Mengenal Major Trend, Secondary Trend dan Minor Trend

0
17

Setelah minggu lalu kita mempelajari beberapa jenis kondisi pasar, dari bullish, bearish dan side way, minggu ini kita akan beleajar untuk menganalisis tiga jenis kondisi pada sebuah tren tersebut.

Menurut teori yang paling dikenal yaitu Dow Theory, kondisi apada sebuah tren dibagi lagi menjadi tiga bagian yang detail, yaitu major trend (primary trend), secondary trend (intermediate trend) dan minor trend (nearest-term trend).

Garis yang menghubungkan titik A – B – C-D pada gambar di bawah adalah sebagai major trend yang membentuk uptrending charts. Di dalamnya terdapat tren yang lebih kecil, disebut dengan secondary trend. Apabila diperhatikan secara saksama, di dalam secondary trend masih terdapat trend yang lebih kecil lagi-yaitu minor trend.

Gambar : Menunjukkan secondary trend dan minor trend yang berada di dalam sebuah major uptrend saham KO.

Teori tersebut mengilustrasikan tcorinya dengan “LAUT”. Pasang (tide) digambarkan sebagai major trend, ombak (wave) sebagai secondary trend, dan riak-rak (ripples) pada ombak dikatakan sebagai minor trend. Kita bisa memperkirakan air laut sedang pasang/surut (uptrend/ downtrend) dengan memperhatikan batas ketinggian air yang dicapai oleh ombak di pinggir laut, untuk mengilustrasikan puncak dan lembah terakhir pada sebuah charts.

Dow menyatakan bahwa sebuah primary trend (major trend) pada suatu pasar (market) bisa lebih dari satu tahun atau bahkan bcberapa tahun. Secondary trend yang terjadi akibat koreksi sesaat, dianggap penurunan wajar atau sementara pada primary trend, dan mempunyai batasan waktu antara tiga minggu sampai dengan tiga bulan. Sedangkan nor trend yang memiliki batasan waktu terpendek, umumnya berlangsung kurang dari tiga minggu. Minor trend ini merupakan fluktuasi harga yang terjadi dalam secondary trend. Tren-tren ini saling berinteraksi dalam kurun waktu yang tak terbatas, dari yang sangat singkat meliputi menit per menit, sampai dengan jangka waktu yang sangat panjang-misalnya 100 tahun.

Para pelaku pasar memiliki tiga keputusan setelah melakukan analisisnya. Yang pertama, melakukan aksi beli (bisa juga disebut dengan istilah long atau buy). Yang kedua, melakukan aksi jual (short-sell atau sell) dan yang terakhir, tidak melakukan apa-apa atau wait and see. Tentu apabila terdapat kecenderungan turun, lebih baik melakukan aksi jual; dan sebaliknya jika terdapat kecenderungan naik, bisa untuk melakukan aksi beli. Namun, bila market sedang sideways-wait and see adalah keputusan yang paling bijaksana.

Tetapi dengan adanya instrumen Options yang semakin hari semakin populer, telah membuka peluang bagi para investor untuk tetap bisa memperoleh profit pada saat market sidenays, misalnya dengan strategi Credit Spread. Selain itu fungsi Options lainnya juga bisa digunakan sebagai leverage, yaitu dengan strategi Long Call sebagai pengganti membeli saham, ataupun dengan menggunakan strategi Long Put scbagai pengganti short-sell saham. Strategi yang unik, Options juga bisa digunakan untuk mengantisipasi kedua arah market sekaligus, atau dengan kata lain, bisa memperoleh k”intungan bila market naik maupun turun, yaitu dengan melakukan strategi Straddle atau Strangle.