Inilah 5 Pola Candlestick Bearish yang Harus Diketahui Para Trader Kripto

0
47
bearish kripto

Kini pola yang Bearish akan menjadi pokok pembahasan kita, dimana dalam perdagangan crypto biasa, ini bisa menjadi titik untuk kita agar mewaspadai terjadinya koreksi, pullback, ataupun reversal trend pada bergerakan Bullish yang dibentuk untuk menemukan momentum transaksi, maupun menghindari beli diharga tertinggi (sebelum jatuh).

Tidak perlu berlama-lama, inilah 5 pola candlestick Bearish yang perlu para trader crypto ketahui:

Baca Juga: Pasokan Aktif Bitcoin Mencapai Titik Low 19-Bulan, Apakah Artinya Itu Bullish atau Bearish?

Bearish Harami

Bearish Harami adalah pola dua candle yang menandakan kemungkinan pembalikan pergerakan harga. Dalam pola ini, candle pertama merupakan candle Bulls berukuran panjangdan dilanjutkan dengan candle Bears yang lebih kecil. Candle Bearsnya pun bisa juga berbentuk doji.

Yang utama adalah, candle Bears harus benar-benar berada didalam bodi candle Bulls, dimana harga pembukaan candle Bears biasanya dibentuk dalam GAP sehingga tidak sama dengan (jauh dari) harga penutupan di candle Bulls.

Dark Cloud Cover

Sama seperti Harami, di Dark Cloud Cover ini, harga pembukaan pada candle Bears merupakan GAP dari harga penutupan candle Bullsnya. Bodi candle Bears pun ditutup melewati setengah dari bodi candle Bulls yang mencerminkan kalau Seller telah mulai mendominasi, sehingga kelanjutan penurunan akan lebih tervalidasi dari sini.

Baca Juga: 2 Faktor yang Membuat Analisis pada Bitcoin Bearish

Evening Star

Mirip seperti dua pola sebelumnya, pola Evening Star diawali dengan candle Bulls berbodi panjang yang mantap (sumbu pendek diatas dan bawahnya) yang berlanjut dengan candle kecil dan dilanjut dengan candle Bears panjang, yang ukurannya minimal hampir sama atau lebih dari candle Bulls diawalnya.

Candle kecil bisa terbentuk dengan GAP dari harga penutupan candle Bulls, tetapi bisa juga tidak (tanpa GAP), sehingga candle kecil ini bisa berupa candle Doji, Hammer, ataupun Pinbar.

Ini mencerminkan kekuatan awal dominasi dari Seller yang telah dibentuk sehingga bisa menjadi awal dari perubahan trend dalam jangka waktu yang menyesuaikan time framenya berada, termasuk berada tidaknya pola ini pada Resistance utama.

Shooting Star

Shooting Star adalah bentuk yang cukup spesifik, dimana candle awalnya adalah candle Bulls berbodi panjang, yang berlanjut dengan candle bersumbu atas panjang dan bodinya kecil (bisa seperti hammer terbalik).

Ini merupakan sinyal kekuatan dari aksi Seller saat harga mencoba bergerak lebih tinggi, dimana ini pun bisa berlanjut sebagai Evening Star yang akan memperkuat validasi dari sinyal trend selanjutnya.

Hanging Man

Tidak seperti pola lainnya diatas, Hanging Man adalah sinyal Bearish tunggal yang dibentuk oleh satu jenis candle saja seperti bentuk pada gambar (berbentuk palu, sumbu bawah panjang, dan bodi candle kecil).

Ini menunjukan sebuah upaya bertahan dari para Seller dipuncak suatu tekanan Bullish, sehingga memberikan sinyal bagi masuknya kembali aksi jual yang akan membentuk trend penurunan, yang kembali bergantung dari kondisi ada tidaknya Resistance ataupun volatilitas untuk mendukung kekuatannya.