Harga Bitcoin Melesat Setelah Iran Serang Balik AS

0
35
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat makin memanas. Iran pun melancarkan serangkaian balasan menyusul tewasnya jenderal kebanggan Iran, Qasem Soleimani beberapa waktu lalu. Hal tersebut memiliki dampak secara politik secara global. Harga komoditas juga terpengaruh seperti emas, dan minyak mentah.

Tidak mau kalah, Bitcoin nyatanya juga mengalami perubahan harga karena masalah ini. Serangan dari AS pekan lalu pun sempat membuat harga Bitcoin naik hingga 5 persen.

Harga BTC  kemudian melesat tajam lagi setelah Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Irak. Coindesk mencatat bahwa Bitcoin saat ini berada di kisaran angka US$8.400 setara dengan Rp116 juta pada Senin (7/01/2020) pukul 23.00 waktu AS, atau pada Rabu, (08/01/2020) pagi WIB.

Angka tersebut melesat tajam dari harga Bitcoin di awal tahun yang berkisar US$8.080 setara dengan Rp112,5 juta. Itu artinya, harga BTC mengalami kenaikan hingga US$400.

Dilansir Coindesk pada Rabu (8/1/2020)  kepala perdagangan Digital Asset Capital Management, Joshua Green pun memastikan selain Bitcoin, harga minyak mentah dan emas juga naik tajam sebagai respon serangan Iran ke AS.

Baca juga : Harga Bitcoin di Iran Capai US$ 24.000

Bitcoin Perkuat Posisi Sebagai Safe Haven Asset

Terpengaruhnya harga BTC terhadap konflik antara Iran dan AS bukan hal yang mengejutkan. Soalnya aset ini dianggap sebagai safe haven asset, seperti emas dan minyak mentah.

Artinya, aset ini akan bernilai sangat tinggi jika terjadi suatu krisis karena menjadi komoditas paling dicari. Uang tidak terlalu dicari sebagai investasi ketika ada krisis karena lebih berisiko.

Minyak mentah sendiri disebut naik 1,2 persen ke angka 63 US$ per barrel (Rp 877.325) sedangkan harga emas naik 2,19 persen ke angkat 1.608/troy ons.

Ketegangan politik ini pun dimanfaatkan Bitcoin untuk memperkuat posisinya sebagai safe haven asset, setidaknya bagi segmen cryptocurrency. Selain Bitcoin, harga Ethereum juga naik 1,47 persen menjadi 144 US$

Sumber