokus membangun kemitraan dengan berbagai pihak demi mewujudkan misinya, seperti Tokocrypto dan platform penggalangan Dana, WeCare.id, juga para mitra lainnya.

Nanda Ivens, CMO Tokocrypto mengatakan bahwa potensi dan pengalaman yang dimiliki BeKind menawarkan value yang unik dan bisa memberikan inovasi pada proses donasi di Indonesia dengan pemanfaatan blockchain. “Kami sangat berharap agar program inkubator yang akan kami jalankan ini mendorong ekosistem dan pemanfaatan blockchain di berbagai industri di Indonesia”, ungkap Nanda. 

“Besar harapan kami agar dukungan Tokocrypto dalam inkubasi ini bisa mendorong proses IEO sesuai jadwal dalam roadmap kami, yaitu pada akhir tahun 2021. Semoga dengan kolaborasi bersama Tokocrypto adopsi token BKND makin meluas dan makin banyak masyarakat yang tergerak untuk saling membantu sesama, tentunya dengan lebih mudah dan transparan, demi menghasilkan impak yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Fajar Jasmin, CEO BeKind.

Selain fokus pada inkubasi BeKind sebagai startup di bidang blockchain, Tokocrypto juga menggandeng BeKind untuk mengembangkan berbagai CSR program, yaitu TokoCare.    

Salah satu proyek awal TokoCare yang dilaksanakan bersama BeKind adalah distribusi 90 tabung oksigen secara gratis ke beberapa rumah sakit di Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Agustus lalu, dan didukung oleh WeCare.id dan Kementerian Perindustrian.

Kini, TokoCare bersama dengan lini produk TokoMall akan menghadirkan pendanaan untuk program CSR yang berkelanjutan dalam bentuk NFT Charity. Pendanaan ini didapatkan dari kategori TKO Original dalam laman TokoMall yang berisikan artwork original dari Tokocrypto. Salah satu yang menarik adalah kehadiran koleksi NFT spesial yaitu Miss Crypto Indonesia.

 “Konsep NFT Charity ini menjadi hal baru yang kami tawarkan kepada para kolektor atau antusias NFT artwork di Indonesia untuk dapat mengoleksi karya seni sekaligus donasi. 100% transaksinya akan disalurkan untuk donasi melalui TokoCare guna membantu penanggulangan isu sosial hingga kesehatan di Indonesia.” – Chung Ying Lai, CSO Tokocrypto.

Miss Crypto Indonesia merupakan Tokocrypto Angels terpilih yang menghadirkan koleksi NFT dalam bentuk foto dan merepresentasikan cerita rakyat Indonesia seperti Timun Mas, Ken Dedes, Telaga Bidadari, dan Purbasari. Hal ini sejalan dengan value dari TokoMall yang ingin mengangkat keragaman nilai, budaya, hingga talenta Indonesia. Dengan total 50 koleksi, donasi yang ditargetkan terkumpul untuk NFT Charity ini sebesar 100 juta rupiah.

Continue Reading

Popular